Kamis, 30 Juni 2011

Review : 27 Dresses (2008)


Can you please find somebody else to be creepy with? - Jane. Sejak kecil pasti lo semua udah punya kesukaan. kalau gw emang udah suka banget sama film, jadi setiap minggu dulu pas kecil minta diajakin nonton sama bokap atau nyokap. Hal ini juga ternyata dirasakan oleh seorang wanita bernama Jane (Katherine Heigl). Jane adalah seorang wanita yang telah ditinggal oleh sang ibu sejak kecil, kini ia hanya tinggal bersama sang ayah. Tapi Jane masih memiliki seorang adik bernama Tess (Malin Akerman), yang berprofesi sebagai model di Milan. Tess sejak kecil suka menyukai yang namanya acara wedding / pernikahan. Ia pun kadang - kadang diminta bantuan oleh teman - temannya, untuk mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan perkawinan. Dan kadang dalam satu haripun, Tess bisa hadir disatu perkawinan yang sama. Suatu saat ia bertemu dengan seorang pria bernama Kevin (James Marsden), yang ternyata seorang penulis untuk sebuah koran kolom perkawinan. Dan ada sesuatu yang mungkin hanya Jane yang mengetahui sebelumnya, jika ia menyimpan 27 baju pendamping dari 27 perkawinan berbeda yang telah ditanganinya.

27 Dresses film bergenre Romantic Comedy, yang diproduksi oleh 20th Century Fox. Dibintangi oleh Katherine Heigl, Malin Akerman, James Marsden. Anne Fletcher ternyata bertindak sebagai sutradara untuk film ini. Sebelumnya ia dikenal sebagai sutradara untuk film dance, Step Up.

Film Rom-Com memang tidak pernah habis muncul. 27 Dresses bisa dibilang film yang biasa saja, segala sesuatu yang hadir di film ini, saya nilai biasa saja. Akting Katherine Heigl, disini masih terlihat kaku. Tidak seperti film - film rom-com terbarunya, yang mana ia terlihat jauh lebih lihai menangani setiap karakter yang ia perankan. Malin Akerman sebagai Tess pun, biasa saja. Harusnya malin memiliki chemistry yang kuat dengan Heigl, agar waktu scene mereka 'cat fight' jauh lebih terasa ke real-an nya. James untungnya bisa jadi penolong lah untuk film ini. Anne Fletcher membawa film ini terlalu kaku, jadi setiap scene pun terlihat seperti berlalu begitu saja.

Cast : Katherine Heigl, Malin Akerman, James Marsden
Director : Anne Fletcher

Rating :
2.5/5

Movie Still :













Selasa, 28 Juni 2011

Review : Leap Year (2010)


What are you, the Lucky Charms leprecaun? - Anna. Tahun Kabisat atau yang biasa disebut Leap Year, biasanya terjadi karena dalam 1 tahun tidak berjumlah 365 hari, tapi berjumlah 366 Hari. Dan biasanya yang menunjukkan adanya perbedaan antara tahun kabisat dan bukan tahun kabisat, adanya tanggal 29 di bulan februari. Dan dalam kepercayaan orang Irlandia dipercaya kalau di tanggal ini, seorang wanita dapat melamar calon mempelai prianya. Dari mitos ini diangkatlah kedalam sebuah film Komedi Romantis, berjudul Leap Year. Leap Year dibintangi oleh Amy Adams, Matthew Goode, Adam Scott dan John Lithgow. Untuk yang mengurus penyutradaraan di film ini adalah Anand Tucker, yang sebelumnya menyutradarai Shopgirl di tahun 2005.

Diceritakan Anna Brady (Amy Adams), seorang wanita yang sebenarnya memiliki keinginan untuk melamar sang kekasih Jeremy (Adam Scott) di tanggal 29 February, hari kabisat. Namun di tengah perjalanannya menuju Dublin menggunakan pesawat, ternyata terjadi badai kencang yang mengakibatkan perjalanan harus terhenti dan transit di Cardiff, Wales. Akhirnya Anna memutuskan menyewa kapal kecil untuk pergi ke Dublin. Tapi nyatanya karena pengaruh ombak yang bergerak kencang, si pengemudi kapal memutuskan untuk menghentikan perjalanannya di Cork. Anna pun akhirnya menyetujui gagasan dari si pengemudi kapal. Badai dan ombak sepertinya tidak mengingkan Anna untuk melamar pujaan hatinya, tapi akankah Anna berhasil melamar Jeremy di tanggal 29 Februari?

Leap Year bisa dibilang sebuah film Rom - Com yang berbeda dari segi cerita. Jarang sekali ada yang mengangkat cerita, yang menurut saya begitu unik. Film ini juga menampilkan panorama daerah Cork yang mungkin, juga begitu jarang menjadi latar/lokasi untuk sebuah film bertemakan Rom - Com. Amy Adams yang menurut saya cukup sukses membawakan karakter Julia di Julie & Julia, di film ini ia hanya biasa saja. Setiap scene yang ia perankan di film ini, seperti berangsur - angsur datar, tapi masih tertolong lah dengan aksi kocaknya di beberapa scene. Baru denger nama Matthew Goode yang disini berperan sebagai Declan. Aktingnya begitu baik, ia bisa membangun chemistrynya bersama Amy Adams di film ini. Untung sang sutradara Anand Tucker, ia membawa film ini dengan baik dari awal hingga akhir. Jadi secara keseluruhan film ini adalah film Rom-Com yang sukses menghibur.


