Senin, 28 Februari 2011

4in1 Review : The Mechanic (2011), Gulliver's Travels (2010), Morning Glory (2010), The Next Three Days (2010)


The Mechanic


Humm.. Antara sedikit bosan sebenernya melihat Jason Statham main di film - film bergenre action seperti ini. Yah Walaupun dari segi postur tubuh memang dia cocok untuk main di film action. Aktingnya sebagai "Mechanic" / pembunuh bayaran di film ini saya bilang biasa saja, malah jauh lebih baik aktingnya di film - film sebelumnya seperti Crank dan trilogi Transporter. Untuk aksi di film ini saya akui keren, tembakan dimana - mana . Yang paling saya sayangkan kenapa aktor senior Donald Sutherland harus berperan se- begitu cepatnya di film ini. Overall, film ini adalah film yang penuh aksi dan masih layak untuk disaksikan.

Rating : 3/5

Gulliver's Travels

Kalau ada Jack Black di suatu film, pasti yang akan muncul dari kritik banyak orang adalah satu kata yaitu gokil. Yap, memang Jack Black di film ini terlihat gokil dan lucu, beberapa candaan dalam film ini cukup membuat saya tertawa. Sayangnya kenapa Emily Blunt, yang biasanya berakting untuk film - film unggulan harus berakting di film seperti ini yang saya nilai jelek / kacangan. Untuk effect dari film ini ada di beberapa scene yang masih terlihat kasar, belum rapih. Dan yang menjadi penolong dari film ini yah cuma akting dan kelucuan dari Jack Black dan Jason Segel. Rob Letterman yang biasa menyutradarai film animasi, terlihat begitu baik menyutradarai film ini. Untuk mencari sekedar hiburan saya silahkan untuk menonton film ini, tapi jika ingin komedi yang berbeda saya rasa tidak.

Rating : 2/5

Morning Glory

Film yang diproduseri oleh J.J Abrams ini, dibintangi oleh aktor dan aktris yang sudah tidak diragukan kembali kualitas aktingnya di dunia perfilman seperti : Rachel Mc Adams, Harisson Ford, Diane Keaton. Rachel dapat begitu dengan baik memerankan Becky Fuller, seorang produser tv yang harus bisa menaikan rating acara pagi bernama "Daybreak". Sedangkan Harisson Ford terlihat berbeda dari film - film sebelumnya, ia terlihat begitu kaku ketika berperan sebagai Mike Pomeroy, news reporter yang dipaksa menjadi co-host acara yang diproduseri Becky Fuller. Tidak hanya Ford, Diane Keaton pun terlihat enjoy sebagai tv host di film ini. Untuk akting tidak perlu diragukan kembali. Walaupun dari segi cerita begitu cukup simple, film ini tetap masih dapat menghibur para penontonnya.

Rating : 3.5/5

The Next Three Days

Entah apa yang ada dipikiran Paul Hagis, sutradara yang cukup sukses dengan filmnya Crash untuk mengadaptasi film perancis berjudul Pour Elle? Dari segi cerita tidak ada yang berbeda dengan yang asli. Ada satu yang berbeda dari film ini, saya merasa seperti alurnya kok berjalan lebih cepat dari film aslinya. Terus untuk film aslinya, lebih terlihat seru adegan tembak - menembak dan darah dimana - mana. Untuk dari akting Russell Crowe sudah lumayan dapat memerankan seorang suami yang harus dapat membebaskan istri tercintanya. Tapi ada apa dengan Elizabeth Banks? ia terlihat biasa saja terlihat ia tidak seperti akting di film ini, lain dengan Diane Kruger yang begitu total dalam memerankan peran yang sama dengan Banks. Intinya saya lebih suka versi aslinya, dibandingkan versi yang ini. Overall film ini not bad, masih layak untuk ditonton.

Rating : 2.5/5

Minggu, 27 Februari 2011

Info : 83rd Academy Awards Winner













Best Motion Picture of the Year

Winner: The King's Speech (2010) - Iain Canning, Emile Sherman, Gareth Unwin

Best Performance by an Actor in a Leading Role
Winner: Colin Firth for The King's Speech (2010)

Best Performance by an Actress in a Leading Role
Winner: Natalie Portman for Black Swan (2010)

Best Achievement in Directing
Winner: Tom Hooper for The King's Speech (2010)

Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Song
Winner: Toy Story 3 (2010) - Randy Newman("We Belong Together")

Best Achievement in Editing
Winner: The Social Network (2010) - Kirk Baxter, Angus Wall

Best Achievement in Visual Effects
Winner: Inception (2010) - Chris Corbould, Andrew Lockley, Pete Bebb, Paul J. Franklin

Best Documentary, Features
Winner: Inside Job (2010) - Charles Ferguson, Audrey Marrs

Best Short Film, Live Action
Winner: God of Love (2010) - Luke Matheny

Best Documentary, Short Subjects
Winner: Strangers No More (2010) - Karen Goodman, Kirk Simon

