Jumat, 29 April 2011

Review : From Prada To Nada (2011)


No more shopping. No more high protein diet. Poor people only eat carbs.-Mary

Mungkin nonton film teenage rom-com Amerika sudah biasa, tapi apa jadinya jika film teenage rom-com Amerika dimasuki unsur Mexico? Jawabannya mungkin ada di film From Prada To Nada. From Prada To Nada plotnya diangkat berdasarkan novel Jane Austen, Sense and Sensibility. Film ini dibintangi oleh Camilla Belle dan Alexa Vega. Alexa Vega mungkin lebih dikenal sebagai Carmen Cortez dari Spy Kids franchise. Sedangkan Camilla Belle, lebih diingat akan perannya di film PUSH sebagai Kira Hudson. From Prada to Nada disutradarai oleh Angel Garcia, yang baru pertama kali menyutradarai feauture film.

Bercerita tentang sebuah keluarga mexico america yang terdiri atas Nora Dominguez (Camilla Belle) dan Mary Dominguez (Alexa Vega). Nora dan Mary tinggal di sebuah rumah yang mewah bersama sang ayah. Suatu ketika Mary dan Nora ingin merayakan hari jadi sang ayah, namun sesuatu yang diluar rencana dan tidak diinginkan oleh mereka berdua pun terjadi. Sang ayah disaat hari jadinya menderita serangan jantung mendadak dan yang pada akhirnya mengakibatkan sang ayah pun meninggal dunia. Ketika pemakaman sang ayah pun, ada kejutan besar yang menghampiri mereka. Kejutannya adalah bahwa mereka ternyata memiliki seorang saudara laki - laki. Saudara laki - lakinya tersebut adalah hasil hubungan gelap si ayah, Gabriel Dominguez Sr (Alexis Ayala) dengan seorang wanita sebelum mereka lahir ke dunia. Dan yang terjadi berikutnya terjadi pembicaraan yang begitu private antara Nora, Mary, Gabe Jr. dan pengacara pribadi keluarga. Sang pengacara mengatakan jika sang ayah memiliki hutang yang banyak, sehingga beberapa hartanya harus disita. Dengan bermaksud untuk menolong, akhirnya Gabe.Jr membeli rumah tersebut. Ketika rumah tersebut sudah menjadi milik Gabe, Nora dan Mary masih diijinkan untuk bertempat tinggal di rumah yang pastinya memiliki banyak kenangan untuk mereka. Namun karena sebuah perkataan yang tidak begitu menyakitkan dari Olivia (April Bowlby) pacar Gabe, akhirnya mereka memutuskan untuk pindah dari rumah tersebut ke rumah sang bibi di East LA.

Banyak review yang mengatakan film ini kacau atau bahkan jelek. Tapi menurut saya From Prada To Nada adalah sebuah film rom-com yang tidak begitu jelek, walaupun sebenarnya masih dengan bumbu yang sama. Dari segi akting, akting dari Alexa Vega begitu biasa saja. Berbeda dengan Alexa Vega, berbeda juga dengan Camilla Belle. Camilla Belle dengan begitu baik memerankan karakternya sebagai Nora Dominguez. Angel Garcia bisa dibilang sudah cukup baik mendirect film ini. Secara keseluruhan film From Prada To Nada adalah sebuah film yang menarik dan menghibur, cocok untuk mengisi weekend / hari libur anda.


Cast : Camilla Belle, Alexa Vega, Alexis Ayala, Wilder Valderama
Director : Andy Garcia

Rating :
3/5

Movie Still :






















Kamis, 28 April 2011

Review : Battle : Los Angeles (2011)


We are not dying here, Lockett! -SSgt. Michael Nantz. Alien datang kembali menginvasi perfilman Hollywood. Kali ini ada sebuah film berjudul Battle : Los Angeles atau lebih dikenal di US dengan judul World Invasion: Battle Los Angeles. Film bergenre military science fiction ini dibintangi oleh beberapa aktor yang sudah cukup sukses di genre action, seperti : Aaron Eckhart dan Michelle Rodriguez. Film ini juga dibintangi oleh si penyanyi R&B, Ne-Yo. Battle : Los Angeles, disutradarai oleh Jonathan Liebesman yang sebelumnya pernah menyutradarai / menangani film The Texas Chainsaw Massacre: The Beginning dan The Darkness Fall.

