Selasa, 30 November 2010

Review : Harry Potter and the Deathly Hallow's part 1(2010)


What a beautiful place. With friends. - Dobby
Kalau mau jujur gw sebenarnya bukan pembaca Harry Potter, tapi cukup mengikuti filmnya. Tapi sayangnya untuk part yang ke 6, Harry Potter and the Half Blood Prince belum sempat gw nonton jadinya selama gw nonton film ini gw banyak bertanya ke teman gw yang kebetulan Harry Potter Freak. Seri ke 7 ini masih disutradarai oleh David Yates, yang sebelumnya juga menyutradarai beberapa seri sebelumnya. Selain itu film ini juga masih dibintangi oleh Daniel Radcliffe, Emma Watson dan Rupert Grint, yang kini mulai beranjak dewasa dan berbeda. Untuk Harry Potter and the Deathly Hallows, chapter terakhir dari Harry Potter series ini dibagi menjadi dua part. Part 1-nya dirilis tanggal 19 November di tahun ini sedangkan untuk Part 2 / puncaknya dirilis awal bulan Juni tahun depan. Saya begitu kecewa dengan jadwal rilis yang begitu jauh, karena pasti kalau anda sudah menonton part 1-nya, anda tidak akan sabar menyaksikan part ke -2 nya.

Mungkin sebagian besar harry potter fans, sudah mengetahui cerita film ini dengan baik. Film ke 7 ini, menceritakan dimana Harry - Ron dan Hermione dalam keadaan yang sangat berbahaya, karena mereka sedang menjadi incaran para Snacthers. Selain itu mereka juga harus menemukan 7 Horcrux yang merupakan bagian dari dari Lord Voldemort.

Menurut saya, Harry Potter and The Deathly Hallows part1 adalah film terbaik dari film Harry Potter lainnya, dimana disini banyak karakter - karakter dari film Harry Potter sebelumnya berkumpul. Selain itu kualitas akting dari Dan, Emma dan Rupert yang semakin baik. David Yates sebagai sang sutradara di seri ke 7 ini pun, berhasil menghadirkan angle - angle kamera dan visualisasi yang totally keren dan berbeda dari seri - seri sebelumnya. Namun sayang ada adegan dimana Harry bercumbu dengan Hermione, yang menurut saya begitu amat mengganggu. Tapi secara keseluruhan film ini, T.O.P BGT dan gw udah gak sabar menanti part ke 2nya !!. Happy Watching yah Guys !!.

ex *SPOILER* : saya sedih banget waktu nonton film ini, karena Dobby the free Elf harus mati. hiks2x :(.

Cast : Daniel Radcliffe, Emma Watson, Rupert Grint, Ralph Fiennes, Helena Bonham Carter
Director : David Yates

Rating :
4/5

Movie Still :






















Review : Unstoppable (2010)


This is Will Coalson your conductor speaking, we are gonna run this bitch down.-Will. Awalnya nonton film ini pesimis, karena pertama film ini disutradrai oleh Tony Scott dan kedua tema yang diambil adalah tentang kereta api. Saya pesimis awalnya, karena film Tony Scott sebelumnya, Taking Of Pelham 1 2 3 berhasil buat saya boring dan mengantuk. Tapi ternyata setelah menontonnya bisa saya bilang kalau film ini lumayan bagus dan berbeda dengan Taking Of Pelham 1 2 3. Film ini dibintangi oleh Denzel Washington yang sebelumnya sudah bekerjasama dengan Tony di beberapa filmnya, seperti Man On Fire dan Taking Of Pelham 1 2 3. Selain Denzel, The Unstoppable juga dibintangi oleh Chris Pine, Rosario Dawson dan Kevin Dunn.

