Sabtu, 28 Mei 2011

Review : Limitless (2011)


A tablet a day and I was Limitless... -Eddie Morra.Umumnya seorang manusia hanya dapat menggunakan 20% kemampuan otaknya. Dan bagaimanakah agar kemampuan otak tersebut dapat digunakan 100% maksimal? Sepertinya jika ada seorang manusia yang dapat menggunakan kemampuan otaknya secara 100%, ia dapat melakukan segala apapun. Itulah yang terjadi dengan Eddie Morra di film Limitless. Limitless adalah film bergenre thriller yang dibintangi oleh Bradley Cooper, Abbie Cornish, Robert De Niro dan Anna Friel. Dan untuk yang menyutradarai film ini adalah seorang Neil Burger, yang sebelumnya sukses mendirect film The Illusionist di tahun 2006.

Eddie Morra (Bradley Cooper) yang merupakan seorang penulis, berniat untuk menulis buku terbarunya. Namun setelah beberapa bulan, belum ada satu katapun yang ia tuangkan / ia tulis kedalam buku terbarunya tersebut. Akhirnya disuatu pagi, Eddie bertemu dengan adik dari mantan istrinya yaitu vernon (Johny Whitworth). Dan didalam pembicaraannya dengan Vernon, Vernon memberikan suatu pil yang bisa menstimulasikan / membuat kerja otak menjadi maksimal. Pil itu adalah NZT-48. Setelah itu akhirnya Eddie mencoba meminum Pil yang diberikan Vernon tersebut dan khasiat yang dibilang oleh Vernon terjadi pada dirinya, Eddie menjadi memiliki ide untuk tulisannya dan ia juga mampu mengingat apa yang sebelumnya telah terjadi pada dirinya.Namun ternyata efek dari obat tersebut hanya sementara, Eddie berubah menjadi orang yang tergantung akan obat tersebut. Untuk mendapatkannya kembali, akhirnya Eddie menghubungi Vernon.

Sesampainya di tempat Vernon, Eddie disuruh Vernon untuk terlebih dahulu mengambilkan jas dan membeli sarapan untuknya. Setelahnya Eddie kembali ke tempat Vernon, tapi apa yang didapatnya ternyata Vernon dibunuh secara mengenaskan. Bagaimanakah dengan nasib Eddie selanjutnya? Akankah Eddie kembali akan mendapatkan NZT-48?

Limitless bisa saya katakan adalah sebuah film yang begitu menegangkan dari awal hingga akhir. Aktingnya di film ini jauh lebih terlihat serius dibandingkan ketika ia satu gang bersama Zach dan Ed Helms di The Hangover. Robert De Niro yang selalu tampil cemerlang di setiap filmnya, di film ini pun ia tetap menunjukan konsistensinya dalam berakting. Mungkin ada beberapa elemen dari film ini yang ada di beberapa film lain, tapi jujur saya katakan film ini adalah film thriller yang seru dan jauh dari kesan menyeramkan. Neil Burger sebagai sang sutradara ternyata bisa membawa cerita yang ditulis oleh Leslie Dixon dengan baik. Dan sebenarnya cerita dari film ini diangkat/diadaptasi dari sebuah novel berjudul The Dark Fields yang ditulis oleh Alan Glynn. Jadi saya bisa katakan, sayang jika anda melewatkan film yang dibintangi oleh Cooper ini di bioskop. Dan terakhir saya mau katakan, selamat menyaksikan.

Cast : Bradley Cooper, Robert De Niro, Abbie Cornish, Anna Friel
Director : Neil Burger

Rating :
3.5/5

Movie Still :


























Jumat, 27 Mei 2011

Review : Source Code (2011)


What would you do if you knew you only had one minute to live? - Colter Stevens. Apa yang terjadi jika anda berada di dunia yang berbeda selama 8 menit? Bingung? mungkin itulah yang ada di pikiran anda. Dan itulah juga yang berada di pikiran seorang Kapt. Colter Stevens dalam sebuah film berjudul Source Code. Source Code adalah sebuah film bergenre sci-fi arahan Duncan Jones, yang sebelumnya sukses dengan MOON.
Film ini dibintangi oleh Jake Gyllenhall, Michelle Monaghan, Vera Farmiga dan Jeffrey Wright.