Penduduk kota Los Angeles mendapatkan kabar kalau akan terjadi hujan meteor dan akan menimpa kota Los Angeles. Namun ternyata setelah sampai di bumi, bukanlah meteor yang jatuh tapi pasukan alien dari planet lain yang ingin menguasai daerah Los Angeles dan 20 negara lainnya. Dan untuk mengamankan keadaan, beberapa platoon dari angkatan marinir ditugaskan untuk kembali merebut daerah Los Angeles dari tangan alien yang sudah memakan banyak korban. Apakah yang terjadi selanjutnya dengan daerah Los Angeles, akankah pasukan alien lebih menguasai daerah daripada platoon marinir pimpinan Sergeant. Michael Nantz (Aaron Eckhart)?

Banyak review mengatakan film ini jelek dan malah lebih buruk dari film bergenre sejenis, Skyline. Tapi menurut saya secara keseluruhan film ini lumayan baik. Memang pada awalnya emosi yang dibangun dari film ini baik, namun makin ke part akhir makin down dan mulai bikin orang untuk bosan menontonnya. Dari segi efek, tidak perlu diragukan kembali. Untuk akting dua main star Aaron Eckhart dan Michelle Rodriguez sangat memukau, sepertinya mereka memang cocok dengan film - film yang bergenre seperti ini. Ne-Yo yang biasa lebih diketahui sebagai penyanyi, di film ini pun ia bisa dengan lumayan memerankan perannya. Dan pada akhirnya saya mau katakan film ini masih layak untuk anda saksikan.

Cast : Aaron Eckhart, Michelle Rodriguez, Ne-Yo
Director : Jonathan Liebesman

Rating :
3/5

Movie Still :


























Minggu, 24 April 2011

Review : The Rite (2011)


You do not speak to it. It is the devil. - Father Lucas.The Rite adalah film yang diangkat dari buku karangan Matt Baglio yang berjudul The Rite: The Making of a Modern Exorcist. Dan untuk naskahnya-pun ditulis oleh Matt Baglio dan Michael Petroni. The Rite dibintangi oleh aktor senior Anthony Hopkins, Colin O'Donoghue dan Alice Braga. Film ini disutradarai oleh Mikael Håfström, yang sebelumnya pernah menyutradarai film Derailed dan 1408.

Diceritakan tentang seorang pastur muda bernama Michael Kovak (Colin O'Donoghue) yang diberi tugas ke Vatikan, untuk memperdalami ilmu exorcism atau pengusiran mahluk halus. Michael selama ini tidak begitu percaya yang namanya setan, hantu atau semacamnya. Dan sampai suatu saat Michael bertemu dengan Father Lucas (Anthony Hopkins) yang sudah lama berkecimpung dalam pengusiran setan. Ketika itu Michael diminta untuk menemani Father Lucas untuk mengusir setan yang ada di tubuh seorang wanita muda, setelah itu pun Michael mulai berubah dan mulai mempercayai adanya setan / iblis dalam dunia ini. Dan pada suatu saat sesuatu yang buruk terjadi pada Father Lucas, yang mengakibatkan Michael harus bertindak secara cepat menangani masalah yang terjadi terhadap dirinya dan Father Lucas.

Bisa dikatakan sebenarnya The Rite adalah film yang secara keseluruhan lumayan. Dari segi cerita sebenarnya sudah baik, tapi untuk alurnya yang begitu lambat membuat penilaian untuk film ini menjadi buruk. Memang kalau menyamakan film ini dengan tema - tema sejenis seperti Exorcist / Exorcism franchise, sangatlah begitu berbeda. Film ini terasa begitu mild dan lebih mengarah kepada iman seorang pastur dibandingkan pengusiran setan seperti film - film yang katakan sebelumnya. Untuk dari segi akting, Anthony Hopkins tidak perlu diragukan kembali. Aktingnya sebagai Father Lucas dalam film ini terasa begitu baik. Berbanding terbalik dengan Colin yang aktingnya terlihat begitu biasa / datar. Intinya jika ingin melihat film pengusiran setan yang berbeda, tontonlah film ini.