Unstoppable menceritakan tentang seorang masinis yang telah berpengalaman Frank Barnes (Denzel Wahsington) mendapatkan seorang partner bernama Will Coalson (Chris Pine), ia adalah Konduktor kereta api yang baru menyelesaikan pelatihan. Awalnya ia sangat kesal akan kehadiran Will, karena menurutnya kedatangan orang - orang muda seperti Will dapat mempercepat masa pensiunnya. Mereka berdua ditugaskan untuk menjadi masinis dan kondektur untuk kereta 1206. Di tempat lain seorang masinis bernama Dewey (Ethan Suplee) membuat kecerobohan, kereta yang ingin dipindahkannya ditinggalkan karena inginnya ia untuk mengganti jalur. Sesuatu yang tidak diinginkan pun akhirnya terjadi, kereta yang tadi ingin dipindahkan Dewey / kereta 777, melaju dengan cepat dan makin cepat, dan tidak hanya itu ternyata rem yang dimiliki kereta tersebut ternyata putus. Ketegangan mulai terasa, saat kereta 777 berada di satu jalur dengan kereta yang membawa anak - anak sd yang sedang mengadakan field trip, namun ternyata akhirnya Ned (Lew Temple) berhasil memindahkan jalur, alhasil anak - anak itupun selamat. Ketegangan tidak hanya sampai disitu, kereta 1206 yang berisi Frank dan Will pun ternyata berada di jalur yang sama, dan ternyata mereka juga ditugaskan untuk dapat memberhentikan kereta 777 atas perintah Connie Hooper (Rosario Dawson).

Sebenarnya film Unstoppable memiliki cerita yang begitu biasa, namun ternyata Tony Scott dapat meramu dengan baik film ini, sehingga film ini pun tidak terkesan biasa. Untuk dari segi alur, film ini memiliki alur yang rendah kemudian memiliki klimaks di akhir. Tidak salah kalau banyak orang bilang kalau Unstoppable menegangkan, karena memang adegan demi adegan yang dihadirkan oleh Tony pun dapat membuat jantung berdegup dengan kencang. Terakhir pesan dari saya, sayang sekali jika anda melewatkan film yang menjadi bentuk per-"minta maaf"an Tony Scott ini, karena film ini memang beda dan jauh lebih keren dari Taking Of Pelham 1 2 3.


Cast: Denzel Washington, Chris Pine, Rosario Dawson
Director : Tony Scott

Rating :
3.5 / 5


Movie Still :

Minggu, 28 November 2010

Review : Despicable Me (2010)


We are going to pull of the TRUE crime of the century... we are going to steal the MOON! -Gru. Despicable Me menceritakan, Gru (Steve Carell) super villian yang tak ingin terkalahkan. Suatu kali Piramida di curi oleh seseorang yang ternyata sangat menjadi buah bibir dimana - mana. Gru merasa kesal, ternyata ada seseorang, yang berhasil mencuri piramida dan menjadi bahan perbincangan orang banyak.Untuk itu Gru menciptakan ide yang menurutnya brilliant dan akan lebih banyak diperbincangkan orang, dibandingkan pencurian pyramid yaitu ia akan mencuri bulan. Untuk mencapai hal itu, akhirnya Gru meminjam uang ke Bank. Namun ternyata Bank tidak dapat mengabulkan permintaan Gru, yang ingin meminjam uang untuk membuat sebuah roket. Alasan Bank tidak mau meminjamkan, karena Bank ingin villian yang lebih muda dari Gru selain itu Bank ingin melihat alat pengecil yang Gru ceritakan saat itu. Hambatan Gru tidak hanya di situ, Vector (Jason Segel) yang ternyata pencuri pyramid saling berebut untuk mendapatkan alat pengecil tersebut dan pada akhirnya Vector yang memilikinya. Untuk mendapatkan alat itu kembali, Gru mengadopsi 3 anak lucu dari Panti Asuhan yang biasanya sering menjualkan kue kepada Vector : Margo (Miranda Cosgrove), Edith(Dana Gaier) dan Agnes(Elsie Fisher). Ternyata dengan mengadposi mereka alat pengecil tersebut akhirnya dimiliki oleh Gru seorang. Hidup Gru yang awalnya sepi, menjadi penuh keceriaan tiap harinya karena kehadiran Margo, Edith dan Agnes.