Cast : Amy Adams, Adam Scott, Matthew Goode
Director : Anand Tucker

Rating :
2.5/5

Movie Still :













Rabu, 22 Juni 2011

Review : Julie & Julia (2009)


I have to murder and dismember a crustacean - Julie Powell. Beberapa orang pasti memiliki panutan, termasuk dengan Julie Powell yang sangat mengidolakan sosok Julia Child. Begitupun dengan saya yang mengidolakan beberapa orang disekitar saya, entah itu orang tua saya bahkan teman - teman dekat saya. Kisah Julie yang mengidolakan seorang Julia Child, diangkat ke sebuah film berjudul Julie & Julia dan disutradarai oleh Nora Ephron. Nora sebelum film ini pernah dikenal sebagai sutradara untuk beberapa film, sebut saja : You've Got Mail dan Sleepless in Seattle. Film ini diangkat berdasarkan buku auto biography dari Julia Child berjudul My Life In France. Sosok Julie Powell di film ini diperankan oleh Amy Adams, sedangkan untuk Julia Child diperankan oleh seorang aktris yang sudah tidak asing lagi, Meryl Streep.

Julie Powell (Amy Adams) seorang sekretaris disebuah agensi pemerintah, merasa kesal akan apa yang teman dekatnya tulis di sebuah majalah. Kekesalan Julie akhirnya menimbulkan niat bagi dirinya untuk menulis kembali di blog, setelah lama dia hiatus dari dunia menulis. Di blog tersebut Julie menulis pengalaman akan makanan-makanan yang ia masak berdasarkan resep - resep makanan yang ditulis oleh Julia Child (Meryl Streep). Ia menulis pengalamannya tersebut, karena Julie begitu menganggumi sosok Julia yang menurutnya begitu sangat perfect. Julie dalam melakukan semuanya ini didukung oleh sang suami Eric Powell (Chris Messina).

Julie & Julia film yang keren banget, dari awal hingga akhir cerita dari Julie Powell dan Julia Child begitu tergambar dengan jelas. Untuk dari sisi akting, Meryl Streep tidak usah diragukan lagi. Meryl begitu dengan apik/baik memerankan karakter Julia Child, ia pun dengan fasih berbicara dengan aksen perancis dan berbody languange ala Julia Powell. Untuk Amy Adams, tidak ada yang perlu dikatakan lagi. Aktingnya begitu baik, ia pun terlihat jago memasak setiap masakan asal perancis yang ada di setiap scenenya. Stanley Tucci terlihat biasa saja, seperti di setiap film yang dimana ia terlibat. Nora sebagai sutradara bisa membawa cerita di film ini dengan baik dari awal hingga akhir, tidak terlihat begitu pergi kesana kemari.
Jadi secara keseluruhan, Julie & Julia adalah sebuah film biografi yang begitu sangat menarik. Menarik dari segi cerita maupun dari yang lainnya. Film ini sangat layak ditonton dan setelah menonton, pasti anda akan menyukainya.


Cast : Amy Adams, Meryl Streep, Stanley Tucci
Director : Nora Ephron

Rating :
4/5

Movie Still :













Senin, 20 Juni 2011

Review : Sucker Punch (2011)


I lost everyone I loved. And then they locked me away. With no where to hide from the pain. - Baby Doll. Reaksi anda ketika melihat trailer dari film ini, pasti akan berkata, "wah gokil banget nih film !" dan sebagainya. Yep, film ini memang pasti akan terlihat mantap, setelah anda mengetahui jika sutradara film ini adalah seorang Zack Synder. Sebelum film ini Zack terkenal akan karya2nya seperti 300, Watchmen dan The Legend Of Guardians : The Owl's Of Ga Hoole. Sucker Punch dibintangi oleh aktris - aktris muda yang pastinya masih memiliki wajah cantik dan akan menarik para penonton pria untuk menyaksikannya. Pemain dari film ini diantarannya ada Emily Browning, Abbie Cornish, Jena Malone, Vanessa Hudgens dan Jamie Chung.

Diceritakan tentang seorang gadis bernama Babydoll (Emily Browning), yang harus menerima kenyataan jika sang ibu meninggal dunia. Babydoll begitu sedih ketika melihat sang adik, ia memikirkan bagaimana kehidupan selanjutnya dengan dirinya dan sang adik. Kekhawatiran itu muncul karena Babydoll tinggal bersama ayah tiri (Gerald Plunkett). Setelah penguburan ibunya, kekacauan terjadi dirumah itu. Ketika Babydoll ingin menyerang sang ayah, malah mengenai sesuatu yang akhirnya malah membawa nyawa sang adik. Tinggalah Babydoll dan ayah tirinya. Karena melihat sesuatu yang tidak beres dengan kondisi kejiwaan Baby, akhirnya Baby dibawa sang ayah ke rumah sakit jiwa. Dirumah sakit jiwa itulah akhirnya Baby bertemu dengan gadis - gadis lain, yang memiliki nasib dengannya. Mereka yang ada di tempat itu, diantaranya Sweat Pea (Abbie Cornish), Rocket (Jena Malone), Blondie (Vanessa Hudgens) dan Amber (Jamie Chung). Mereka menerima keberadaan Baby dengan baik. Kelima gadis itu termasuk Baby Doll, berada dibawah pengasuhan Dr. Vera Gorski (Carla Gugino).