Cast : Anthony Hopkins, Colin O'Donoghue, Alice Braga
Director : Mikael Håfström

Rating :
3/5

Movie Still :

















Jumat, 22 April 2011

Review : Dark Spark (2011)


Please Introduce The Dark Side of Spark.Setelah kehadiran film pendek Your's Truly yang hanya bisa dilihat secara online, kini hadir Dark Spark yang juga hanya bisa dilihat secara online namun dari sutradara dan pemain yang berbeda. Dark Spark dibintangi oleh Rio Dewanto dan Nastya Kobav. Dan yang menjadi sutradara untuk film ini adalah Shadtoto Prasetio.

Film ini bergenre Thriller - Fashion. Dimana selain membawa unsur thriller, film ini membawa unsur fashion atau seperti membawa peragaan busana kedalam film. Film ini bercerita tentang tokoh bernama Bumi (Rio Dewanto) yang menaklukkan setiap rintangan dalam hidupnya yang memaksanya untuk membuat keputusan yang besar untuknya.

Dari segi cerita saya masih bingung dengan ceritanya. Cuma dari segi visual, film ini sangat memukau apalagi display fashion dari brand - brand ternama seperti : Zara, Topman, dsb.
Intinya film ini lumayan bagus dan harus disaksikan, apabila jika dirimu pecinta film dan fashion. Happy Watching !!

Untuk menonton film ini bisa klik disini

Cast : Rio Dewanto, Nastya Kobav
Director : Shadtoto Prasetio

Rating :
3.5/5

Jumat, 15 April 2011

Review : In A Better World / Haevnen (2010)


Sebelumnya saya belum pernah mendengar judul film ini sama sekali. Namun setelah film ini menjadi nominasi dan memenangkan penghargaan di Golden Globe dan Oscar, membuat saya akhirnya tau film ini dan tertarik untuk menyaksikannya. In A Better World merupakan sebuah film asal Denmark yang kemarin di mendapatkan award untuk kategori Best Foreign Films di Oscar dan Golden Globe. Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris yang jujur saya belum pernah lihat, seperti Mikael Persbrandt, Tyrine Dyrholm dan Markus Rygaard. In A Better World disutradarai oleh seorang wanita bernama Susanne Bier. Sebelum film ini Bier pernah menyutradarai film Things We Lost in The Fire yang dibintangi oleh si cantik Halle Berry.

Menceritakan tentang 2 keluarga berbeda yang dimana juga memiliki konflik dan masalah masing - masing. Disuatu tempat ada seorang anak bernama Christian (William Jøhnk Nielsen) yang begitu kehilangan sang bunda, yang meninggal akibat kanker yang dideritanya. Christian terpukul atas semua ini. Sosok seorang Christian setelah kematian ibunya berubah menjadi seorang anak yang tertutup juga pedendam. Dan Christian selalu marah / menyalahkan sang ayah. Ia berpikir bahwa sang ayah (Ulrich Thomsen) adalah orang yang berada di balik kematian sang ibu.

Di tempat lain terdapat seorang anak bernama Elias (Markus Rygaard). Elias hampir sama dengan Christian, yang mana kehilangan sosok dari orang tua, apalagi hubungan orang-tuanya berada di ujung perceraian.

Christian pergi bersama sang ayah dari London menuju ke Denmark untuk bertempat tinggal dan bersekolah disana. Di Denmark Christian bertempat tinggal di rumah sang nenek. Hari pertamanya masuk sekolah Christian langsung kasihan kepada Elias yang saat itu belum dikenalnya. Elias selalu menjadi korban bully para teman - temannya di sekolah. Melihat hal itu Christian 'membantu' Elias dengan menyerang anak - anak yang membully Elias. Sejak pertolongannya tersebut, timbul rasa persahabatan yang begitu kuat diantara mereka berdua. Namun sejak pertemanannya dengan Christian sosok Elias menjadi berubah, Elias selalu mengiyakan segala hal - hal yang berbahaya yang ingin dilakukan oleh Christian.