Best Achievement in Costume Design
Winner: Alice in Wonderland (2010) - Colleen Atwood

Best Achievement in Makeup
Winner: The Wolfman (2010) - Rick Baker, Dave Elsey

Best Achievement in Sound Editing
Winner: Inception (2010) - Richard King

Best Achievement in Sound Mixing
Winner: Inception (2010) - Lora Hirschberg, Gary Rizzo, Ed Novick

Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score
Winner: The Social Network (2010) - Trent Reznor, Atticus Ross

Best Performance by an Actor in a Supporting Role
Winner: Christian Bale for The Fighter (2010)

Best Foreign Language Film of the Year
Winner: Hævnen (2010) - Susanne Bier(Denmark)

Best Writing, Screenplay Written Directly for the Screen
Winner: The King's Speech (2010) - David Seidler

Best Writing, Screenplay Based on Material Previously Produced or Published
Winner: The Social Network (2010) - Aaron Sorkin

Best Animated Feature Film of the Year
Winner: Toy Story 3 (2010) - Lee Unkrich

Best Short Film, Animated
Winner: The Lost Thing (2010) - Shaun Tan, Andrew Ruhemann

Best Performance by an Actress in a Supporting Role
Winner: Melissa Leo for The Fighter (2010)

Best Achievement in Cinematography
Winner: Inception (2010) - Wally Pfister

Best Achievement in Art Direction
Winner: Alice in Wonderland (2010) - Robert Stromberg, Karen O'Hara

Rabu, 23 Februari 2011

Review : Minggu Pagi Di Victoria Park (2010)


Apa sih yang kita tau tentang TKW kita? mungkin ada yang menjawab, ya itu tuh TKW kita selalu disiksa sama majikannya sampai disilet - silet / dibakar dan sebagainya. Dan kita gak pernah tau bagaimana realita hidup TKW kita yang sebenarnya, paling kita tahu kabar - kabar tentang TKW kita juga dari berita yang tayang di televisi.Minggu Pagi Di Victoria Park mungkin adalah salah satu film yang dapat menggambarkan realita kehidupan para TKW kita di negara lain yaitu hongkong. Film ini dibintangi oleh Lola Amaria, Titi Sjuman, Donny Damara dan Imelda Soraya. Sedangkan penyutradaraan film ini berada di tangan Lola Amaria sendiri.

Secara garis besar menceritakan tentang seorang wanita bernama Mayang (Lola Amaria). Mayang adalah seorang TKW di Hongkong, yang sebenarnya berniat awal untuk dapat bertemu dengan adiknya bernama Sekar (Titi Sjuman) yang juga berprofesi sebagai seorang TKW disana. Namun selama Mayang bekerja disana ia belum sama sekali bertemu / bahkan bertemu dengan Sekar. Sampai suatu saat bedasarkan info dari temannya, Mayang mengetahui bahwa Sekar sedang terjerat hutang sehingga ia tidak bisa pulang ke Indonesia karena paspornya ditahan oleh sang pemberi hutang. Untuk melanjutkan hidupnya Sekar mau saja melakukan segala apapun, mulai dari mengantar anjing jalan hingga menjadi seorang teman kencan para tamu-tamu di klub malam. Tapi akankah Mayang akan bertemu Sekar?

Taman Victoria memang adalah taman yang sering dijadikan berkumpulnya TKW diakhir pekan. Dan selain menjadi tempat berkumpul, Taman Victoria juga kadang dijadikan tempat untuk para mereka mengadakan event seperti di akhir film ini ada mini concert dari "bintang" pujaan-nya Mayang.

Minggu Pagi Di Victoria Park secara keseluruhan adalah sebuah film yang lumayan bagus lah. Cerita yang sederhana, namun menyentuh menjadi kekuatan dari film ini. Entah kenapa yah akting Lola Amaria di film ini begitu terlihat kaku dan terlalu relax. Berbeda dengan Lola, Titi Sjuman terlihat dapat mengeksplor kemampuan aktingnya dalam memerankan karakter Sekar dengan baik. Selain itu juga saya menyukai dengan scoring yang dihadirkan oleh Titi Sjuman dengan sang suami Aksan Sjuman di film ini. Happy Watching !!

Cast : Lola Amaria , Titi Sjuman, Donny Damara, Imelda Soraya
Director : Lola Amaria

Rating :
3.5/5

Movie Still :












Event : Festival Sinema Perancis 2011


Date :
8 April s/d 17 April 2011

Line Up Movie :

IL RESTE DU JAMBON ? / BACON ON THE SIDE

When Justine Lacroix, a charming television journalist confined to the "run-over dogs" segment, encounters a charming ER surgeon, it's love at first sight, and the beginning of a wonderful story.