Kapt. Colter Stevens (Jake Gyllenhall) tiba-tiba ia terbangun dengan keadaan ia disebuah kereta, yang didepannya terdapat seorang wanita yang memanggilnya Sean. Ia merasa bingung, karena ia merasa asing dengan kereta tersebut dan dengan wanita yang memanggilnya Sean. Kebingungan tersebut akhirnya terjawab, Kapt. Colter Stevens berada di sebuah kapsul bernama Source Code. Dan Kapt. Colter Stevens berada di bawah pimpinan seorang wanita bernama Colleen Goodwin (Vera Farmiga). Dan menjawab kebingungan Colter, Goodwin menjelaskan jika pada hari itu terjadi peledakan bom di sebuah kereta api yang banyak merenggut jiwa. Setelah itu pula, Goodwin menyuruh Colter untuk kembali ke dunia Source Code dan mencari siapakah yang menjadi otak/pelaku dari peledakan bom tersebut. Selain itu pertanyaan lain dari Colter pun terjawab, ternyata wanita yang bersamanya tersebut adalah Christina Warren (Michelle Monaghan), kekasih dari Sean Fentress. Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Akankah Colter menemukan dalang dari pengeboman kereta tersebut?

Source Code bisa dikatakan sebagai penolong untuk para movie freaks di masa kekosongan film summer movies, di Indonesia. Bisa dikatakan Source Code adalah film yang begitu menarik dari awal film ini mulai hingga akhirnya. Tapi entah kenapa saya tidak menemukan feel yang begitu excited untuk film ini, tidak seperti orang lain banyak yang sebelumnya telah menyaksikan. Akting Gyllenhall terlihat begitu baik, begitu juga dengan Michelle Monaghan. Dan chemistry diantara mereka berdua pun, terlihat terbangun dengan baik. Untuk Vera Farmiga tidak ada yang perlu diragukan kembali. Ia terlihat begitu totalitas dalam memainkan setiap peran, termasuk di film ini. Jujur saya belum lihat film Duncan Jones sebelumnya, namun boleh dikatakan penyutradaraannya di film ini keren banget, ia bisa membawa cerita dengan baik sejak awal film ini mulai. Ada beberapa orang yang bilang film ini sulit untuk diikuti, layaknya menonton Inception. Tapi menurut saya tidak ada yang sulit kok, terlewat sedikit pun, saya rasa anda masih tetap mengerti alur ceritanya.


Cast : Jake Gyllenhall, Michelle Monaghan, Vera Farmiga
Director : Duncan Jones

Rating :
4/5

Movie Still :





































Senin, 23 Mei 2011

Review : RIO (2011)


Maybe we could find a bus schedule or something? -Blu.Persahabatan ternyata tidak terjadi hanya pada manusia dengan manusia, tapi hal itu bisa terjadi pula dengan manusia dan hewan. Terkadang juga hubungan manusia dengan hewan jauh lebih intim dibanding dengan sesamanya. Itulah yang terjadi dengan Blu dan Linda. Kisah Blu dan Linda terdapat di sebuah film animasi terbaru keluaran 20th Century Fox dan Blu Sky film berjudul RIO. RIO memiliki pengisi suara yang tentunya sudah dikenal oleh semua pecinta film, seperti Leslie Mann, Wanda Sykes, Jesse Eisenberg, Jane Lynch, Anne Hathaway, Will.I.Am dan Jamie Foxx. Untuk yang menjadi sutradara untuk RIO ini adalah Carlos Saldanha, yang sebelumnya sukses membawa trilogy ICE AGE.