Film yang memang dari segi efek sangat memukau. Sudah biasa melihat efek - efek yang begitu mewah di setiap film Synder. Untuk cerita dari film ini memang begitu kedodoran. Sebenarnya synder ingin membuat film ini seperti Inception buatan Nolan, tapi menurut saya yang dihadirkan film ini malah jadinya aneh dan tidak begitu mind blowing. Akting para pemain di film ini sebenarnya biasa saja. Vanessa Hudgens tetap dengan aktingnya, yang begitu lebay menurut saya. Soundtrack yang hadir di film ini, terdengar begitu catchy dan asik didengar. Intinya Sucker Punch, film yang dari segi visual begitu memukau dan memiliki cerita yang begitu di bawah standar tidak seperti film synder-synder yang sebelumnya.

Cast : Emily Browning, Abbie Cornish, Jena Malone, Vanessa Hudgens, Jamie Chung, Carla Gugino
Director : Zack Synder

Rating :
2.5/5

Movie Still :





























Jumat, 17 Juni 2011

Review : Paul (2011)


I’m on a mission from God! - Moses Bugs. Duo pasangan Nick Frost dan Simon Pegg yang mungkin anda mengenalnya dari film Hot Fuzz dan Shaun Of The Dead, kini kembali hadir di sebuah film bergenre sci-fi comedy berjudul Paul. Paul tidak hanya dibintangi duo maut seperti mereka, tapi juga dibintangi oleh Sigourney Weaver dan Jane 'Sue" Lynch. Untuk suara karakter Paul diisi oleh seorang aktor komedian asal US, Seth Rogen yang sebelumnya sempat bersama Jay Chou di The Green Hornet. untuk sutradaranya sendiri adalah Greg Mottola, yang sebelumnya sempat menghipnotis saya dengan filmnya yang berjudul Adventureland.

Diceritakan dua pria sci-fi geek asal inggris, Greame Willy (Simon Pegg) dan Clive Golling (Nick Frost) yang datang ke amerika untuk menghadiri pertemuan para penyuka komik paling terkenal, San Diego Comic Con International. Ternyata maksud mereka untuk berlibur ke Amerika, bukan hanya untuk menghadiri Comic Con, tapi mereka juga ingin mengunjungi beberapa tempat yang terkenal sebagai tempat yang memiliki sejarah pernah dikunjungi oleh para alien. Ditengah perjalanan mereka, mereka melihat sesosok mahluk yang tidak pernah mereka jumpai sebelumnya. Mereka bertemu dengan sosok alien. Mereka mengenali alien tersebut dengan nama Paul (Seth Rogen). Paul sedang berusaha untuk melarikan diri dari kawanan yang ingin memanfaatkan dirinya, dengan mengambil otak yang dikepalanya. Paul memohon bantuan kepada Greame dan Clive. Greame mau membantu Paul, tapi sayangnya Clive berebeda terbalik dengan Greame. Ia justru merasa sedang dalam bahaya bersama Paul. Namun bagaimanakah kelanjutan nasib Paul, akankah ia selamat? Langsung saksikan saja untuk menemukan jawabannya.

Paul, film sci-fi comedy yang gokil. Dari awal film ini mulai, kita sudah disuguhi komedi yang pastinya membuat kita akan tertawa terbahak - bahak. Drama di film ini pun terasa pas. Greg Motttola sebagai sutradara, sudah tahu pakem-pakemnya dari film bergenre seperti ini. Ia sukses membawa kisah yang ditulis oleh Simpn dan Nick dari awal hingga akhir. Akting Simon dan Pegg, sudah pastinya akan membuat orang yang menontonnya tertawa. Mungkin karena pengaruh dari cerita yang ditulis oleh mereka, jadinya mereka sudah tahu bagaimana seharusnya berakting. Berbanding terbalik kejadiannya, jika cerita di film ini ditulis oleh orang lain. Jane Lynch yang terkenal sebagai Sue di Glee, hanya hadir sebagai cameo. Aktingnya terlihat biasa saja, tidak seperti waktu ia berakting sebagai Sue. Secara keseluruhan, saya menilai Paul sebagai film sci-fi comedy yang menghibur dan mungkin akan mengembalikan kekangenan anda dengan Simon dan Nick.

Cast : Nick Frost, Simon Pegg, Seth Rogen, Jane Lynch
Director : Greg Mottola

Rating :
3/5

Movie Still :






















Sabtu, 11 Juni 2011

Review : Hanna (2011)


Marissa Wiegler, Come and find me - Hanna. Kick Ass menjadi salah satu film yang akhirnya membawa Chloe Grace Moretz terkenal akan perannya di film tersebut sebagai Hit Girl. Di film Kick Ass karakter Hit Girl diperlihatkan sebagai seorang anak perempuan, dalam setelan superhero yang berani melawan siapapun dan menggunakan senjata apapun. Namun lupakanlah sejenak karakter Hit Girl, kini beralilah ke karakter baru yang jauh lebih stunning dibandingkan Hit Girl bernama Hanna. Hanna diperankan oleh Saoirse Ronan. Sebelumnya Ronan dikenal akan perannya sebagai anak perempuan yang kalem dan harus mati mengenaskan di Lovely Bones, kini sepertinya ia ingin mencoba karakter yang sama sekali baru untuknya. Selain Ronan di film ini juga ada Eric Bana dan Cate Blanchett. Sutradara film ini sudah pasti anda akan mengenalnya, ia sebelumnya menyutradarai Atonement dan Pride & Prejudice. Yep dialah Joe Wright.