The pretty Parisian blonde and the tall, dark man from the Nanterre suburb quickly become inseparable, but there is just a little detail Justine has forgotten to take into account: the man that she loves is... Arab, well, "French with an immigrant background." A mere detail for Justine and Djalil but not for their respective families the Lacroix and the Boudaoud...

Trailer :

L'AGE DE RAISON / WITH LOVE FROM THE AGE OF REASON

"Dear Me, Today I'm seven years old and am writing you this letter to help you remember the promises that I've made during the Age of Reason and to also remind you that I want to become..." So begins the letter that Margaret, an accomplished business woman, receives on her 40th birthday.

Trailer :

WELCOME

Bilal, a 17-year-old Kurdish youth, has traveled through Europe to join his girlfriend, who has recently emigrated to England. But his journey comes to an end when he is stopped on the French side of the Channel. Having decided to swim across, Bilal goes to a swimming pool to train. There he meets Simon, a swimming instructor in the midst of a divorce. To impress his wife and win back her heart, Simon decides to risk everything by taking Bilal under his wing.

Trailer :


KERITY LA MAISON DES CONTES / ELEANOR’S SECRET

Nathanael will soon be seven years old, but he still doesn't know how to read. When his Aunt Eléonore bequeaths him her library containing hundreds of books, he is very disappointed. However, each of the stories will deliver a marvelous secret: at night, little characters come out of the books. They must warn Nathanael that they are in great danger and risk disappearing forever. To save his tiny friends, Nathanael sets off on adventure. Will he manage to read the magic formula in time to save them all?

Trailer :

ERREUR DE LA BANQUE EN VOTRE FAVEUR

Julien Foucault is a caterer for a famous banker. When he gets fired, he hopes that this will be the occasion to achieve his ever-lasting dream: to open a restaurant with his friend Etienne. However after 17 years of service, the bank refuses to loan him some money to make his dream come true. He decides to take advantage of the personal conversations he overheard during his service, but in the end, it is more his employers that play him a trick...

Trailer :

DERNIER MAQUIS / ADHEN

In an industrial zone hinterland, Mao is the owner of a crate repairing facility and a truck garage. A Muslim, he decides to open a mosque and summarily designates the imam without consulting his Muslim employees...

Trailer :

-No Trailer-

LA FILLE DU RER / THE GIRL ON THE TRAIN

Jeanne lives in a house in the suburbs with her mother Louise. The two women get on well together. Louise earns her living by looking after children. Jeanne is half-heartedly looking for a job. One day, while checking job offers on the Internet, Louise believes that fate has come knocking at her door. She harbours the hope of getting her daughter a job with Samuel Bleistein, a famous lawyer whom she knew in her youth. Jeanne's and Bleistein's worlds are light years apart. However, they'll be set on a collision course because of an incredible lie that Jeanne puts together. The film is a story of this lie that will become the biggest news and political story of recent times.

Trailer :


LES PLAGES D’AGNES / THE BEACHES OF AGNES

Returning to the beaches which have been part of her life, Agnès Varda stages herself among excerpts of her films, images and reportages. She shares with humor and emotion her beginnings as photographer, then as early filmmaker of the French New Wave, her life with Jacques Demy, her feminism, her trips to Cuba, China, and the USA, her life as independent producer and her family life. A free and curious woman!

Trailer :

LA CHANCE DE MA VIE / SECOND CHANCE

Julien Monnier has a serious problem: he can never manage to have a steady relationship for more than two weeks, since he brings bad luck to women. Really bad luck. Luck that obliges you to go to the hospital, that ruins your professional life, or causes you to fall out with family and friends. Joanna Sorini will quickly learn this at her own cost the day she crosses paths with him. A career that is taking off, a love life that seemed to take a good turn; all of this risks changing drastically...

Trailer :

L’ARNACOEUR / HEARTBREAKER

Your sister just got engaged to a stupid lout? Your friend is going out with a jerk? One man can save the day. His name: Alex Lippi. His profession: homewrecker. His method: seduction! But he only breaks up couples when the woman is unhappy. So why does he accept this new contract? His target is Juliette. In 10 days she'll marry the man she loves. A "mission impossible", during which our heartbreaker risks discovering that, when it comes to love, the perfect plan doesn't exist.

Trailer :

ENSEMBLE C’EST TROP / TOGETHER’S A CROWD

Clémentine and Sébastien, young overwhelmed parents, find themselves burdened with Marie-France, Sébastien's mother, who comes to stay with them after she discovers that her husband has been cheating on her and is expecting a baby with his mistress. Distraught, Marie-France behaves like a teenager, undermining the young couple's authority. The birth of Sébastien's little brother and the euphoria this paternity provokes in his father is the final straw: the order of generations is turned upside down.