Blu (Jesse Eisenberg) seekor burung kakao yang hidupnya berubah 360 derajat setelah pertemuannya dengan Linda (Leslie Mann). Blu hidup di sebuah toko buku yang begitu kecil milik Linda, di Moose Lake, Minnesota. Suatu kali di pagi hari dengan cuaca yang begitu dingin dengan bersalju, datanglah seorang peniliti burung bernama Tulio (Rodrigo Santoro). Tulio mengatakan kepada Linda jika Blu adalah satu - satunya burung kakao jantan yang tersisa. Dengan mengatakan hal tersebut, sebenarnya Tulio ingin mengajak Linda untuk menyatukan Blu dengan burung kakao betina yang ada di Rio de Janeiro, Brazil. Pada akhirnya Linda menyetujui ajakan Tulio untuk pergi ke Brazil membawa Blu. Sesampainya Linda bersama Blu dan Tulio, Blu langsung dibawa ke tempat dimana kakao betina tinggal dan akhirnya mereka dipersatukan. Kakao betina itu bernama Jewel (Anne Hathaway). Di Rio, terkenal dengan seorang penyeludup hewan langka bernama Nigel (Jermaine Clement). Blu dan Jewel berhasil menjadi tawanan dari Nigel. Tapi akankah mereka selamat?? Apakah Blu akan bertemu kembali dengan Linda??


RIO bisa dibilang sebuah film animasi yang begitu sangat menghibur dari awal hingga akhir. Efek animasi yang digunakan begitu perfect, tidak mengecewakan hampir sama hasilnya dengan film Ice Age Trilogy. Suara Eisenberg, begitu menyatu dengan karakter Blu yang terlihat jauh ekspresif dibandingkan dengan burung kakao yang lain. Hal itu pun terjadi dengan Anne Hathaway. Selain itu kehadiran Jamie Foxx dengan Will.I.Am membuat film ini jauh lebih musikal dan membuat kita ingin menari, mendengar soundtrack - soundtrack yang mereka nyanyikan. Soundtracknya pokok- e top punya. Untuk menarik pangsa pasar pun, pihak rumah produksi bekerjasama dengan Rovio, rumah produksi pencipta game Angry Birds untuk membuat game Angry Birds versi RIO. Intinya RIO tidak boleh terlewatkan, apalagi jika anda pecinta film animasi khususnya ICE AGE trilogy.


Cast : Jesse Eisenberg, Anne Hathaway, Jane Lynch, Jamie Foxx, Will.I.Am
Director : Carlos Saldhana

Rating :
3.5/5

Movie Still :





















Jumat, 20 Mei 2011

Review : Drive Angry (2011)


There is compassion in Hell. - Milton. Balas dendam adalah rasa yang pastinya ada di setiap manusia termasuk John Milton. John Milton diperankan oleh Nicholas Cage untuk Drive Angry (3D). Drive Angry adalah sebuah film action yang tidak hanya menampilkan Nicholas Cage di film ini, tapi juga hadir Amber Heard, William Ficthner, David Morse dan Billy Burke. Untuk yang menjadi sutradara bagi film ini ada Pattrick Lussier, yang sebelumnya juga menyutradarai horror remake, My Bloody Valentine.

Drive Angry menceritakan tentang John Milton (Nicholas Cage) yang bangkit dari neraka ke bumi untuk balas dendam kematian putrinya. Kematian putrinya tersebut disebabkan karena, keikutsertaan putrinya di sebuah sekte yang ternyata sesat. Di bumi, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Piper (Amber Heard). Pertama kali ia bertemu Piper, ketika Piper menjadi seorang pelayan di sebuah kedai/cafe. Karena mobil yang ia gunakan rusak, akhirnya John menumpang dengan Piper untuk membunuh Jonah King (Billy Burke), si pemimpin sekte yang menyebabkan putrinya meninggal dunia.

Bisa dikatakan Drive Angry adalah film kelas B, yang dimana didalamnya terdapat sex scenes, adegan tembak - menembak yang lebay namun keren dan yang lainnya. Cage entah kenapa mau bermain di film seperti ini, padahal sebelumnya ia telah gagal di Season Of The Witch. Seharusnya ia berusaha, untuk mengambil peran yang jauh lebih baik daripada film sebelumnya. Patrick Lussier sebagai sang sutradara sepertinya masih menggunakan model/teknik pengambilan gambar yang sama seperti film sebelumnya, My Bloody Valentine. Namun jujur film ini jauh lebih mengibur dibandingkan MBV. Dan setiap adegan 3D di film ini dibuat sehalus mungkin, jadi tidak terlihat sebagai efek 3D yang dibuat dengan komputer. Soundtracknya yang begitu rock, begitu cocok dengan setiap scene yang hadir di film ini. Tapi, Secara keseluruhan, Drive Angry adalah sebuah film kelas B yang ceritanya buruk namun menghibur dari awal hingga akhir.


