“You're my silver
lining, you make the light come through..” Itulah penggalan dari lirik
Crazy Bout You yang dibawakan oleh Jessie J, untuk soundtrack Silver Linings
Playbook. Kita bukan mau bahas soundtracknya, tapi filmnya kok. Sebelumnya saya
belum tertarik menyaksikan film ini, karena melihat kayaknya film ini akan
biasa saja seperti film romantic comedy yang lain. Namun mengetahui, Silver
Linings Playbook menjadi salah satu nominator untuk Best Picture di Oscar tahun
ini, membuat saya penasaran dan ingin menyaksikan film ini. Tokoh utama dalam film ini, adalah seorang
pria bernama Pat (Bradley Cooper).
Pat adalah seorang guru yang harus masuk ke rumah sakit jiwa, karena Pat
menderita penyakit bipolar disorder yang dideritanya. Pat akhirnya dijemput oleh sang
ibu, untuk kembali ke rumah dia berasal. Sang ayah terkejut, karena tidak
mengetahui kalau Pat akan pulang. Namun karena kesabaran sang ibu dan penjelasannya,
akhirnya Pat bisa diterima kembali di lingkungan rumahnya. Pat bisa menderita
bipolar order, karena masa lalu hubungan rumah tangganya yang hancur. Dan
dengan kembalinya ke rumah itu, ia berusaha ingin memperbaiki hubungan dengan
sang istri; Nikki. Pertemuan Pat dengan seorang wanita bernama Tiffany (Jennifer Lawrence), membuat mereka
menjadi dekat dan merencanakan hal unik. Berbeda dengan Pat yang ditinggal
begitu saja oleh sang istri, Tiffany ditinggalkan oleh sang suami karena
kecelakaan tragis.
Rabu, 23 Januari 2013
Jumat, 18 Januari 2013
Review : Argo (2012)
This is the best bad plan we have, sir. – Tony Mendez. Begitu
antusias ketika melihat trailer dari film ini di bioskop di tanah air.
Sayangnya, penayangan film ini harus terhambat dan malah tidak jadi tayang di
Indonesia. Film yang saya ingin memberikan applause terhadap Ben Affleck atas
penyutradaraannya, setelah sebelumnya berhasil menjadi dibelakang layar untuk
The Town. Argo sendiri menceritakan tentang Tony Mendez (Ben Affleck) yang diharuskan, untuk membebaskan 6 orang kedutaan
Amerika Serikat di Iran. Keenam orang ini kabur, dari penyerangan yang
dilakukan oleh rakyat – rakyat Iran terhadap kedutaan Amerika Serikat. Tidak
hanya menyerang orang – orang kedutaan, tapi semua orang yang diketahui
berkebangsaan Amerika Serikat disiksa dan ditawan oleh mereka.
Kamis, 03 Januari 2013
Review : The Woman In The Fifth (2011)
Can
we just talk like normal people? – Tom Ricks. Kadang ada seseorang
yang secara misterius muncul di hadapan kita, yang kemudian mengisi hati kita. Begitu
juga yang dialami oleh seorang penulis asal amerika; Tom Ricks (Ethan Hawke). Pertemuan Tom dengan
seorang wanita bernama Margit (Kristin
Scott Thomas), memang tidak disengaja. Pertemuan itu diawali sebenarnya,
dengan niat kedatangan Tom ke Perancis untuk menemui sang putri; Chloe (Julie Papillon). Namun kedatangan Tom
mengalami penolakan dari sang istri; Nathalie (Delphine Chuillot). Sang istri, tidak menginginkan Chloe bertemu
sang ayah. Namun akhirnya Chloe, bisa bertemu sang ayah walaupun hanya sebentar
saja. Sejak pertemuan itulah, banyak
masalah yang dihadapi oleh Tom. Sampai suatu ketika ia, bertemu dengan seorang
wanita bernama Margit. Pertemuan tersebut terjadi, ketika perkumpulan para
novelis / sastrawan. Mulai dari sejak itu, Margit dan Tom mulai sering bertemu
dan timbul benih cinta diantara keduanya. Tapi siapakah Margit? Ia muncul
dengan begitu misterius, disaat Tom sedang dirundung masalah.
Selasa, 01 Januari 2013
Review : Countdown (2012)
Say hello to NYU kid baby – Jack. Malam tahun baru selalu penuh dengan kesenangan. Pesta dan berkumpul bersama teman / keluarga, sudah menjadi tradisi ketika malam tahun baru. Tapi apa jadinya, ketika pesta yang kita harapkan berubah menjadi situasi yang menyeramkan dan membuat kita tersiksa? 3 anak muda asal Thailand, yang menempati sebuah apartemen di New York; Jack (Peach Pachara), Pam (Pattarasaya Kruewansiri) dan Bee (Jarinporn Joonkiat) awalnya menginginkan malam tahun baru yang menyenangkan. Jack bersama Bee; sang kekasih, mendatangi teman yang sama – sama asal Thailand yang ia kenal sebagai drug dealer. Tapi ternyata sang teman sudah lama bertobat dan malah sedang ingin berberes, untuk pulang ke Thailand. Akhirnya menemukan potongan – potongan dari kartu nama milik seorang drug dealer, akhirnya mereka menghubungi orang yang dimaksud dalam kartu nama itu. Yang mereka hubungi adalah seorang drug dealer, bernama Jesus (Hesus) (David Asavanond). Awalnya pesta tahun baru berjalan dengan lancer, ada sesuatu yang terjadi dan membuat Jesus beringas. Tapi sebenarnya apa yang terjadi? Apa yang melatarbelakangi keberingasannya, kalau memang semuanya dimulai dengan bersenang – senang?
Langganan:
Entri (Atom)