Trailer :



A Spot of Bother/Une petite zone de turbulences

Jean-Pierre is a hypochondriac. Anne, his wife, cheats on him with a former office colleague. His daughter Cathy lives with Philippe, who Mathieu, Cathie's gay brother, calls "Brain-lite." When JP discovers a small mark on his right hip, that Cathie is marrying "Brain-lite," that Mathieu was dumped, and that Anne is cheating on him, the family equilibrium implodes. JP, Anne, Cathie, Mathieu, and Philippe go through a spot of bother…

Trailer :


LES MAINS EN L'AIR / HANDS UP

March 22, 2067. Milana remembers what happened to her sixty years ago. In 2009, Milana, of Chechen origin, is in her fifth year of elementary school in Paris. Her friends, her gang, are Blaise, Alice, Claudio, Ali and Youssef. But one day Youssef, who has no French green card, is deported. Then it's Milana's turn to be threatened. Feeling that they're in danger, the children decide to react. They promise to always stay together and organize a plot to save Milana.

Trailer :



UN POISON VIOLENT / LOVE LIKE POISON

Anna, a teenager, comes home from her Catholic boarding school for the holidays and discovers her father has left. Her mother is devastated and confined in the company of the local priest, who is also a childhood friend. Anna clings to her beloved grandfather. She also grows close to Pierre, a free-spirited teenager who cares little about God. Her budding desire for Pierre shakes her faith. She longs to give herself over, body and soul, but doesn’t know if it is to God, or something else…

Trailer :



NENETTE

Born in 1969 in the forests of Borneo, Nénette recently turned forty. It is very rare that an orang-utang reaches such an age. Inhabitant of the zoo at the Jardin des Plantes in Paris since 1972, she is now older than any member of the staff working there. The undisputed star of the place, each day she sees hundreds of visitors pass by in front of her cage. Naturally, everyone has their own special comment to make.

Trailer :



LA DANSE, THE PARIS OPERA BALLET

Frederick Wiseman, documentarian pioneer, set up his camera and let it roll for nine weeks within the heart of the Opéra de Paris ballet. From the costume department workshop to the performances where the prima ballerina and premier danseur shine, La Danse leads us behind the scenes of the prestigious institution and allows us to see the work of all those who contribute to creating the Opéra's exceptional stage shows.

Trailer :


TOUT CE QUI BRILLE / ALL THAT GLITTERS

Ely and Lila are like two sisters. They've known each other since childhood, share everything, and together dream of another life. They live in the same suburban area, ten minutes by metro from Paris. Today, Ely and Lila no longer want to be ten minutes from their lives. From minor muddles to major lies, they'll do everything in their power to try to enter this world that isn't theirs where everything seems possible. But all that glitters...

Trailer :


UNE AFFAIRE D’ETAT / STATE AFFAIRS

A plane carrying weapons explodes above the Gulf of Guinea. An escort girl is murdered in a Parisian parking lot. Several thousand miles separate these two events, and yet... The detective Nora Chahyd investigates the murder and upsets the hierarchy. Victor Bornand, the government's unofficial Mr. Africa, tries to suppress the political crisis set off by the explosion. Nora gets perilously closer to the spheres of power. Murders and betrayals accumulate. All in the name of the reasons of State?

Trailer :



Place :

Platinum fx XXI dan Blitzmegaplex




Selasa, 22 Februari 2011

Review : Love And Other Drugs (2010)


I've never known anyone who actually believe that I was enough until I met you. And then you made me believe it too. - Jamie Randall.Apa jadinya jika seorang salesman obat, jatuh cinta terhadap seorang pasien dan menjadi teman untuk berhubungan sex? Dan yang terjadi malah sebuah cinta yang tulus dan ikhlas antara Jamie Randall dan Maggie Murdock yang diperankan Jake Gyllenhall dan Anne Hathaway. Love And The Other Drugs diangkat dari memoar yang ditulis oleh Jamie Reidy, berjudul "Hard Sell : The Evolution of Viagra". Sutradara yang menangani film ini adalah Edward Zwick, yang juga sebelumnya pernah menyutradarai Defiance dan The Last Samurai.

Menceritakan tentang seorang pria bernama Jamie Randall (Jake Gyllenhall), yang awalnya berprofesi sebagai seorang salesman electronic yang harus keluar dari pekerjaannya karena berhubungan sex dengan pacar bossnya. Akhirnya dia memutuskan untuk beralih profesi menjadi seorang seller obat untuk perusahaan Pfizer, atas rekomendasi sang adik Josh Randall (Josh Gad). Dan akhirnya Jamie menjalani profesi barunya tersebut dan mulai mempromosikan obat-obatan yang akan dijualnya dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lain. Biasanya Jamie melakukan tebar pesona ketampanannya dengan berbagai wanita untuk mendapatkan hati dari wanita tersebut, namun kali ini ia tidak menjalankan strateginya tersebut ketika bertemu dengan seorang wanita bernama Maggie Murdock (Anne Hathaway). Maggie adalah seorang wanita yang menderita penyakit parkinson. Awalnya perkenalan Jamie dan Maggie agak berlangsung sulit, namun pada akhirnya Jamie berhasil menaklukan hati Maggie. Hari - hari mereka dipenuhi dengan kebiasaan mereka yaitu sex, sex dan sex. Tapi akankah cinta dan sayang Jamie terhadap Maggie akan berlangsung abadi , sementara keadaan Maggie akan terus makin memburuk akibat penyakit yang dideritanya?