Cast : Nicholas Cage, Amber Heard, Billy Burke
Director : Pattrick Lussier


Rating :
2.5/5

Movie Still :


























Selasa, 17 Mei 2011

Review : Biutiful (2010)


Look in my eyes. Look at my face. Remember me, please. Don't forget me, Ana. Don't forget me, my love, please - Uxbal. Kehidupan atau kematian seorang manusia kadang hanya ada di tangan tuhan. Tuhan merancang dengan begitu baik kehidupan dari setiap kita, mulai dari lahir hingga berakhirnya kehidupan kita. Dan kadang tuhan merancang kehidupan akhir kita dengan memberikan rasa sakit, yang mungkin lebih sakit dari kehidupan yang kita. Dan inilah yang dirasakan seorang pria bernama Uxbal. Kisah Uxbal ini berada di sebuah film berjudul Biutiful. Biutiful adalah sebuah film drama yang disutradarai oleh Alejandro Gonzalez Inarritu. Inarritu sebelumnya mungkin terkenal akan karya - karyanya yang begitu memukau seperti 21 Grams, Amores Perros dan Babel. Dari seluruh cast yang ada di film ini, yang lebih kita kenal hanya Javier Bardem yang sebelumnya bermain di Eat Pray Love bersama Julia Roberts. Karena aktingnya di film ini, Javier Bardem sempat dinominasikan untuk kategori Best Actor di ajang oscar kemarin. Selain Bardem ada beberapa nama lainnya seperti Hanna Bouchaib, Cheng Tai Shen, Maricel Alvarez dan Guillermo Estrella.

Uxbal (Javier Bardem) adalah seorang ayah dari dua orang anak yaitu Ana (Hanna Bouchaib) dan Mateo (Guillermo Estrella). Untuk menyambung kehidupan kesehariannya Uxbal bekerja sebagai seorang penyedia tenaga kerja dari china dan afrika yang masuk secara illegal. Ia juga kadang diminta oleh beberapa orang untuk menghantarkan roh - roh orang yang baru saja meninggal untuk dapat bisa melanjutkan kehidupannya di alam yang jauh lebih baik dengan menggunakan karunia yang ia miliki. Sedangan sang istri, Marambra (Maricel Alvarez) ,sudah tidak tinggal bersama lagi dengan Uxbal. Marambra adalah seorang istri yang mempunyai kepribadian ganda dan kadang berlaku seperti orang gila. Dan suatu hari uxbal memeriksa kesehatannya, dan yang baru ia ketahui bahwa ternyata ia menderita penyakit yang begitu ganas. Dan karena penyakit tersebut, ia harus menerima kenyataan bahwa umurnya hanya tinggal beberapa bulan saja. Dan bagaimanakah Uxbal menjalani kehidupan kesehariannya? Dan bagaimana pula kondisi / nasib dari anak - anaknya jika akhirnya Uxbal tiada?

Sebuah film yang begitu memukau. Cerita yang dihadirkan pun terasa begitu manusiawi sekali. Javier Bardem adalah nyawa untuk film ini, karena apabila tidak adanya Bardem, film ini pun akan terasa biasa saja.Sayang bardem tidak memenangkan best actor di oscar kemarin, karena menurut saya akting Bardem jauh lebih memukau daripada akting seorang Colin Firth di The King Speech. Jujur, dari semua karya dari Inarittu, saya hanya baru menyaksikan Babel yang dibintangi oleh Brad Pitt. Inarittu dengan baik membawa film ini dari awal hingga akhir. Alur dari film ini yang pada awalnya, memang sedikit terasa membosankan. Namun pada akhirnya kita akan disuguhkan sebuah kisah yang begitu menarik untuk diikuti dan lebih menguras perasaan orang yang menyaksikannya.