Secara keseluruhan film ini sangat berkualitas mulai dari akting, cerita bahkan scoring musik untuk film ini. Susanne Bier sebagai sang sutradara berhasil membawa cerita / naskah dari film dengan baik, mulai dari awal hingga akhir. Oscar dan Golden Globe pun tidak salah memberi penghargaan untuk film ini, karena ceritanya berhubungan dengan humanity / yang sering muncul di kehidupan kita sebagai seorang manusia di dunia. Dan pada akhirnya, saya sangat merekomendasikan film ini untuk ditonton dan sayang untuk dilewatkan. Happy Watching!!


Cast : Mikael Persbrandt, Tyrine Dyrholm, Markus Rygaard, Trine Dyrholm
Director : Susanne Bier

Rating :
4/5

Movie Still :













Review : Big Mommas : Like Father, Like Son (2011)


So many sweet, delicious girls… - Trent. Big Mommas : Like Father, Like Son adalah film terbaru dari Big Mommas franchise. Film ketiganya ini masih dibintangi oleh Martin Lawrence yang juga sebelumnya sukses membawakan karakter Big Momma di 2 film sebelumnya. Selain Lawrence, film ini juga dibintangi oleh Brandon T. Jackson dan Ken Jeong. Untuk penyutradaraannya ditangani oleh John Whitesell, yang sebelumnya juga menyutradarai seri ke 2-nya.

Agen FBI Malcolm Turner (Martin Lawrence) bersama dengan anak tirinya Trent (Brandon T. Jackson) melakukan aksi penyamaran untuk menangani kasus yang terjadi di All Girls Performing Art School. Trent yang baru pertama kali melakukan penyamaran, tidak terlalu bisa menangani suatu kondisi dengan baik. Salah satu halnya ialah ketika ia bertemu dengan Haley (Jessica Lucas), seorang wanita yang begitu Trent sukai. Ketika melakukan penyamaran, Trent memperkenalkan namanya sebagai Charmaine. Sebenarnya penyamaran tersebut dilakukan untuk mendapatkan sebuah flashdisk yang berisi file rahasia, dimana flash disk tersebut terletak di kotak musik yang ada di perpustakaan sekolah seni tersebut.

Sebenarnya dari trailernya film ini lumayan menarik untuk disaksikan. Namun pada akhirnya, setelah disaksikan film ini malah jelek dan kurang berkualitas. Nilai kurang tersebut terletak dari cerita dan lagi - lagi akting Brandon T. Jackson yang sepertinya begitu terpaksa untuk main di film ini. Joke dari film ini pun biasa malah terkesan garing / tidak bisa membuat orang yang menyaksikannya tertawa. Intinya film ini saya katakan gagal mengangkat karakter Big Momma, yang cukup sukses di film pertamanya Big Momma House.

Cast : Martin Lawrence, Brandon T. Jackson, Ken Jeong
Director : John Whitesell

Rating :
2/5

Movie Still :













Selasa, 05 April 2011

Quick Review : Little Fockers, London Boulevard











Little Fockers

Awalnya berharap jika film ketiganya ini akan jauh lebih seru dan menarik dari dua seri sebelumnya, tapi ternyata film ini jauh lebih jelek dan saya bisa katakan gagal. Cerita yang diangkat sebenarnya sudah menarik tapi entah kenapa formula komedi yang hadir di dua film sebelumnya, tidak dapat hadir dengan baik di film ketiganya ini. Ben Stiller dalam film ini sudah cukup baik memerankan karakternya dengan baik sebagai Gaylord. Alba yang hadir sebagai cameo pun dinilai hanya sebagai pemanis untuk film ini. 2.5/5

Cast : Ben Stiller, Teri Polo, Robert De Niro. Director : Paul Weitz












London Boulevard

Melihat trailer dari film ini awalnya saya mengharapkan ada aksi yang 'jedar-jeder' dari Collin Farell, tapi nyatanya film ini ada sebuah film drama yang hanya sedikit dibumbui action. Cerita terkesan tidak begitu menarik dari awal hingga akhir film ini berjalan. Akting Collin di film ini pun saya nilai standar.Dan sebenernya yang disayangkan adalah penampilan knightley yang begitu hanya sebentar di film ini. 2/5

Cast : Colin Farrell, Keira Knightley, Ray Winstone. Director : William Monahan