Selasa, 09 Agustus 2011

Review : Transformers : Dark Of The Moon (2011)


I've saved your life twice. I can't tell you how, but you are still alive because of me. - Sam Witwicky. Transformers Dark Of The Moon, ceritanya diawali pada tahun 1969 Amerika Serikat melakukan program Apollo 11. Apollo 11 adalah program yang dilakukan oleh pihak NASA untuk mengidentifikasi benda yang tidak terdeteksi yang pada tahun 1961 mendarat di bulan. Dan ketika itu ditemukanlah sebuah pesawat besar milik Autobots. Pesawat ini bernama Ark, yang pada saatnya membawa muatan - muatan yang dapat mengakhiri pertempuran antara Autobots dan Decepticon. Muatan tersebut dibawa dari bulan ke bumi dan menjadi rahasia yang tidak pernah terungkap lagi. Sam Witwicky (Shia Labeouf) telah menyelesaikan program kuliahnya, dan kini saatnya Sam melanjutkan kariernya dengan mencari pekerjaan. Saat ini pula Sam sedang menjalin hubungan percintaan dengan seorang wanita cantik dan sexy bernama Carly (Rosie Hunghington - Whiteley). Carly bekerja di sebuah showroom mobil - mobil klasik milik seorang pengusaha tampan dan kaya raya, Dylan (Patrick Dempsey). Untuk itu Sam merasa malu jika sampai saat ini Sam tidak memiliki pekerjaan. Ia begitu frustasi dengan hal yang satu ini. Peperangan antara Autobots dan Decepticon di bumi masih berlanjut dan untuk menyelesaikan peperangan ini pihak Amerika Serikat, menyerahkan segalanya kepada Sam yang sebelumnya telah berhasil menyelesaikan peperangan diantara mereka.

Film ketiga ini masih disutradarai oleh Michael Bay. Yang mungkin mengalami perbedaan adalah tidak hadirnya megan fox yang di dua film sebelumnya setia menemani Shia Labeouf sebagai Mikaela. Sebagai gantinya Bay membawa Rosie Hunhington-Whiteley yang merupakan salah satu model pakaian dalam Victoria Secrets. Masih ada Tyrese Gibson, John Turturro dan Josh Duhamel. Kehadiran Patrick Dempsey yang terakhir - terakhir ini lebih terlihat di serial Grey's Anatomy pasti begitu dinantikan. Ken Jeong yang biasanya bergabung dengan tim gila di film Hangover, kali ini ia dipercaya oleh Bay untuk mengisi salah satu tokoh di film ini sebagai Jerry Wang.

Dari segi cerita memang film ketiga ini tidak begitu spesial seperti film pertama atau keduanya. Di film ketiganya ini, Michael Bay menggunakan visual efek yang begitu mewah dan begitu memanjakan mata penontonnya. Unsur Komedi yang hadir di film ini pun begitu garing, seperti sudah pernah hadir di film - film lainnya. Beruntung sekali Michael Bay memanggil Rosie untuk menemani Shia, karena nyatanya Rosie memiliki kualitas akting yang mungkin cukup lebih baik dibandingkan dengan seorang Megan Fox yang hanya "menjual" kemolekan tubuhnya. Chemistry diantara Rosie dan Shia pun terlihat terbangun dengan baik di film ini. Cerita yang begitu standar nyatanya tertolong dengan efek 3D yang begitu sangat mengibur namun tidak se-wah seperti yang digembar - gemborkan sebelumnya. Oh iya, kehadiran soundtrack dalam film ini menjadi salah satu penilaian penting. Soundtracknya masih diisi oleh Linkin Park sebagai main themenya. Sayangnya paramore dengan monsternya hanya tampil di credit title film ini, coba saja jika mereka menaruh potongan lagu ini ketika scene pertempuran maka scene tersebut mungkin lebih terasa menggebrak dibandingkan hanya mendengar suara "kruing-grumpak-plak-krek". Jika anda ingin menyaksikan film ini saya rekomendasikan untuk menyaksikannya dalam format 3 Dimensi. Namun saya rasa jika tidak ada, 2 Dimensi pun cukuplah untuk menghibur.

Cast : Shia Labeouf, Rosie Hunhington-Whiteley, Josh Duhamel, Patrick Dempsey
Director : Michael Bay

Rating :
3/5

Movie Still :


















Kamis, 04 Agustus 2011

Review : Harry Potter and The Deathly Hallows part 2 (2011)


How dare you stand where he stood! - Harry Potter .Akhirnya bisa menikmati part terakhir dari Harry Potter Saga. Setelah sebelumnya pesimis part terakhir ini akan tayang karena masalah pajak, akhirnya film ini pun tayang juga. Di part ke 2 dari Harry Potter and The Deathly Hallows ini, diceritakan bagaimana Harry (Daniel Radcliffe), Ron (Rupert Grint) dan Hermione (Emma Watson) secara bersama - sama mencari dan menghancurkan sisa Hocrux, yang nantinya dapat melemahkan kekuatan dari Lord Voldemort. Voldemort telah berhasil mengambil Elder Wand milik Albus Dumbledore, namun akankan ia berhasil menangkap / bahkan membunuh Harry Potter?