Hanna (Saoirse Ronan) seorang anak remaja wanita berumur 16 Tahun , yang tinggal di sebuah hutan bersalju di daerah pedalaman Finlandia. Hanna tinggal di hutan tersebut bersama sang ayah, Erik Heller (Eric Bana). Erik Heller adalah seorang mantan agen CIA yang telah hilang puluhan tahun. Erik melatih Hanna baik secara fisik hingga mentalnya. Hanna diberi bekal, untuk mampu melawan musuh tanpa menggunakn senjata, selain itu juga Hanna belajar untuk berbicara dalam berbagai bahasa. Semua itu dilakukan Erik, untuk mempersiapkan Hanna membunuh seorang agen CIA bernama Marissa Wiegler (Cate Blanchett).

Untuk menilai film ini, pertama saya ingin katakan kalau ini film action thriller yang keren. Karakter Hanna jauh berbeda dengan karakter Hit Girl. Ronan di film ini ia terlihat berbeda, aktingnya baik banget. Ronan juga terlihat begitu terampil menampilkan setiap adegan demi adegan yang menggunakan senjata, bahkan melakukan martial arts. Jadi untuk fansnya Ronan jangan lewatkan film ini. Oh iya saya mau jujur sebelumnya, saya belum pernah melihat penampilan Ronan baik itu di Lovely Bones bahkan di The Way Back. Kasiaan yah saya. huhuhu. Cate Blanchett yang biasanya memiliki karakter yang kalem di setiap filmnya, di film ini ia terlihat jauh lebih sadis dan dia pun bisa memerankan karakternya dengan sempurna. Untuk Eric Bana, sayang sekali porsi perannya di film ini begitu sedikit, jadi tidak terlalu terekspos. Tapi adegan martial arts yang dilakukannya di film ini, jadi mengingatkan saya akan setiap adegan yang dilakukan Jet Li di setiap filmnya. Joe Wright sebagai sutradara, mampu mengambil setiap shot begitu dengan indah dan berjalan sesuai tempo yang dibangun cerita dalam film ini.


Cast : Saoirse Ronan, Cate Blanchett, Eric Bana
Director : Joe Wright

Rating :
3.5/5

Movie Still :
























Jumat, 10 Juni 2011

Review : Insidious (2011)


Dalton scares me when he gets up and walks around at night - Foster Lambert. Tahu film Paranormal Activity? Jika tahu film itu, pasti tahu sosok Oren Peli yang menyutradarai film tersebut. Oren Peli kini menjadi salah satu produser untuk sebuah film horor berjudul Insidious. Film ini disutradarai oleh James Wan, seorang sutradara asal Malaysia, yang sebelumnya sukses menyutradarai seri pertama SAW. Insidious memiliki cast yang pastinya beberapa diantara mereka sudah anda kenal sebelumnya,diantaranya : Patrick Wilson, Rose Byrne dan Ty Simpkins.

Cerita dari film ini menurut saya terlalu sederhana dan lebih mirip dengan film - film yang telah hadir di layar lebar sebelumnya. Diceritakan sepasang suami istri Josh (Patrick Wilson) dan Renai Lambert (Rose Byrne) yang baru saja pindahan ke sebuah rumah bersama ketiga anaknya, Dalton (Ty Simpkins), Foster (Andrew Astor) dan Cali. Awalnya kepindahan mereka kerumah itu, berlangsung dengan baik. Semua terlihat dalam kondisi yang stabil. Namun dimalam berikutnya suatu insiden kecil terjadi pada Dalton. Dalton ketika itu naik ke atas loteng, loteng itu gelap sekali. Waktu melihat sebuah lampu, Dalton untuk menyalakannya. Namun naas baginya ketika menaiki anak tangga kayu, Dalton jatuh. Dalton langsung berteriak kesakitan, Josh dan Renaipun buru - buru naik ke atas loteng melihat keadaan Dalton. Dalton hanya menderita luka - luka kecil dan tidak begitu berbahaya. Namun di pagi berikutnya, Dalton ditemukan koma. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Dalton, sampai dokterpun tidak dapat menjelaskan apa yang menjadi penyebab Dalton koma.

Membaca review - review lain, ada yang mengatakan jelek namun ada yang mengatakan bagus. Diantara review para sesepuh di ImBlog, banyak yang menulis bahwa film ini pure horror klasik. Memang bisa dilihat dari ramuan James Wan, yang ingin mengembalikan ciri khas sebuah film Horror seperti sedia kala. Penyutradaraannya keren, baru sekali ini lihat karya James Wan. James di film ini menggunakan shot-shot yang pastinya membuat jantung anda deg-deg-an. Akting dari Patrick Wilson dan Rose Byrne, saya nilai baik. Chemistry diantara mereka sebagai suami istri pun, terlihat begitu klop. Ty Simpkins yang memerankan Dalton Lambert, ternyata memiliki akting yang juga baik. Saya baru menyadari kalau ia sebelumnya tampil bersama Crowe dan Banks di The Next Three Days. So, saya mau minta maaf kalau saya mau rate film ini dengan rate lumayan. Saya rate seperti itu, karena mungkin saya tidak terlalu memperdalami film bergenre Horror apalagi Horror Klasik seperti yang diusung film ini.