Cast : Javier Bardem, Maricel Alvarez, Hanna Bouchaib, Guillermo Estrella
Director : Alejandro Gonzalez Inarittu


Rating :
4/5


Movie Still :








Sabtu, 14 Mei 2011

Review : I Am Number Four (2011)


You have no idea of what I'm capable of. - John. Kisah romantis antara 2 mahluk yang berbeda, sebelumnya pernah diangkat oleh stephanie meyer di novel saga twilight. Dan dari novel tersebut akhirnya diangkat ke layar lebar. Kali ini giliran novel karya Pittacus Lore yang diangkat ke layar lebar oleh D.J Caruso dan Michael Bay. Jika ada nama Michael Bay pasti yang akan terbayangkan adalah Transformers atau film - film yang memiliki effect yang memukau. Untuk effect memang sangat memukau dan begitu memanjakan mata. Dan film yang dimaksud adalah I Am Number Four. I Am Number Four memiliki jajaran cast yang kebanyakan masih muda dan mungkin karena pangsa pasar yang ingin ditarik oleh film ini adalah anak muda, seperti Alex Pettyfer, Teresa Palmer, Dianna Agron dan Callan McAullife. Sang sutradara D.J Caruso sebelumnya terkenal akan karyanya Disturbia dan Eagle Eye.

Bercerita dimana delapan anak dari Planet Lorien yang dilarikan ke bumi akibat perang saudara yang terjadi di planet tersebut. Di bumi masing - masing dari anak tersebut dijaga oleh seorang guardian/ warrior. John Smith (Alex Pettyfer) salah satu dari 8 anak tersebut berhasil selamat dari planet tersebut dan bersembunyi bersama sang penjaga, Henry (Timothy Olyphant) di bumi. Namun ternyata mereka tidak bisa diam dengan tenang di Bumi, mereka harus berpindah dari satu kota ke kota lain untuk menghindar dari Mogadorians. Tiga dari 8 anak dari planet lorien tersebut sudah meninggal / terbunuh. John dalam keseharian dilarang bersoasialasi oleh Henri. Selain itu Henri melarang supaya John tidak pernah difoto / yang memfoto dirinya agar keadaannya aman selama dia tinggal disuatu tempat. Kini John dan Henri bertempat tinggal di Paradise, Ohio. Di kota tersebut John melanjutkan studi / sekolahnya. Di sekolah tersebut lah, akhirnya John bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Sarah. Tidak hanya Sarah (Dianna Agron), tapi ia juga bertemu teman baru bernama Sam (Callan McAuliffe) yang dimana ia memiliki masalah kelam tentang sang ayah yang hilang akibat alien.

Well bisa dibilang sebenarnya I Am Number Four adalah sebuah film sci-fi romance remaja yang cukup menarik dan malah lebih menarik daripada kisah cinta Bella dan Edward di Twilight Saga. Kisah awal mula tentang seorang John dengan baik dijelaskan tidak seperti di Twiilight dimana tiba - tiba Bella langsung melihat Edward (eww..). Dari segi akting semuanya udah ok lah, dianna pun jauh lebih baik di film ini daripada di The Romantics. Tapi ada satu yang harus disayangkan kenapa kualitas film ini, membuat saya seperti menonton sebuah tv series layaknya smallville.

Cast : Alex Pettyfer, Timothy Olyphant, Dianna Agron, Kevin Durand, Teresa Palmer, Callan McAuliffe
Director : D.J Caruso

Rating :
2.5/5

Movie Still :












Jumat, 13 Mei 2011

Review : The Company Men (2010)


Because I have faith, courage and enthusiasm.- Bobby Walker. Mungkin masih ada yang ingat dengan Up In The Air yang dimana castnya ada George Clooney dan Vera Farmiga? Untuk Up In The Air menceritakan tentang bagaimana profesi orang - orang yang memecat orang lain dari perusahaan sedangkan untuk film ini, The Company men menceritakan tentang beberapa orang yang harus dipecat dari perusahaan.The Company Men berisi cast - cast yang sudah memiliki nama dalam industri perfilman Hollywood seperti Ben Affleck,Tommy Lee Jones, Chris Cooper dan Kevin Costner. Untuk yang menyutradarainya adalah John Wells.