Sebenarnya Jake dan Anne sebelumnya sudah pernah bermain di satu film yang sama yaitu Brokeback Mountain, dan menurut saya Jake dan Anne pun ketika dipasangkan di film ini memiliki suatu chemistry yang kuat dan akan mengira bahwa mereka beneran memiliki hubungan diluar proyek film ini. Untuk Jake dan Anne memang sudah tidak perlu lagi diragukan kembali untuk kualitas aktingnya, disetiap filmnya Jake dan Anne selalu totalitas untuk memerankan dengan baik peran yang diberikan. Atas peran mereka yang begitu baik di film ini, HFPA waktu itu sempat menominasikan mereka untuk 68th Golden Globes kemarin. Untuk dari segi cerita atau film sebenernya film ini sudah bagus dari segi cerita dari awalnya namun pada akhirnya sempat menjenuhkan. Namun overall film ini tidak hanya sebuah film yang ordinary rom - com tapi juga ada sesuatu yang membuat anda juga akan menyukainya dan mencintai film ini. Untuk penyutradaraan mungkin anda akan meragukan Edward Zwick, memang sebelumnya Edward lebih banyak menyuutradarai film - film yang berbau action namun saya rasa dia juga sangat baik dapat menyutradarai film ini sehingga pesan yang dihadirkan pun sampai kepada penontonnya termasuk saya. Happy Watching !!

Cast: Anne Hathaway, Jake Gyllenhall, Josh Gad
Director : Edward Zwick

Rating :
3.5/5

Movie Still :













2 in 1 Review : 127 Hours (2010), Fair Game (2010)


127 Hours


Apa yang anda lakukan, jika anda harus terjebak selama 127 jam? Seorang pria bernama Aron Ralston, pernah mengalami hal tersebut. Dan dari cerita Aron itupun, Danny Boyle terinspirasi untuk mengangkat ceritanya tersebut ke layar lebar. 127 Hours dibintangi oleh aktor dan aktris, yang pastinya sudah anda kenal sebelumnya seperti : James Franco, Kate Mara, Amber Tamblyn dan juga Clemence Poesy yang terkenal akan perannya sebagai Fleur Delacour di Harry Potter Franchise.

Menceritakan tentang seorang pria berjiwa petualang bernama Aron Ralston (James Franco), yang ingin berlibur ke pegunungan yang terletak di Taman Nasional Canyonlands, Utah. Namun ternyata liburannya berubah menjadi buruk/menjadi malapetaka untuknya, Aron terjebak dalam sebuah lembah sempit dengan tangan yang terjepit bongkahan batu besar. Apa yang akan terjadi dengan Aron selanjutnya?, akankah dia selamat dari peristiwa tersebut atau bahkan mati di lembah sempit tersebut?

Ada beberapa orang yang menyamakan film ini dengan film yang dibintangi oleh Ryan Reynolds, Buried. Namun jujur film ini berbeda sekali dengan Buried. Buried jauh lebih boring / membosankan dari film ini. Danny Boyle berhasil mengadaptasi film yang berdasarkan kisah nyata ini dengan baik. Saya suka sekali dengan opening titlenya yang terkesan begitu artsy sekali. Selain itu juga Danny Boyle dapat menggambarkan Taman Nasional Canyonlands begitu baik, sehingga sayapun terkagum - kagum dengan keindahan tempat ini ketika menyaksikannya. Untuk James Franco memang tidak perlu diragukan kualitas aktingnya dan sepertinya tidak salah juga Boyle memilih Franco untuk memerankan karakter Aron, karena di film ini terlihat sekali dengan sempurna dia menghayati perannya sebagai seseorang yang terjebak selama 127 Jam. Pokoknya film ini sangat perfect dan jauh dari kata jelek. Bravo Franco and Boyle. Happy Watching !!

Cast : James Franco, Amber Tamblyn, Kate Mara
Director : Danny Boyle

Rating :
4.5/5

Movie Still :






























Fair Game

Hampir sama dengan 127 Hours, Fair Game juga diangkat dari kisah nyata seorang mantan anggota CIA bernama Valerie Palmer. Fair Game dibintangi oleh Naomi Watts dan Sean Penn. Untuk penyutradaraanya, film ini disutradarai oleh Doug Liman yang sebelumnya pernah menyutradarai The Bourne Identity dan Jumper.