Cast : Patrick Wilson, Rose Byrne, Ty Simpkins
Director : James Wan

Rating :
3/5

Movie Still :











Rabu, 08 Juni 2011

Review : Beastly (2011)


You are the most beautiful man I have ever met. - Lindy. Beauty and The Beast, animasi dari walt disney yang cukup populer pada eranya. Kisah dari animasi ini kemudian diceritakan kembali dengan setting dan era yang berbeda pula, kedalam sebuah novel remaja berjudul Beastly yang ditulis oleh Alex Flinn di tahun 2007. Kemudian di tahun 2011, kisah yang ada di novel tersebut diangkat menjadi sebuah film layar lebar yang memiliki judul yang sama dengan judul novelnya. Beastly dibintangi oleh Vannessa Hudgens, yang mungkin dikenal karena perannya di High School Musical dan Alex Pettyfer, si alien di film I Am Number Four. Untuk sang sutradara Daniel Barnz, di film ini ia tidak hanya menyutradrai namun, ia juga kebagian untuk menulis screenplaynya.

Kyle Kingston (Alex Pettyfer) anak remaja, yang mungkin kehidupannya bisa dikatakan sempurna. Ia kaya, tampan dan cerdas. Kyle adalah anak dari seorang penyiar televisi terkenal di amerika, Rob Kingston. Di sekolah, Kyle mencalonkan dirinya untuk menjadi ketua OSIS / Student Body President. Saat berkampanye, bisa dilihat Kyle adalah orang yang paling sombong, ia selalu memandang orang lain lemah dan berada di bawahnya. Ia juga sering mengejek seorang murid dari sekolah itu bernama Kendra Hilferty (Mary-Kate Olsen). Kendra, murid yang selalu berpenampilan berbeda disetiap kehadirannya di sekolah. Saat Kendra mendatangi pesta pencalonan Kyle, Kyle datang menghampiri Kendra dan langsung mencemooh Kendra dengan berbagai kata yang akhirnya membuat Kendra muak mendengarnya. Kyle tidak pernah mengetahui kalau Kendra bukan manusia biasa, tapi ia juga adalah seorang penyihir. Kendra memberi kutukan kepada Kyle, mukanya berubah hancur dan jauh berbeda dengan Kyle yang sebelumnya. Kendra mengatakan kepada Kyle, bahwa kutukan itu dapat lepas jika Kyle menemukan sosok wanita yang benar-benar mencintainya, sebelum batas waktu yang diberikan Kendra kepada dirinya.

Sepanjang film ini berjalan dari awal hingga akhir, saya tidak dapat begitu menikmatinya karena cerita yang dihadirkan begitu biasa dan terlalu sama dengan kisah Beauty and The Beast. Untuk akting, Vanessa Hudgens tidak begitu melihatkan bahwa ia memiliki perkembangan kualitas aktingnya. Akting Vanessa di film ini begitu standar, sama seperti waktu ia berperan sebagai Gabriella Montez di High School Musical. Saya awalnya berharap Alex Pettyfer, memiliki akting yang jauh lebih baik dari film sebelumnya. Namun yang bisa saya liat, aktingnya malah jauh lebih buruk di film ini. Entah apa yang terjadi dengan Alex. Mary-Kate yang beperan sebagai Kendra aktingnya pun, terlihat biasa saja. Namun beruntunglah film ini masih memiliki Neil Pattrick Harris, yang berakting dengan baik. Harris terlihat dengan sempurna memainkan karakter orang yang buta dan tidak memiliki kemampuan untuk melihat apapun. Saya mungkin tidak akan menilai bagaimana penyutradaraan Daniel Barnz dengan begitu spesifik. Daniel, terlihat menyutradarai film ini seperti sedang menyutradrai sebuah film tv. Segala efek yang ada di film ini pun, saya bisa bilang tidak terlalu spesial dibandingkan dengan I Am Number Four.


Cast : Alex Pettyfer, Vanessa Hudgens, Mary-Kate Olsen
Director : Daniel Barnz

Rating :
2/5

Movie Still :
































Selasa, 07 Juni 2011

Review : Unknown (2011)


I am Martin Harris! And I didn’t forget everything. - Dr Martin Harris. Sebelumnya mungkin anda ingat dengan sebuah film, yang menceritakan tentang ayah yang berusaha menyelamatkan putrinya dari dunia prostitusi Perancis? Jika anda ingat dengan filmnya, pasti anda juga ingat dengan aktor yang memerankan sang ayah. Yep, its Liam Neeson. Neeson kembali lagi dengan film yang bergenre sama, namun dengan cerita yang jauh berbeda. Film terbarunya itu berjudul Unknown. Unknown tidak hanya dibintangi oleh Neeson, namun film ini juga dibintangi Diane Kruger dan January Jones. Untuk penyutradaraannya, Unknown disutradarai oleh Jaume Collet-Serra. Jaume adalah seorang sutradara asal Spanyol, yang sebelumnya pernah menyutradarai House Of Wax Remake dan Orphan.

Unknown diadaptasi dari novel berjudul Hors de Moi, yang ditulis oleh seorang penulis asal perancis bernama Didier Van Cauwelaert.

Dr. Martin Harris (Liam Neeson) pergi ke Berlin, Jerman bersama sang istri Liz (January Jones) untuk menghadiri sebuah konfrensi international. Setelah sampai di Berlin, akhirnya mereka pergi ke Hotel untuk beristirahat. Namun sesampainya di Hotel, pada barang diangkat, Harris menyadari bahwa ada koper yang tertinggal di Bandara. Untuk itu Harris memutuskan meninggalkan sang istri di Hotel dan ia langsung menuju kembali ke bandara untuk mengambil koper yang tertinggal itu. Namun ketika di tengah perjalanan, taksi,yang ia tumpangi mengalami kecelakaan.