Despicable Me adalah film animasi yang keren. Universal membuat film animasi ini dengan begitu baik, cerita yang sangat mudah diterima pun membawa pengaruh yang baik untuk film ini. Pokoknya film animasi ini tuh detail banget. Tapi menurut saya HTTYD (How To Train Your Dragon) lebih baik dan bagus daripada film ini. Yang menarik dari film ini dan buat gw selalu ingin ketawa adalah kehadiran para Minion (para pembantu-nya Gru, mungkin bisa dibilang gitu kalii yah??) yang terlihat bodoh tapi cerdik dan kreatif. Selain itu kehadiran Agnes yang menggemaskan pun yang membuat gw ingin menonton film ini. Intinya film ini layak nonton. Happy Watching !!


Cast (Voicer) : Steve Carell, Jason Segel, Miranda Cosgrove
Director : Pierre Coffin, Chris Renaud

Rating :
4/5

Movie Still :

Jumat, 26 November 2010

Box Office Chart : 19 November 2010









  1. Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1
  2. Megamind
  3. Unstoppable
  4. Due Date
  5. The Next Three Days
  6. Morning Glory
  7. Skyline
  8. Red
  9. For Colored Girls
  10. Fair Game

Selasa, 23 November 2010

Review : EASY A (2010)


Blech! Worst song ever! - Olive Penderghast. Pernah berbohong?, mungkin jawaban anda pasti ya. Biasanya seseorang berbohong itu karena ingin mendapatkan sesuatu yang baik, namun berbeda dengan apa yang terjadi dengan Olive Penderghast (Emma Stone). Olive awalnya berbohong, karena ia tidak ingin datang berkumpul bersama orang tua Rhiannon(Alyson Michalka), sahabatnya sendiri. Kebohongan Olive yang mengatakan bahwa ia telah hilang keperawanannya kepada Rhiannon, malah menjadi malapetaka besar untuknya.

Easy A memang harus ditonton, karena film genre drama remaja seperti ini sudah jarang berada di peredaran film Hollywood. Apalagi di film ini, anda dapat melihat Emma Stone yang terlihat lebih cantik dan seksi. Tidak hanya Emma yang menarik dari film ini, Amanda Bynes yang sudah lama sekali tidak main di feature film pun, bisa menjadi obat kekangenan buat kita yang mungkin kita terakhir kali melihatnya berperan sebagai Sydney White di film yang berjudul sama di tahun 2007. Dari kualitas akting Emma Stone, terlihat biasa saja malah menurut saya aktingnya sebagai Wichita di Zombieland lebih keren.

Penyutradaraanya sendiri film ini ditangani Will Gluck, yang sebelumnya menyutradarai Fired Up. Menurut saya Will, dapat menggambarkan film drama remaja dengan baik. Easy A juga didukung oleh aktor dan aktris senior, yang juga sudah sering tampil di beberapa film drama seperti : Lisa Kudrow, Thomas Haden Church, Malcolm McDowell, Stanley Tucci dan Patricia Clarkson. Pokoknya secara keseluruhan film ini lumayan bagus dan lebih mengingatkan film Mean Girls yang diperankan oleh Lindsay Lohan.


Cast: Emma Stone, Amanda Bynes, Stanley Tucci, Patricia Clarkson
Director : Will Gluck

Rating :
3.5/5

Movie Still :

Review : Inafff 2010: Dream Home (2010) (SURPRISE MOVIE)


Apa yang akan anda lakukan, apabila apa yang anda inginkan tidak dapat diraih? Akankah anda berjuang dengan baik untuk mendapatkannya, atau berbelok ke langkah apapun asalkan anda mendapatkannya?. Coba tanyakan hal itu kepada Cheng Li Sheng (Josie Ho). Cheng adalah seorang wanita yang sehari - hari bekerja sebagai seorang karyawati di Bank Jetway, ia bertugas untuk menawarkan pinjaman dan berbagai hal lainnya, namun sayang para nasabah tidak begitu tertarik akan apa yang ditawarkan Cheng. Semenjak kecil Cheng memiliki impian, jika suatu saat iya dewasa ia ingin memiliki sebuah apartemen mewah dengan pemandangan laut Victoria Bay. Keinginan untuk memiliki apartemen itu, karena ia ingin sekali keluarganya memiliki sebuah tempat tinggal yang layak untuk keluarganya, karena ia saat ini hanya tinggal di rumah susun yang kumuh dan kotor. Tidak hanya itu, ternyata kehidupannya di rumah susun tersebut tidaklah sempurna. Cheng harus kehilangan sang sahabat, karena rumah susun yang ditinggali sahabatnya (terletak di seberang rumah susun Cheng) harus dihancurkan untuk dibangun apartemen mewah.