Pada umumnya untuk menentukan kesalamatan dirinya dan keluarganya, seorang agen CIA harus menyembunyikan identitasnya. Namun nasib menimpa Valerie (Naomi Watts), yang mana identitasnya harus terungkap untuk menutup aib negara. Valerie awalnya ditugaskan ke Timur Tengah untuk menyelidiki penjualan senjata pemusnah massal. Sedangkan sang suami, Joe (Sean Penn) yang merupakan seorang diplomat ditugaskan untuk menyelediki penjualan uranium di Nigeria. Setelah sampai di Nigeria Joe tidak menemukan penjualan Uranium yang dimaksud. Pada akhirnya Joe membawa masalah ini ke New York Times. Setelah itu untuk menjatuhkan kredibilitas / nama seorang Joe sebagai diplomat, gedung putih yang menugaskan Joe membongkar identitas dari Valerie sebagai anggota CIA. Setelah masalah ini pun muncul masalah diantara mereka berdua yang akhirnya berujung pada berakhirnya hubungan pernikahan mereka.

Dari awal hingga akhir saya tidak merasakan adanya kekuatan cerita. Akting dari Naomi Watts dan Sean Penn pun saya nilai biasa saja di film ini. Entah kenapa saya rasa Naomi lebih cocok dengan perannya di film sebelumnya, You Will Meet A Tall Dark Stranger. Sean Penn pun yang biasanya tampil dengan sempurna di setiap filmnya, di film ini serasa biasa saja seperti kehilangan kharismanya sebagai seorang aktor. Untuk directing, Doug Liman terlihat terpaku dengan gayanya ketika menyutradarai The Bourne Identity. Intinya film ini masih lumayan untuk disaksikan. Happy Watching !!

Cast : Naomi Watts, Sean Penn, Brooke Smith, Sonya Davison
Director : Doug Liman

Rating :
3/5

Movie Still :













Rabu, 16 Februari 2011

Review : Crazy Little Thing Called Love / Sing Lek Lek Tee Riak Wa Ruk (2010)


Tren genre perfilman Thailand kayaknya akhir - akhir ini telah berubah, yang tadinya Thailand terkenal dengan film - film yang bergenre horror seperti 4BIA atau My Ex sekarang Thailand lebih dikenal oleh penonton asia termasuk Indonesia dengan film - filmnya yang bergenre romantic comedy/rom-com. Beberapa film Thailand bergenre rom com yang dinilai cukup sukses di pasaran seperti Bangkok Traffic Love Story dan Hello Stranger. Crazy Little Thing Called Love merupakan sebuah film bergenre rom com yang dibintangi oleh Mario Maurer, Peerawat Herabat, Pijittra Siriwetchapan, Pimchanok Leuwisetpaibul dan Tukkie. Sedangkan yang menyutradarai film ini adalah Puttipong Promsaka Na Sakolnakorn.

Sebenarnya cerita yang dihadirkan film ini begitu simpel, tentang seorang remaja wanita bernama Nam (Pimchanok Leuwisetpaibul) , yang begitu menyukai kakak kelasnya bernama Chon (Mario Maurer) . Chon adalah remaja pria yang sangat tampan, sehingga para wanita di sekolahnya banyak bermimpi untuk dapat berpacaran dengannya. Nam adalah seorang wanita yang tidak cantik, kulitnya hitam dan memakai kacamata serta behel yang membuatnya jadi terlihat sebagai wanita yang nerd / kutu buku. 3 sahabat terbaik Nam berusaha untuk ingin membantu, mewujudkan impian dari seorang Nam yang ingin dekat dengan Chon. Akhirnya mereka bertiga berusaha untuk mentransformasi Nam untuk menjadi wanita yang cantik. Tapi akankah Nam berhasil mewujudkan impiannya?

Kalau bisa di bilang Crazy Little Thing Called Love adalah film yang sangat romantis dan juga lucu. Sepertinya saya lebih jatuh hati dengan film ini, daripada Bangkok Traffic Love Story. Karena selain cinta - cintaan di film ini juga dimunculkan nilai persahabatan yang mungkin berbeda dengan film Thailand bergenre sejenis. Untuk dari segi akting mungkin semua pemain terlihat biasa, tidak ada yang spesial. Dan untuk part lucunya mungkin terletak dari guru Bahasa Inggrisnya Nam yang diperankan Tukkie. Intinya film ini adalah suatu film yang komplit mulai dari cinta, persahabatan dan komedi. Happy Watching !!

Cast : Mario Maurer, Peerawat Herabat, Pimchanok Leuwisetpaibul, Tukkie
Director : Puttipong Promsaka Na Sakolnakorn

Rating :
3/5

Movie Still :


























Senin, 14 Februari 2011

Review : The King's Speech (2010)


Raja pasti selalu dikaitkan dengan kata kesempurnaan, namun ada seorang raja yang jauh dari kata sempurna. Raja tersebut adalah King George ke VI yang diperankan oleh Colin Firth. The King's Speech tidak hanya dibintangi oleh Colin Firth, tapi juga ada Helena Bonham Carter, Guy Pearce dan Geoffrey Rush. Film yang membuat Colin Firth memenangkan penghargaan Best Actor untuk Golden Globe ini, disutradarai oleh Tom Hooper yang sebelumnya sukses menyutradarai The Damned United.