Saya begitu menyukai part terakhir dari Harry Potter and The Deathly Hallows ini, karena menurut saya ceritanya yang begitu simple namun ditambah dengan unsur - unsur adventure yang tidak akan didapatkan di bagian pertamanya. Visual Efek di film kedua ini begitu menonjol dan sangat memukau, akting dari para pemainnya pun sudah mulai terasa klop. Memang sayangnya chemistry diantara Ron dengan Hermione serta Ginny dan Potter yang terlibat kisah percintaan tidak begitu terlihat baik. Untuk soundtrack, Alexandre Desplat saya bilang perfect, ia membawa kita dalam setiap scene dengan alunan music orchestra yang membuat hati ini begitu merasakan apa yang sedang terjadi dalam scene tersebut. Salute untuk David Yates, dari film terakhir Harry Potter ini memang bisa dilihat bahwa Yates-lah yang terbaik untuk menjadi sutradara untuk beberapa film Harry Potter, setelah sebelumnya ada Chris Columbus, Mike Newell dan Alfonso Cuaron.

Part terakhir ini masih dibintangi Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter, Emma Watson dan Rupert Grint sebagai Hermione Granger dan Ron Weasley. Beberapa nama lainnya yang masih mendukung film ini ada Ralph Fiennes, Alan Rickman, Tom Felton, Evanna Lynch, Helena Bonham carter dan Bonnie Wright.
Jujur menurut saya jika anda mengaku sebagai fans dari Harry Potter ini, jangan lewatkan bagian terakhir ini. Karena dari bagian terakhir inilah anda akan merasakan bagaimana persahabatan dan kebersamaan antara warga sekolah Hogwarts School, yang mungkin tidak anda akan dapatkan di film - film sebelumnya. Saran dari saya dan beberapa orang diluar sana, untuk tidak menyaksikan film ini dalam format 3 Dimensi. Karena banyak yang bilang jika format 3Dnya tidak terlalu terasa. Tapi semua itu terserah anda mau menyaksikannya dalam format 3D / 2D.

Cast : Daniel Radcliffe, Emma Watson, Rupert Grint, Bonnie Wright
Director : David Yates

Rating :
4.5/5

Movie Still :






















Senin, 01 Agustus 2011

4in1 Review : Kidnapped (2010), Your Highness (2011), Hop (2011), Something Borrowed (2011)











Kidnapped


Melihat trailer dari film ini sebenarnya akan merasa bahwa film ini nantinya akan memberikan tensi ketegangan yang cukup sadis. Namun ternyata, film thriller ini hanya terkesan datar dari awal hingga film berakhir. Untuk setiap scene - scene yang menurut para pembuat film ini sadis, menurut saya biasa saja. Untungnya adegan - adegan tersebut, bisa ditutupi dengan akting beberapa cast dari film ini yang saya bisa katakan baik.

2/5












Your Highness


Cukup membuat tertarik untuk menonton film ini setelah mengetahui bahwa beberapa castnya sudah ternama, bahkan diantaranya sempat masuk dalam ajang oscar kemarin. Namun ternyata jalan cerita yang menurut saya aneh, jadinya akting para aktor dan aktris seperti Natalie Portman, James Franco, Danny McBride dan Zooey Deschanel pun tidak begitu menolong. Ceritanya tidak jauh dengan kerjaan, dimana ada kakak dan adik yang memiliki rasa kecemburuan. Istri sang adik diculik oleh penjahat dan akhirnya sang kakak dan sang adik bersatu bersama untuk menyelematkannya.

2/5












Hop


Inilah film yang saya tunggu pada saat paskah kemarin, tapi sayangnya di Indonesia gak bisa masuk karena ada masalah pajak perfilman. Sayangnya saya gak tau kalau tokoh utama yaitu E.B harus diisi suara oleh seorang Rusell Brand. Menurut saya suaranya Brand dengan karakter E.B yang begitu menggemaskan tidak cocok dengan karakter brand yang memiliki karakter seorang rockstar. Filmnya secara keseluruhan sangat menghibur dan cocok sekali sebagai film pengisi waktu liburan anda.

3/5












Something Borrowed


Formula film ini gak jauh beda dengan film rom-com yang telah hadir sebelumnya. Something Borrowed menceritakan tentang 3 orang sahabat, yang terdiri atas Rachel, Darcy dan Dex. Mereka bersahabat cukup lama, Rachel sebenarnya suka dengan Dex namun sayangnya Rachel malu untuk mengakuinya dan malah akhirnya Darcy lah yang dekat dengan Dex. Namun Rachel sanggup memendam perasaannya dalam waktu yang lama?. Akting Kate Hudson di film ini saya bilang flat, melihat Hudson di film ini jadi inget waktu ia bermain bersama dengan Anne Hathaway di film Bride Wars, yang ceritanya sendiri gak jauh berbeda. Untungnya Jennifer Goodwin yang berperan sebagai Rachel, bisa dibilang dapat memerankan karakternya jauh lebih baik daripada Hudson.

2/5