Selama 4 hari Harris tidak sadarkan diri. Namun setelah itu, Harris menyadari bahwa ia sudah berada di sebuah rumah sakit dan di bawah perawatan seorang dokter. Setelah kembali mengingat, jika sang istri berada di daerah yang belum pernah dikunjungi, akhirnya Harris memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit dan kembali ke Hotel. Sesampainya di Hotel Harris akhirnya bertemu dengan Liz, namun ada yang harus diterima oleh Harris, kalau saat ini Liz sudah tidak mengenali sosok Harris. Dan ketika pembicaraan tersebut, Liz memperkenalkan sesosok pria, pria tersebut memiliki nama dan kepribadian yang sama dengan Harris. Liz memperkenalkan pria tersebut sebagai suaminya. Harris kini bingung dengan apa yang terjadi, ia merasa semua ini seperti sebuah konspirasi dan perancanaan dan ia juga merasa bahwa sang istri berada di bawah ancaman. Namun akankah Harris dapat mengembalikan kehidupannya, seperti sedia dulu kala?

Untuk penilaiannya, Unknown adalah film action yang dari segi cerita tidak terlalu original menurut saya. Saya merasa bahwa cerita dari film ini, telah mengambil beberapa part dari film-film yang bergenre sama. Akting Neeson di film ini saya bilang bagus, ia bisa mengikuti cerita dengan baik. Namun penampilannya di film ini masih jauh dari penampilan sebelumnya di Taken yang terlihat jauh lebih stunning. January Jones sebagai sang istri pun, berakting dengan baik. Melihat Kruger di film ini, seperti membawa kembali memory saya ketika ia memerankan seorang wanita yang dibebaskan dirinya oleh sang suami di Anything For Her. Namun aktingnya di film ini saya rasa tidak teralu bagus, aktingnya terlihat begitu standar dibandingkan film - film dia sebelumnya.


Cast : Liam Neeson, January Jones, Diane Kruger
Director : Jaume Collet-Serra

Rating :
3/5

Movie Still :





















Senin, 06 Juni 2011

Review : Red Riding Hood (2011)


I'll do anything to be with you. - Valerie. Siapa yang masih ingat dengan dongeng gadis berkerudung merah? Pasti tidak ada yang pernah lupa akan dongeng tersebut. Kali ini cerita tentang gadis berkerudung merah tersebut, diangkat ke layar lebar di bawah naungan rumah produksi Warner Bros Pictures. Filmnya berjudul Red Riding Hood. Red Riding Hood dibintangi oleh Amanda Seyfried, Lukas Haas,Billy Burke dan Gary Oldman. Untuk yang bertugas menyutradarai film ini adalah Catherine Hardwicke, yang sebelumnya sukses menyutradarai seri pertama Twilight Saga.

Desa kecil Daggerhorn suatu hari berubah menjadi mengerikan, ditemukan seorang mayat wanita terbunuh akibat gigitan serigala. Sebelumnya desa ini telah dikutuk oleh adanya teror serigala yang haus akan darah. Mayat yang meninggal itu ternyata adalah saudara perempuan Valerie (Amanda Seyfried) bernama Lucie (Alexandra Maillot). Sejak saat itu rakyat Daggerhorn berusaha untuk bersembunyi, supaya tidak terbunuh oleh serigala yang buas tersebut.

Valerie begitu sayang terhadap sang kakak, ia merasa kehilangan atas kepergiannya. Diluar masalah ini, Valerie memiliki masalah percintaan yang begitu sulit untuk ia selesaikan. Valerie begitu jatuh cinta dengan seorang pemotong kayu bernama Peter (Shiloh Fernandez), namun di sisi yang lain ia telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya untuk dapat menikah dengan anak dari Adrian (Michael Shanks) bernama Henry (Max Irons). Namun siapakah yang Valerie akan pilih, Henry / Peter?

Lanjut, untuk menghentikan teror dari serigala tersebut, Adrian, Henry, Peter dan Cesaire (Billy Burke) mencari keberadaan serigala tersebut, dan mereka juga berniat untuk membunuhnya. Namun sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, Adrian ayah dari Henry harus meninggal akibat gigitan buas serigala tersebut. Setelah itu hadirlah Father Solomon (Gary Oldman), yang terkenal sebagai seorang pemburu serigala termasyur untuk menelisik kasus yang terjadi di desa ini. Menurut Father Solomon, bahwa serigala yang menyerang itu bukanlah seekor serigala biasa tapi seekor serigala jadi - jadian / werewolf.

Secara keseluruhan Red Riding Hood adalah film yang saya nilai parah. Parah dari segi cerita dan segi penyutradaraan. Untuk ceritanya bisa dibilang terlalu cheesy/ bisa dibilang standar. Sebenarnya cerita dari film ini masih bisa dikembangkan, yang pada akhirnya bisa menjadi tontonan yang menarik. Penyutradaraannya pun saya bilang tidak jauh berbeda, dengan apa yang dilakukan oleh Catherine dengan seri pertama Twilight, mulai dari angle pengambilan gambar dan tone warna. Untuk akting, Amanda Seyfried terlihat biasa saja, tidak ada yang menarik dengan aktingnya di film ini. Saya berharap dengan adanya Gary Oldman, akan merubah penilaian saya terhadap film ini, namun ternyata tidak tuh. Sebenarnya Oldman sudah berakting dengan baik, namun ia seperti terbatasi/terkekang dengan naskah yang ada. Oh iya kelebihan film ini adalah twistnya yang cukup lumayan membuat saya kaget. Bagi yang suka cerita menye - menye ala twilight silakan nonton film ini, namun jika tidak suka acuhkan saja film ini.