Berlatar tahun 2008, dimana perekonomian Amerika Serikat sedang diguncang dan banyak perusahaan - perusahaan yang terkena imbasnya hingga beberapa perusahaan memutuskan untuk mem-phk beberapa karyawan. Dan hal ini terjadi pada Bobby Walker (Ben Affleck). Bobby adalah seorang eksekutif menegah dari perusahaan GTX yang harus di-phk / dikeluarkan dari perusahaan untuk pertama kalinya. Setelah pemecatan tersebut, Bobby berubah menjadi orang yang harus kembali melamar dari satu tempat ke tempat yang lain. Ada beberapa perusahaan yang tidak menerima, namun ada juga yang menerima tapi dengan jangka waktu kerja yang ternyata hanya sebentar saja. Sejak itu pula pola gaya hidup keluarga seorang eksekutif yang biasa dijalani Bobby, harus pergi untuk sementara. Bobby tidak bisa ikut lagi dalam klub golf, mobil porsche-nya pun harus dijual. Namun di perusahaan GTX hal ini tidak terjadi hanya terhadap Bobby, tapi juga terjadi kepada Phil Woodward (Chris Cooper) dan Gene McCarly (Tommy Lee Jones).

Sepertinya tema pemecatan sebagai suatu tema yang begitu menarik untuk diikuti. Saya begitu enjoy menonton film yang penuh drama dan intrik ini dari awal hingga akhir, seperti ketika saya menonton Up In The Air. John sebagai sang sutradara cukup sukses mengeksekusi cerita yang ingin dihadirkan film ini. Awalnya saya pikir jika cerita yang dihadirkan akan berat karena dilihat dari jajaran castnya, namun ternyata cerita mudah dicerna. Terakhir sebenarnya dari film ini ada sebuah pesan yang begitu berharga yang saya tangkap, bahwa jika kita telah mengalami suatu kegagalan, janganlah kita down tapi cobalah untuk berusaha keep survive menghadapi setiap rintangan yang ada di depan kita.


Cast : Ben Affleck, Chris Cooper, Tommy Lee Jones, Kevin Costner
Director : John Wells

Rating :
3.5/5

Movie Still :













Rabu, 11 Mei 2011

Review : Gnomeo & Juliet (2011)


I'm not illiterate! My parents were married! - Lord Redbrick. Gnomeo & Juliet adalah film animasi yang diangkat dari cerita ciptaan William Shakespeare's, Romeo and Juliet. Untuk Gnomeo dan Juliet diisi suaranya oleh aktor dan aktris yang sudah cukup sukses di kancah perfilman Hollywood, ada Emily Blunt dan James McAvoy. Sebelum film ini ditahun yang sama, Emily Blunt bermain di Gulliver's Travel sebagai Princess Mary. Gnomeo & Juliet disutradarai Kelly Asbury, yang sebelumnya pernah menyutradarai Shrek 2.

Untuk cerita sebenarnya tidak ada yang jauh berbeda dengan kisah aslinya, namun kali ini cerita tersebut bukan terjadi pada sosok manusia tetapi kurcaci - kurcaci yang terbuat dari tanah liat yang terletak di pekarangan Mrs. Montague (Julie Walters) dan Mr.Capulet (Richard Wilson). Awal pertemuan Gnomeo (James McAvoy) & Juliet (Emily Blunt) terjadi ketika Juliet berada diatas rumah kaca di pekarangan clan biru, yang dimana diatas rumah kaca tersebut terdapat setangkai bunga anggrek yang sangat indah. Dan dari situlah akhirnya Gnomeo & Juliet akhirnya saling jatuh cinta. Namun hubungan mereka berlangsung secara tersembunyi dan tidak ada yang pernah tau, termasuk kedua orang tua mereka.

