Senin, 23 April 2012

Review : Modus Anomali (2012)

 
Hallo.. Hallo..  Please Help Me, I Don’t Know What Happen – Man A. Menurut pengertiannya, Anomali adalah suatu penyimpangan atau keanehan yang terjadi seperti tidak biasanya. Mungkin itukah yang ingin diangkat Joko Anwar dalam film terbarunya? Anda harus menunggu dan menyaksikan film terbarunya, yang berjudul Modus Anomali.  Film ini dibuka dengan keadaan hutan pinus yang indah, dedaunan yang begitu hijau. Ketegangan dimulai, ketika seorang pria (Rio Dewanto) bangun dari gundukan tanah dan tidak sadar atas apa yang menimpa pada dirinya. Kemudian pria tersebut masuk kesebuah rumah dan melihat ada handycam yang bertuliskan “Press Play”, dilihatnya seorang wanita sedang hamil dibunuh oleh sosok misterius. Ternyata wanita itu adalah istrinya. Pria itu tidak hanya pergi dengan istrinya ke hutan tersebut, yang tadinya mereka datang untuk berlibur tapi ia juga datang bersama kedua anaknya. Pria tersebut langsung menghawatirkan keadaan kedua anaknya, ia berlari  kesana kemari mencari keadaan anaknya. Akankah pria tersebut bisa menemukan anaknya, yang entah dimana keadaan mereka? Mungkinkah ini ada hubungannya dengan keluarga yang juga sedang berlibur di hutan tersebut?

Berbeda dengan di Pintu Terlarang, di film terbarunya ini Joko Anwar menulis serta mendirect filmnya sendiri. Saya tidak habis pikir kalau filmnya seperti ini, yang dalam ada pikiran saya ketika menyaksikan film ini “kok begini yah?, apa yang terjadi sebenarnya?”. Mungkin itu jugalah yang akan menjadi pertanyaan dalam pikiran anda ketika menyaksikan film yang satu ini. Untuk urusan mendirect, tidak ada yang perlu dikomentari saya rasa. Joko selalu dengan baik mendirect setiap filmnya mulai dari Janji Joni hingga Pintu Terlarang. Sinematografi dalam film ini begitu bagus, gak pernah sebelumnya menyaksikan film Indonesia dengan sinematografi seperti ini. Untuk soundnya itu gokil banget. Dan benar apa yang dikatakan oleh Sheila Timothy, kalau mau menyaksikan film ini di bioskop akan serasa berbeda. Ya itu benar – benar terjadi, saya malah merasakan kalau saya sedang berasa benar – benar di hutan pinus. Scoring di film ini begitu bagus, malah saya bisa katakan gak jauh beda kualitasnya dengan scoring – scoring film dari Hollywood. Aghi Narrotama, Bemby Gusti dan Ramondo Gascoro berhasil membuat scoring yang nge-blend dengan filmnya.

Cast yang ada di film ini tidak semuanya adalah orang yang sering bermain film, beberapa dari mereka ada yang baru pertama kalinya berakting dalam sebuah film. Mereka adalah Sadha Triyudha, Jose Gamo, Izzi Isman dan Aridh Tritama, pemain muda yang merupakan hasil casting yang sempat dilakukan secara online melalui facebook Modus Anomali. Ternyata akting mereka saya bilang gak datar banget, mereka bisa memerankan karakter mereka dengan baik. Rio Dewanto tidak perlu diragukan kembali totalitasnya dalam berakting, dalam film Arisan! 2 dengan sempurna ia memerankan karakter Nino. Begitu juga dengan karakternya di film ini, Rio pun dapat memerankan karakternya dengan baik. Tidak hanya ada Rio, film Modus Anomali juga dibintangi Hannah Al Rashid, Surya Saputra dan Marsha Timothy.