Kekurangan yang dimiliki oleh King George ke VI (Colin Firth) adalah Kegagapannya. Kegagapannya begitu sangat berpengaruh nantinya untuk seorang raja, karena seorang raja suatu ketika diharuskan untuk berpidato untuk speech didepan para rakyatnya. Bertie begitu panggilannya disapa, tetap berusaha untuk menghilangkan kegagapannya tersebut. Sebenarnya Bertie tidak ingin menjadi seorang Raja menggantikan posisi sang Ayah, King George ke V (Michael Gambon) yang telah meninggal dunia. Sebabnya karena sang kakak Prince Edward (Guy Pearce) yang seharusnya menggantikan posisi sang ayah memiliki suatu masalah, yang pada akhirnya mengharuskan dirinya mengundurkan diri dan menurunkan tahtanya kepada sang adik, King George ke VI. Untuk menghilangkan kegagapannya, Ratu Elizabeth (Helena Bonham Carter) memanggil seorang therapist bernama Lionel Logue (Geoffrey Rush). Ratu Elizabeth dalam hal ini adalah istri dari King George ke VI. Treatment ini sebenarnya sudah berlangsung lama sebelum dirinya ditahtakan sebagai seorang raja, karena dirinya sadar bahwa untuk menghilangkan kegagapannya tersebut memerlukan waktu yang agak lama. Dan semakin hari perannya sebagai seorang raja makin dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah - masalah yang ada.

Menurut saya akting Colin Firth begitu brilliant di film ini. Colin Firth dapat menunjukkan kegagapan yang terlihat begitu natural dan terkesan jauh dibuat - dibuat. Mungkin tidak salah kalau memang aktingnya diapresiasi oleh HFPA untuk mendapatkan penghargaan Best Actor di 68th Golden Globe Awards kemarin. Helena Bonham Carter pun saya rasa dapat memerankan karakter Ratu Elizabeth dengan baik, apalagi logat britishnya yang saya nilai membuat perannya di film ini makin sempurna. Geoffrey Rush aktor yang memang sudah senior dan juga sudah malang melintang di dunia perfilman pun, dapat memerankan karakter Lionel Logue dengan baik. Jadi untuk dari segi akting pemainnya di film ini sudah tidak perlu diragukan kembali. Tom Hooper pun sebagai sutradara dapat menggambarkan suasana Inggris dimasa lalu dengan baik. Intinya film ini perfect baik dari segi akting, penyutradraan, music score dan photography. Jadi tidak salah kalau nanti pada ajang Oscar film ini akan membawa banyak penghargaan.

Message yang dihadirkan film ini pun juga bagus untuk para viewernya, adalah apabila ada kemauan atau rasa optimis kita pasti bisa melakukan segala sesuatu dengan baik. Happy Watching !!

Cast : Colin Firth, Helena Bonham Carter, Geoffrey Rush, Tom Hooper
Director : Tom Hooper

Rating :
4/5

Movie Still :


























Senin, 07 Februari 2011

Review : Burlesque (2010)


If I'm not 20 times better than "boobs for brains" over there, you don't have to pay me - Ali Rose. Musikal adalah suatu genre film yang mudah diterima hampir oleh semua orang. Beberapa film di genre ini sempat mendapat penghargaan Oscar dan Golden Globe, seperti Chicago dan Moulin Rouge. Tapi bagaimanakah dengan film yang satu ini, Burlesque? Burlesque adalah film musikal terbaru yang dibintangi oleh diva muda Christina Aguilera dan penyanyi kawakan Cher. Untuk Christina mungkin ini pengalaman pertamanya terjun ke dalam dunia akting, tapi untuk Cher ini sudah menjadi pengalaman biasa untuk berakting. Selain mereka film berdua, film ini juga dibintangi oleh Kristen Bell, Dianna Agron, Eric Dane dan Stanley Tucci. Burlesque disutradarai oleh Steve Antin.

Bercerita tentang seorang wanita muda bernama Ali (Christina Aguilera) yang tinggal di Iowa, ingin pergi ke Los Angeles untuk mewujudkan impiannya menjadi seorang penyanyi / penari. Setelah sampai di Los Angeles, akhirnya Ali begitu tertarik dengan Burlesque Lounge. Ia merasa Burlesque Lounge adalah tempat yang tepat untuk menunjang kariernya. Untuk mewujudkan impiannya tersebut, ia berkenalan dengan seorang bartender bernama Jack (Cam Gigandet), dan dari Jacklah Ali dapat berkenalan dengan Tess (Cher) sang pemilik Burlesque Club. Awalnya Tess menolak lamaran Ali untuk menjadi salah satu penari ditempatnya, namun karena kegigihan Ali akhirnya suatu hari Tess menempatkannya menjadi salah satu anggota penari di lounge tersebut. Setelah menjadi anggota penari pun, Ali dihadapkan dengan suatu keadaan bahwa ada seorang anggota penari yang tidak menyukainya bernama Nikki (Kristen Bell). Nikki memang terkenal terlalu ambisius, karena awalnya Tess begitu mempercayainya. Namun perbedaan yang dimiliki Ali, membuat Tess lebih memilih Ali untuk mengepalai show baru dan menyuruh Nikki untuk istirahat.