Dari Awal film ini kita akan langsung disuguhkan dengan aksi pembunuhan yang begitu sadis dan brutal, mulai dari terbunuhnya seorang pria yang tercekik dengan sebuah tali dan ia mulai membuka tali tersebut dengan cutter hingga terbunuhnya sekelompok anak muda yang sedang pesta sex dan narkoba. Dan saat mulai di pertengahan, kita baru dapat mengetahui jika sosok pembunuh tersebut adalah Cheng Li Sheng.

Alur film yang berjalan maju mundur dibuat, untuk menjaga intensitas cerita dan emosi penonton pun tidak akan selalu berada di puncak namun akan turun. Menurut saya jika anda menginginkan tontonan ala Freddy Kruger atau Dara dari film ini? mungkin anda akan salah, karena film ini hanya sebuah film drama yang dibalut slasher dengan begitu apik dan rapih. But i still love this movie. Dan menurut gw Rumah Dara yang katanya bagus seasia, harus turun berada di bawah film ini (sori loh Mo Brothers). Happy Watching this Movie yah Guys !!

ex: ini film surprise movie INAFFF 2010 di Jakarta.


Cast : Josie Ho, Anthony Wong Chau-Sang, Michelle Yeah, Eason Chen
Director : Ho-Cheung Pang
Awards : * Best Actress - Josie Ho - 2010 (43rd) Sitges Film Festival
* Best Make Up FX - 2010 (43rd) Sitges Film Festival

Rating :
4/5

Movie Still :

Senin, 22 November 2010

Event : 'Nobar Surprise Movie'


20 Nov 2010, gw pergi ke Blitzmegaplex Grand Indonesia untuk Nonton Bareng Surprise Movie 2010. Gw sangat excited untuk dateng ke Nobar ini, karena gw akhirnya bisa bertemu dengan Uni Dien, Ka Opan, Ka Budi, Ka Balian, Ka Ifa, Om Redy dan Om Zen yang aktif di Group Facebook CINEMAGS. Nobar kali ini juga menjadi ajang untuk melepaskan kekangenan gw dengan Blitz Club terutama dengan sang dedengkot, Fauzi Pahrezi.

Di hari itu juga Blitzmegaplex Grand Indonesia terlihat berbeda tidak seperti biasanya, orang berada dimana - mana. Ternyata disaat yang bersamaan bapak Raam Punjabi lagi mengadakan nonton bareng untuk orang - orang India yang bertempat tinggal di Indonesia, mereka saat itu Nonton Bareng film Guzaarish. Tapi lupakan punjabi, back to the topic.

Saat pembagian tiket gw merasa ada kejanggalan, temen - temen cinemags dapet di line H tapi gw dapet tiket di J tadinya sedih aja kirain gw akan nonton sendiri tapi ternyata si Fauzi Pahrezi yang telah mengeset itu semua, gue duduk diantara Wahyu (Blitz Club) dan Dedi Setiadi (Anggota Blitz Club yang selalu menjadi bahan gosipan @WhAway dan @fauzipahrezi , ketika gw ngetweet apapun ke dia). Tapi karena itu juga, akhirnya gw bisa kenal banget sama Dedi Setiadi, dan tau lebih soal dia. Thanks Ezy (-_-')

Pokoknya event ini tak akan terlupakan dalam hidup gw dan smoga tiap tahun akan ada nobar surprise movie lagi. Ditunggu yah postingan gw soal review film surprise movie-nya. Updately Soon.


Dipost oleh Natanael
yang sedang lagi absurd dan bingung
di tanggal 23 Nov 2010, Jam 15 :23.