Cast : Amanda Seyfried, Gary Oldman, Max Irons, Shiloh Fernandez, Lukas Haas
Director : Catherine Hadwicke

Rating :
1.5/5

Movie Still :

























Jumat, 03 Juni 2011

Review : Diary Of Wimpy Kid 2 : Rodrick Rules (2011)


It's not poop, it's chocolate. See? - Greg Heffley. Diary seorang Greg Heffley (Zachary Gordon) kembali ditulis dalam lembaran yang baru. Kali ini Greg akan menceritakan bagaimana ia bersama teman - teman, termasuk sahabatnya Rowley (Robert Capron) memasuki 7th Grade. Greg melihat bahwa yang masuk 7th Grade, tidak jauh berbeda dengan teman - teman yang sebelumnya ia temui di tingkat terakhir. Namun ketika pesta pertemuan siswa dan siswi 7th Grade di sebuah arena sepatu roda, Greg begitu terpaku dan langsung jatuh hati dengan sosok Holly Hills (Peyton List). Greg yang saat itu sedang bersama dengan Rowley, langsung mengatakan ia akan berusaha untuk suatu saat nanti dapat berhubungan dekat dengan Holly Hills. Dan diary ini pula ia menuliskan bagaimana ia harus selalu berhubungan dekat dengan kedua saudara laki - lakinya, Manny (Connor Fielding / Owen Fielding) dan Rodrick (Deveon Bostick). Semua ini karena program si ibu, Susan Heffley (Rachael Harris) yang sedang bekerja sebagai seorang kontributor untuk kolom keluarga di suatu koran. Bisa diketahui sendiri bahwa Greg tidak pernah akur dengan Rodrick juga dengan Manny, tapi semua itu Greg usahakan untuk ia jalani.

Kisah Greg diatas terdapat dalam film, Diary Of Wimpy Kid 2 : Rodrick Rules. Diary Of Wimpy Kid 2 : Rodrick Rules, adalah kelanjutan dari film Diary Of Wimpy Kid ditahun 2010. Kisah Diary Of Wimpu kid sebenarnya diangkat dari buku yang berjudul sama dan ditulis oleh Greg Heffley.Setelah dua buku yang diangkat ke layar lebar, masih ada tiga buku lagi yang nantinya akan kita dapat saksikan.

Pada akhirnya, Diary Of Wimpy Kid 2 adalah film yang menyenangkan. Namun bisa dikatakan kualitas film ini jauh berada di bawah film pertamanya, yang cukup sukses. Zachary Gordon yang memerankan Greg Heffley di film ini aktingnya terlihat begitu datar, tidak seperti di film sebelumnya dimana ia bisa menunjukan gesture muka yang lebih lucu. Berbeda dengan Zachary, Robert Capron yang memerankan Rowley tetap menjaga kualitasnya untuk film ini, Robert tetap bisa membuat orang yang menontonnya tertawa. By The Way untuk sutradaranya, film ini memakai sutradara yang berbeda. Di film kedua ini pihak rumah produksi 20th Century Fox, mempercayakannya kepada David Bowers, yang sebelumnya terkenal akan karyanya, Astro Boy dan Flushed Away.

Cast : Zachary Gordon, Devon Bostick, Robert Capron
Director : David Bowers

Rating :
3/5

Movie Still :













Kamis, 02 Juni 2011

Review : Scream 4 (2011)


You forgot the first rule of remakes; don't fuck with the original! - Sidney Presscot. Siapa yang tidak mengenal sosok Ghostface? pasti jika kalian pencinta genre thriller atau pecinta karya Wes Craven, pasti mengenalnya. Teror Ghostface kembali lagi di instalmen terbaru Scream, Scream 4. Scream 4 masih dibintangi oleh Neve Campbell, David Arquette dan Courtney Cox, yang juga membintangi 3 film sebelumnya. Selain mereka ada beberapa pemain baru, yang beberapa diantaranya pasti kalian sudah kenal sebelumnya seperti Emma Roberts, Hayden Panettiere, Rory Culkin, Adam Brody dan Anthony Anderson.

Diceritakan Sidney Presscot (Neve Campbell), yang selalu selamat dari penyerangan Ghostface kembali ke kota asalanya di Woodsbro. Kehadiran Sidney di kota Woodsbro, sebenarnya untuk mempromosikan buku terbaru yang ditulisnya. Kehadirannya kembali di Woodsbro, ternyata telah di tunggu - tunggu oleh teman terdekatnya, Dewey (David Arquette) yang kini menjadi Sheriff dan juga sang istri Gale (Courtney Cox). Tidak hanya mereka, Ghostfacepun rindu akan sosok Sidney. Kehadiran Sidney, ternyata menjadi awal munculnya kembali teror dari Ghostface. Teror yang dilakukan oleh Ghostface, masih sama seperti apa yang pernah dialami sebelumnya yaitu lewat telfon. Dan saat telfon berdering seseorang harus mengangkatnya dan Ghostface akan bertanya "What's Your Favourite Scary Movie?", setelah itupun Ghostface pasti akan menyerang orang yang menerima panggilannya.