Joko Anwar menggunakan bahasa Inggris dalam dialog film ini, dengan maksud untuk menunjukkan kalau setting dalam film ini bukan berada di Indonesia. Dan pengunaaan bahasa inggris, menjadi sesuatu yang baru dan dari awal sampai akhir film ini, saya tidak merasakan adanya karena pengunaannya. So, ga ada salahnya untuk menyaksikan film yang juga akan edar di US ini. Dan siap – siap anda akan dibuat bertanya – tanya dan tidak sabar keluar dari ‘puzzle’ Modus Anomali yang di ciptakan Joko Anwar. 

Cast : Rio Dewanto, Hannah Al- Rashid, Surya Saputra, Marsha Timothy
Director : Joko Anwar

Rating :
3.5/5

Movie Still :


















Jumat, 20 April 2012

Review : 21 Jump Street (2012)


Hey Korean Jesus.- Schmidt. Mendengar 21 Jump Street rasanya tidak begitu asing bagi yang lahir di tahun 80an. Ditahun 1987 sampai tahun 1991 ada sebuah serial berjudul 21 Jump Street, yang berkisah tentang aksi penyamaran dan  dilakukan oleh beberapa orang dari kepolisian. Johnny Depp aktor yang tidak diragukan kualitas aktingnya di Hollywood ini, memerankan karakter Officer Tom Hanson. Kini di tahun 2012 hadirlah film yang memiliki judul sama namun bukan lagi Johnny Depp yang hadir di film ini, tapi 2 aktor masa kini dan menjadi pujaan banyak orang ; Channing Tatum dan Jonah Hill.  Dikisahkan ada dua orang anak SMA bernama Morton Schmidt (Jonah Hill) dan Greg Jenko (Channing Tatum). Schmidt selalu menjadi bahan ejekan Jenko selama masa SMA, namun terjadi perubahan ketika 7 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali.  Mereka sama – sama masuk kedalam akademi kepolisian, disitu mereka masing – masing menyadari kekurangan mereka dan berusaha untuk saling mendukung satu sama lain. Dan berhasillah mereka lulus dari sekolah kepolisian, tapi apa yang mereka harapkan ternyata berbeda. Jenko dan Schmidt hanya menjadi ‘polisi taman’, namun keberhasilan mereka melakukan sesuatu membawa Jenko dan Schmidt naik jabatan. Mereka ditugaskan pergi ke 21 Jump Street, disana Jenko beserta dengan Schmidt diberi tugas penyamaran sebagai siswa SMA. Di SMA tempat mereka ditugaskan, terdapat penyebaran narkoba yang telah memakan 1 korban jiwa. Berhasilkah Schmidt dan Jenko melakukan misi mereka untuk 21 Jump Street?

Ketika mengetahui film ini memiliki rating begitu bagus di Rotten Tomatoes, saya langsung semangat untuk menyaksikannya. Jarang sekali film bergenre seperti ini yang memiliki rating diatas. Dari awal hingga akhir film ini, anda akan dibawa tertawa terbahak – bahak. Apalagi ketika mereka sedang giting / nge-fly, ekspresi Tatum dan Hill yang sebagi Jenko dan Schmidt begitu lucu dan membuat saya tidak dapat menahan tawa. Cerita mudah untuk diikuti, tidak ada yang membuat anda akan berpikir, ini adegan apa? gimana?.  Kehadiran sang ‘cameo’ membuat saya tidak menyangka, karena kehadirannya menjelang film ini berakhir membuat orang yang sangat fans serial tvnya pasti begitu senang. Mungkin dari kalimat sebelumnya, anda sudah mengetahui siapa cameo yang saya maksud. Saya menyarankan untuk orang tua atau orang yang sudah cukup dewasa, untuk tidak mengajak adik- adiknya yang  masih kecil karena banyak kata kasar dalam dialognya.  Akting Tatum saya rasa biasa saja, gak ada yang terlalu istimewa sama dengan beberapa film yang ia bintangi. Berbeda dengan Hill yang saya bilang bisa memerankan karakternya, sebagai Schmidt dengan baik.