Sebenernya untuk kisah yang dihadirkan dari film ini tidak ada sesuatu yang menarik, karena sebelumnya sudah banyak film yang mengangkat cerita yang sama. Saya awalnya tertarik karena karakter - karakter ini yang ternyata sebuah patung / hiasan taman. Dari segi hasil animasinya bisa diacungi jempol karena walaupun bukan dari studio pixar, film ini bisa menghasilkan animasi yang begitu mulus layaknya apa yang biasanya terjadi dengan film - film keluaran pixar. Entah kenapa menurut saya suara dari Emily Blunt sangat begitu klop dengan karakter Juliet yang begitu sexy, manis tapi menggemaskan. Soundtrack dari film ini juga bisa dibilang back to 80's, karena semua soundtrack di film ini diisi oleh Elton John. Namun tidak hanya Elton sendiri yang mengisi soundtracknya, namun di beberapa track Elton terlihat featuring dengan beberapa penyanyi kenamaan di era sekarang seperti Nelly Furtado dan Mother Monster, Lady Gaga. Dan secara keseluruhan, Gnomeo & Juliet adalah film animasi yang menarik dan lumayan untuk disaksikan dalam mengisi waktu senggang / weekend anda.


Cast (Voice) : Emily Blunt, James McAvoy, Michael Caine, Ozzy Osbourne
Director : Kelly Asbury

Rating :
3/5

Movie Still :






















Sabtu, 07 Mei 2011

Review : The Roommate (2011)


Something is up with your roommate -Tracy .Pertemanan adalah sesuatu yang berharga dan sangat menyenangkan. Tapi kadang dalam pertemenan, pasti ada suatu konflik yang kadang bisa memecahkan hubungan persahabatan yang terlah terbangun sejak lama. Tapi apa jadinya seseorang yang menjalin hubungan persahabatan kita, menderita Bipolar Disorder? The Roommate adalah sebuah film bergenre thriller remaja yang disutradarai oleh Christian E. Christiansen. Dan untuk jajaran cast dari film ini ada Leighton Meester, Cam Gigandet, Minka Kelly dan Alyson Michalka. Dilihat dari semua castnya, pasti sudah tidak asing lagi. Beberapa diantara mereka telah main di beberapa judul film terkenal, sebut saja Leighton Meester untuk Country Strong, Minka Kelly si Autumn dari 500 Days Of Summer atau Alyson Michalka dari Easy A.

The Roommate bercerita tentang seorang remaja wanita bernama Sara Matthews (Minka Kelly), yang memiliki teman sekamar di asrama bernama Rebbecca (Leighton Meester). Rebbecca pada awalnya memiliki sikap yang baik dan lugu, tapi lama kelamaan ada keanehan dari sikap Rebbeca terhadap Sara. Kadang - kadang Rebbeca selalu meng-SMS atau bahkan menelfon Sara setiap Sara sedang berada di luar asrama. Teman / bahkan kerabat Sara selalu menanyakan siapa yang meng-SMS / menelfonnya. Beberapa diantara kerabat Sara merasa kaget, karena tidak seharusnya seorang wanita sebegitu khawatirnya terhadap teman wanitanya. Setiap Sara memiliki masalah Rebbecca berusaha untuk membantu, tapi Sara selalu menolaknya. Tapi bagaimanakah kehidupan Sara selanjutnya, akankah ia terus merasa tenang berteman dengan Rebbeca??

Secara keseluruhan The Roommate, tidak ubahnya sebuah film thriller remaja biasa. Beberapa elemen yang ada di film ini hampir sama dengan film bergenre sejenis. Saya mau katakan salut untuk Leighton Meester, karena aktingnya yang begitu pas dengan karakter yang ia mainkan di film ini. Akhirnya bisa melihat akting Minka Kelly, setelah sebelumnya hanya sebentar melihat perannya di film 500 Days Of Summer. Aktingnya di film ini juga tidak kalah dengan Leighton Meester. Intinya, film ini hanya sebuah film thriller remaja biasa yang cukup menghibur.