Beberapa orang disekitar Sidney menerima teror yang yang mengerikan tersebut termasuk sang sepupu, Jill (Emma Roberts). Namun tidak hanya Jill, beberapa teman dari Jill yaitu Olivia (Mariel Jaffe) dan Kirby (Hayden Panettiere) pun menerima teror yang mengerikan tersebut. Namun akankah mereka selamat setelah menerima teror itu?

Scream 4, menjadi obat kangen untuk para pecinta 3 film sebelumnya.Wes Craven sebagai sang sutradara ternyata masih berusaha untuk menjaga keorisinalitasan film ini, dengan menghadirkan kembali tokoh utama dari 3 film sebelumnya. Mungkin untuk menilai cara bagaimana Craven menyutradarai film ini, saya rasa tidak perlu lagi. Craven yang memang terkenal sebagai sutradara film bergenre thriller, terlihat begitu baik menyutradarai dan menguasai seluruh cerita di film ini. Neve Campbell yang kembali datang ke film ini, ternyata masih dapat memerankan karakter Sidney dengan sempurna. Berbeda dengan Sidney, berbeda pula dengan David Arquette dan Courtney Cox. Entah kenapa dua orang ini telihat begitu tidak menjiwai karakter yang mereka sebelumnya pernah mainkan, terlihat seperti malas untuk membintangi film ini. Yang terakhir saya ingin memuji akting dari Emma Roberts dengan satu kata "WOW". Intinya Scream 4 adalah film karya Craven yang pastinya menghibur dan membuat jantung anda berdegup kencang begitu anda menyaksikannya.

Cast : Neve Campbell, David Arquette, Courtney Cox, Hayden Panettiere, Adam Brody, Emma Roberts
Director : Wes Craven

Rating :
3/5

Movie Still :













Rabu, 01 Juni 2011

Review : The Lincoln Lawyer (2011)


I checked the list of people I trust and your name ain't on it. - Mick Haller. Pengacara pada umumnya adalah profesi yang begitu berpengaruh dalam dunia hukum. Pengacara biasanya ditugaskan untuk membela seseorang / klien dalam persidangan. Dan itulah profesi yang diangkat ke dalam film, The Lincoln Lawyer yang disutradarai oleh Brad Furman. Dan untuk castnya, film ini dibintangi oleh Matthew McConaughey, Marisa Tomei dan Ryan Phillipe.

The Lincoln Lawyer, diadaptasi dari sebuah novel terlaris yang memiliki judul yang sama dan ditulis oleh seorang novelis bernama Michael Connelly.

Film ini bercerita tentang seorang pengacara bernama Mickey Haller (Matthew McConaughey). Mickey Haller terkenal sebagai seorang pengacara yang selalu tampil wah dan ketika berpergian ia selalu menggunakan Lincoln Town Car-nya. Untuk berpindah dari satu penjara ke penjara yang lain dan dari satu pengadilan ke pengadilan yang lain, ia tidak pernah mengendarai mobilnya sendiri tapi ia selalu bersama sang supir bernama Earl (Laurence Mason). Mickey menengani klien dan kasus yang pastinya berbeda - beda, mulai dari seseorang yang dinyatakan tidak bersalah dan seorang anggota dari sebuah geng motor. Bisa dikatakan Mickey Haller adalah seorang pengacara yang begitu dengan pandainya berbicara / bermain kata - kata. Dalam menangani setiap kasusnya, Haller selalu dengan sempurna mengurangi hukuman kliennya / bahkan membebaskan kliennya. Suatu kali Haller ditawari sebuah kasus dengan bayaran yang begitu banyak oleh temannya, Val (John Leguizamo). Val menawari sebuah kasus yang melibatkan anak orang kaya bernama Louis Roulet (Ryan Phillippe), yang dimana kasusnya adalah Roulet dianggap memukuli seorang pelacur hingga begitu parah. Akhirnya Haller menerima kasus ini. Dalam menangani kasus ini Haller tidak berjalan sendiri, ia menyelidiki kasus ini bersama teman lamanya Frank Levin (William H. Macy). Levin berfirasat buruk terhadap sosok Roulet, ia menganggap kalau memang yang melakukan pemukulan ini. Namun Haller yang begitu terbutakan akan jumlah uang yang begitu banyak, ia tidak mempercayainya.

Secara keseluruhan lincoln lawyer, film crime - thriller yang tidak begitu berat. Alur cerita yang dihadirkan oleh film ini dengan sangat mudah diikuti. Film ini memiliki alur yang naik turun, yang begitu mudah membuat emosi penonton dari film ini pun terbawa. McConaughey yang sebelumnya bermain di Ghost Of Girlfriend Past dengan begitu konyol, di film ini ia terlihat serius dan dengan baik memerankan tokoh Mickey Haller. Marissa Tomei yang sebelumnya bermain di The Wrestler pun bisa mengimbangi kualitas akting McConaughey dengan begitu baik. Ryan Phillipe yang disini berperan sebagai Roulet, bisa menunjukan jika ia juga dapat berakting dengan baik dibandingkan dua seniornya, hal itu terlihat bagaimana ia memainkan ekspresi wajahnya yang tiap menitnya dapat berubah mulai dari jahat, baik hingga sedih. The Lincoln Lawyer adalah film crime thriller yang tidak boleh dilewatkan dan siap - siap untuk emosi anda dipermainkan ketika anda menontonnya.


Cast : Matthew McConaughey, Marisa Tomei, Ryan Phillipe
Director : Brad Furman

Rating :
3.5/5

Movie Still :