Review : The Sorcerer's Apprentice (2010)


The Sorcerer's Apprentice secara garis besar bercerita tentang Balthazar Blake, yang mencari seorang anak manusia yang disinyalir merupakan keturunan Merlin dan dapat membantunya untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran dan kuasa kejahatan Horvarth. Ternyata hanya seorang pria yang geek akan fisika bernama, Dave yang terpilih untuk membantu Balthazar. Disaat yang sama Dave berada dalam suasana kembibangan, dimana ia berada di keadaan harus membantu Balthazar tetapi takut gagal dalam meraih cinta Becky, seorang wanita yang ia sukai sejak masa kecilnya.

Sepertinya sang produser Jerry Bruckheimer, tidak memperhatikan cerita dari film ini dengan detail malah ia lebih memfokuskan film ini dengan visual efek yang mewah dan megah. Jadi gak salah kalau film ini, mungkin saya katakan buruk. Selain itu menurut saya penyutradaraan Jon Turteltaub di film ini, berbeda dengan film - film sebelumnya yang saya rasa lebih baik dari film ini, seperti National Treasure. Dari segi pemain, film ini memiliki para pemain yang sudah malang melintang di industri perfilman seperti Nicholas Cage, Monica Belluci, Alfred Molina juga ada beberapa rising star baru seperti Jay Baruchel dan Teresa Palmer. Untuk akting Cage, Mollina dan Belluci memang tidak perlu lagi diragukan, namun ternyata Baruchel dan Palmer pun dapat menyamai kualitas aktingnya dengan aktor dan aktris yang lebih profesional dari mereka.

Secara keseluruhan film ini adalah film keluarga yang penuh aksi, berjuta efek - efek mewah dan sayang untuk dilewatkan. Happy Watching !!


Cast: Nicholas Cage, Jay Baruchel, Monica Belluci, Teresa Palmer
Director : Jon Turteltaub

Rating :
2/5


Movie Still :

Senin, 15 November 2010

Review : Powder Blue (2009)


I love you, sweet pea.-Rose Johnny.Apa yang akan anda lakukan jika ada dihadapkan suatu peristiwa yang tragis atau sebuah masalah yang begitu besar?, anda pasti akan lari dari kenyataan / melampiaskan amarah dan perasaan anda kepada sesuatu yang sangat membahayakan hidup anda, mungkin itulah awal cerita untuk film ini. Powder Blue dibintangi oleh aktor dan aktris yang sudah sukses di kancah perfilman hollywood, seperti : Jessica Biel, Forest Whitaker, Ray Liotta dan Patrick Swayze. Kursi untuk sutradara film ini diisi oleh Timothy Linh Bui.

Powder Blue bercerita dari dua sisi berbeda, sisi pertama menceritakan sosok seorang pria bernama Charlie (Forest Whitaker) yang bingung atas kesindiriannya yang telah lama terjadi, akibat sang istri meninggal dunia akibat kecelakaan mobil yang juga dialami bersama dirinya. Karena itu ia mulai frustrasi dan melakukan hal yang nekat dengan cara menyiapkan sejumlah uang dan menyuruh orang lain untuk membunuhnya. Sisi kedua menceritakan seorang wanita bernama Rose Johny (Jessica Biel) seorang stripper yang terlalu sibuk akan pekerjaannya, sampai akhirnya dia tidak memiliki waktu untuk menjenguk anaknya yang terbaring di rumah sakit, hingga akhirnya sang anak meninggal dunia. Menurut kalian akankah Rose dan Charlie dapat menyelesaikan masalah mereka atau mereka akan jatuh kedalam cara yang membahayakan hidup mereka? so see it.

Sebenarnya cerita yang dihadirkan sangat menarik, namun penyutradaraan Timothy yang lebih terbiasa ke film dokumenter, membuat film ini terlihat sedikit boring dan membosankan. Selain Biel, Whitaker, Swayze dan Liotta film ini juga dibintangi juga oleh Lisa Kudrow. Untuk proyek film ini Forest Whitaker tidak hanya memegang pekerjaan untuk mengisi peran, namun ia juga menjadi salah satu produser untuk film ini.