Sebenarnya Burlesque adalah suatu film musikal yang saya nilai biasa saja. Cerita yang dihadirkan terlalu mudah untuk ditebak, hanya saja film ini didukung oleh performa menyanyi Christina Aguilera yang sudah tidak perlu diragukan kembali. Walaupun ini debut pertamanya di industri perfilman, kualitas akting Christina di film ini saya nilai baik. Ia dapat menggambarkan karakter Ali dengan begitu sempurna. Lain hal Christina, lain pula dengan Cher. Cher yang sudah beberapa kali bermain film, saya nilai aktingnya di film ini datar. Sepertinya terlihat Cher tidak begitu niat untuk bermain di film ini. Sedangkan Kristen Bell yang biasanya bermain di film rom com, di film ini ia bisa memainkan perannya sebagai Nikki dengan baik, dan sangat terlihat begitu jahat. Kalau hanya ingin lihat wanita - wanita berpakaian seksi dan Christina Aguilera bernyanyi, tontonlah film ini. Happy Watching !!

Cast : Christina Aguilera, Cher, Stanley Tucci, Eric Dane, Cam Gigandet
Director : Steve Antin

Rating :
3/5

Movie Still :


























Selasa, 01 Februari 2011

Review : The Romantics (2010)


A romantic drama about love, destiny and other events you just can't plan for. Umumnya sih perasaan cinta kita terhadap seseorang itu akan berlangsung lama, walaupun orang yang kita cintai telah menuju ke jenjang yang baru. Film ini menggambarkan itu semua, The Romantics. The Romantics dibintangi oleh Katie Holmes, Josh Duhamel, Anna Paquin, Adam Brody, Malin Akerman, Elijah Wood dan si Quinn Fabray, Diana Agron. Film ini sebenernya bedasarkan novel yang ditulis oleh Galt Niederhoffer, yang juga menjadi sutradara untuk film ini.

Film ini menceritakan tentang seorang wanita bernama Laura Rosen(Katie Holmes), yang diajak oleh temannya untuk menjadi pengiring wanita dalam pernikahannya. Temannya tersebut bernama Lila Hayes (Anna Paquin), ia akan menikah dengan seorang pria bernama Tom (Josh Duhamel) yang juga sempat menjadi pacar dari Laura ketika masih di bangku kuliah. Tidak hanya Laura yang diundang untuk menjadi pengiring, beberapa temannya yang lain seperti Tripler (Malin Akerman) dan Weesie (Rebbeca Lawrence) yang hadir bersama pasangannya masing - masing . Setelah pesta cocktail selesai, ada pengakuan mengangetkan yang keluar dari mulut Tom jika sebenernya ia masih mencintai Laura dan Laura pun mengatakan hal yang sama didepan Tom. Namun karena Laura tidak ingin menyakiti perasaan temannya, ia merelakan Tom untuk menikah dengan Lila.

Kesimplean cerita yang dimiliki oleh film ini tidak dimanfaatkan oleh sang sutradara dengan baik, seakan - akan langsung kepada inti pokok cerita. Emosi yang dihadirkan di film ini juga tidak terbangun dengan baik, film ini jadinya bukan terlihat seperti film romance, malah seperti film road trip ke sebuah tempat yang dipenuhi adegan mabuk - mabukan. Sepertinya film ini sebagai bukti eksistensi / kembalinya Katie Holmes ke dunia akting, setelah sekian lama ia menjadi ibu untuk Suri Cruise dan istri untuk Tom Cruise. Aktingnya di film ini saya bilang oke, ia mendalami karakter Laura dengan baik. Untuk Josh Duhamel, aktingnya di film ini saya bilang biasa saja malah lebih bagus di film Life As We Know It bersama Katherine Heigl. Elijah Wood pun yang biasanya terlihat gagah di Lord Of The Rings, disini ia terlihat menye - menye. Dan sepertinya keberadaan peran Wood di film ini begitu terbatas. Si Diana Agron yang biasa menjadi Quinn di serial tv Glee, di film ini hanya sebuah menjadi pemanis belaka. Tapi bagi anda yang suka drama, film ini masih layak untuk disaksikan. Happy Watching !!

Cast : Katie Holmes, Josh Duhamel, Anna Paquin, Adam Brody, Elijah Wood
Director : Galt Niederhoffer

Rating :
3/5

Movie Still :