Tidak hanya Hill dan Tatum yang menjadi cast untuk film ini, hadir pula Ice Cube juga Jake M. Johnson. Jake mungkin lebih dikenal sebagai Nick di serial tv New Girl . Sutradaranya adalah duo Phil Lord dengan Chris Miller. Mereka berdua sebelumnya menyutradarai film animasi Cloudy with a Chance of Meatballs, yang begitu berwarna dan menjadi salah satu film animasi favorit saya.

Cast : Channing Tatum, Jonah Hill, Dave Franco, Ice Cube
Director : Phil Lord, Chris Miller

Rating :
3.5/5 

Movie Still :

























Selasa, 10 April 2012

Review : [REC]³ Génesis (2012)


the happiest day of my life. REC dikenal sebagai film zombie asal Spanyol yang menggunakan tehnik found footage. Setelah di tahun 2009 hadir [Rec] ², dalam jangka tiga tahun hadirlah [REC]³ Génesis. Sebenernya film ketiga yang disutradarai oleh Paco Plaza ini, bukanlah sebuah sekuel. Tetapi kisah dalam [REC]³ ini sebenarnya, menjadi jembatan diantara kisah antara REC dengan [Rec] ². Mengetahui konsep dari kedua film sebelumnya, saya sudah berharap film ini akan hadir sama menegangkan dan serunya. Tapi ternyata tidak.Film ini menceritakan, tentang seorang wanita bernama Clara (Leticia Dolera) yang akan melangsungkan pernikahan bersama pujaan hatinya bernama Koldo (Ismael Martinez). Namun keadaan yang tadinya berlangsung menyenangkan dan terasa penting bagi Clara dan Koldo berubah menjadi kelam.Paman dari Koldo yang memiliki luka akibat gigitan seekor anjing, menjadi kejam dan brutal. Tidak hanya sang paman, tapi beberapa orang yang membantu terlaksananya pesta tersebut mengalami hal yang sama. Dapatkah Clara dan Koldo keluar dari tempat tersebut atau mereka berdiam dalam tempat tersebut? Atau mereka akan menjadi sama, seperti yang lain? Untuk mendapatkan jawabannya, mungkin anda harus menyaksikan film ini.

Paco berhasil mendirect kedua film sebelumnya, namun kali ini ada yang terasa berbeda yaitu pada teknik pengambilan gambar yang digunakannya di film ini. Dibeberapa menit awal, sebelum credit title film ini masih menggunakan found footage namun setelah itu semua ekspetasi berubah, Paco menggunakan format gambar biasa, seperti format gambar pada film umumnya.Di film ketiga ini lebih banyak unsur dramanya, malah untuk unsur thrillnya pun tidak terlalu banyak saya rasa. Tidak hanya itu di [REC]³ Génesis, disisipkan pula unsur komedi / sesuatu yang terasa konyol dan ini bukan unsur yang umumnya ada di sebuah film yang thrilling. Beberapa adegan di film ini terasa terlalu didramatisir dan membuat kita yang menyaksikannya, malah bukannya deg - degan tapi malah gregetan.

Trailer mungkin jauh lebih keren dibandingkan 'isi' sebenarnya. Tapi nyatanya film ini  tetap membuat saya terhibur karena cerita yang ada, dapat tertutupi oleh adegan - adegan berbalut special effect yang akan membuat anda tercengang ketika anda menyaksikannya. Kalau dilihat dari pertama, kedua lalu ke film ketiga ini inilah film yang terburuk, namun tidak ada salahnya untuk anda yang telah menyaksikan kedua film sebelumnya, menyaksikan film ini sebelum [REC] Apocalypse rilis.

Cast : Leticia Dolera, Javier Botet, Diego Martin, Ismael Martinez
Director : Paco Plaza

Rating :
3/5

Movie Still :