Cast: : Leighton Meester, Minka Kelly, Cam Gigandet
Director : Christian E. Christiansen

Rating :
2.5/5

Movie Still :


























Kamis, 05 Mei 2011

Review : Never Say Never (2011)


There's gonna be times where people tell you that you can't live your dreams. This is what I tell them: Never say never. - Justin Bieber. It's Time for Belieber, yay. Sebelum hebohnya konsernya di Jakarta, Justin Bieber sedang dengan sukses membawa para fansnya untuk mengisi setiap gedung bioskop yang ada di belahan dunia ini. Sayangnya untuk para fansnya yang di Indonesia, tidak dapat menyaksikannya karena kasus pendistribusian rol film ke Indonesia. Never Say Never, itulah judul dari film yang dibintangi oleh Justin Bieber ini. Selain bieber di film ini kalian juga akan menemukan Miley Cyrus, Usher Raymond, Sean Kingston, Snoop Dogg dan Jaden Smith. Untuk penyutradaraan dari film ini berada di tangan Jon Chu / Jon M. Chu yang terkenal sebagai sutradara dari Step Up 2 : The Streets dan Step Up 3D.

Film ini berisi biografi dari Justin Bieber. Diperlihatkan bagaimana bakatnya dalam dunia musik sudah muncul, sejak ia kecil hingga sekarang. Selain itu di film ini juga ada komentar dari orang - orang terdekat Justin, seperti sang ibu, sang manager dan beberapa orang lainnya. Tidak hanya itu, di film ini juga ada potongan live perfomancenya.

Sebenernya agak sulit untuk mengkomentari film seperti ini. Menonton Never Say Never, tak ubahnya hanya melihat hanya acara MTV yang diubah formatnya menjadi feature film. Tapi disini kita bisa mengetahui bagaimana Justin dan bagaimana orang - orang yang ada berada di kesuksesan seorang Justin Bieber. Dan tak salah pihak rumah produksi memberikan proyek film ini ke Jon Chu, karena menurut saya Jon begitu dengan apik menghidangkan film ini. Intinya film Never Say Never, hanyalah sebuah film biografi dari Justin Bieber yang tidak begitu menarik namun menghibur.

Cast : Justin Bieber, Sean Kingston, Miley Cyrus, Jaden Smith
Director : Jon Chu

Rating :
2.5/5

Movie Still :






















Rabu, 04 Mei 2011

Review : No Strings Attached (2011)


You can't fight me. You are miniature. You fight like a hampster - Adam. No Strings Attached
merupakan sebuah film komedi romantis arahan Ivan Reitman, yang sebelumnya pernah menyutradarai My Super Ex-Girlfriend dan Evolution. Film ini dibintangi oleh peraih oscar, Natalie Portman dan si tampan Ashton Kutcher.

Bercerita tentang Emma (Natalie Portman) yang bertemu kembali dengan sahabat lamanya Adam (Ashton Kutcher). Sebelumnya Emma dan Adam pernah bertemu di sebuah camp dan di sebuah pesta ketika mereka masih kuliah. Kini profesi mereka sudah berubah, Emma sekarang adalah seorang dokter sedangkan Adam adalah seorang penulis untuk sebuah acara tv remaja. Pertemuan Adam dan Emma tidak hanya dibumbui persahabatan yang biasa, kadang juga mereka menghabiskan waktu mereka untuk berhubungan intim walaupun tidak terjalin tali kasih diantara mereka. Apakah yang terjadi dengan hubungan Emma dan Adam selanjutnya?

Apa yang ada dibenak anda ketika melihat Natalie Portman bermain di film ini? kalau dari saya WOW. Karena menurut saya berani sekali portman mengambil peran yang begitu ringan, dibandingkan dengan peran sebelumnya sebagai Nina di The Black Swan yang berhasil menghantarkannya mendapatkan Oscar dan Golden Globe. Akting Portman di film ini terlihat lebih lucu dan jauh dari kesan Nina yang terlihat lebih tangguh dan banyak arti. Berbeda dengan Portman, berbeda dengan Kutcher yang akhir - akhir ini bisa disebut Mr. RomCom? Kutcher terlihat begitu enjoy sekali dengan perannya dan beberapa scene dijalaninya dengan baik. Untuk penyutradaraan, saya bilang biasa saja. Dan terakhir bisa dikatakan NSA adalah sebuah film yang menghibur dan harus disaksikan.

Cast : Natalie Portman, Ashton Kutcher
Director : Ivan Reitman

Rating :
3.5/5

Movie Still :