Cast : Forest Whitaker, Jessica Biel, Patrick Swayze
Director : Timothy Linh Bui

Rating :
3/5

Movie Still :














Minggu, 14 November 2010

Review : The Social Network (2010)


Drop the "the". Just "Facebook". It's cleaner.- Sean Parker. Woohoo, finally i've watched this movie in movie theatre, walaupun sebelumnya banyak bisikan - bisikan setan untuk menonton bootlegnya namun gw tetap menguatkan jiwa dan raga untuk menontonnya hanya di movie theatre. The Social Network telah menjadi pembicaraan banyak orang dan mendaptkan penilaian baik dari para kritikus - kritikus film. Film ini sebenarnya berdasarkan buku yang berjudul "The Accidental Billionare" yang dibuat oleh Ben Mezrich. Penyutradaraan film ini ditangani oleh David Fincher yang sebelumnya juga pernah menyutradarai Seven, Fight Club, The Curious of Benjamin Button dan Zodiac. Jajaran cast yang terpilih pun sangat baik dan sangat ditunggu - tunggu aktingnya seperti Jesse Eisenberg, the new spidey Andrew Garfield dan juga Justin Timberlake yang sebelumnya bermain di film The Open Road.

Secara garis besar The Social Network, menceritakan tentang awal bagaimana Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg) menciptakan Facebook, social network yang sampai sekarang begitu populer dan kita buka sehari - hari. Selain itu diceritakan juga bagaimana rintangan - rintangan yang harus dilewati oleh Mark bersama sang sahabat Eduardo Saverin (Andrew Garfield), seperti pelanggaran hak cipta yang dijatuhkan kepada theFacebook (pada awalnya) dan yang lain. Kehadiran Justin Timberlake sebagai Sean Parker (Napster.com founder) di film ini mungkin mengubah pemikiran gw, kalau ternyata Justin yang seorang penyanyi dapat juga berakting dengan baik.

As my comment, di film ini membuktikan kalau Eisenberg selalu totalitas terhadap pekerjaannya yaitu akting seperti di film ini ia berakting seperti Mark Zuckerberg dengan baik dan sangat keren. David fincher pun , sang sutradara membawa film ini dengan alur yang baik. Dan menurut gw film ini banyak menggunakan istilah - istilah web yang untungnya dapat saya mengerti seperti Html, PHP, MySQL, Apache dan Algoritma. Pokoknya film ini sebagai film the best menurut saya untuk di tahun 2010 ini diatas Inception - nya Christopher Nolan.

Cast : Jesse Eisenberg, Andrew Garfield, Justin Timberlake, Rooney Mara, Brenda Song
Director : David Fincher

Rating :
4.5 /5

Movie Still :







































Kamis, 04 November 2010

Review : Ramona and Beezus (2010)


Every princess needs a little sparkle.- Beezus. Mungkin berlebihan kalo saya bilang, i love this movie so much. Saya dapat mengatakan demikian karena jarang sekali menemukan film keluarga yang begitu seinspiratif ini. Ok, Ramona and Beezus adalah film yang disutradarai oleh Elizabeth Allen (Aquamarine). Untuk castnya sendiri, Ramona and Beezus dibintangi oleh Selena Gomez, Joey King, Ginnifer Goodwin, Josh Duhamel dan Sandra Oh.

Ramona and Beezus, sebenarnya sendiri bercerita tentang Ramona (Joey King) yang merasa hidupnya selalu tidak berguna untuk keluarga teman - temannya, keluarga serta gurunya. Berusaha untuk memperbaiki sikap dan tingkah lakunya, Ramona selalu berkonsultasi dengan sang bibi, Aunt Bea (Ginnifer Goodwin). Makin lama Ramona makin dapat memperbaiki dirinya, ia mulai belajar dan terus belajar tentang apa yang menjadi masalah / problemnya selama ini. Sikapnya mulai berubah sejak sang ayah, Robert Quimby (John Corbett) diberhentikan dan selalu bersama dengan dirinya dirumah. Tidak hanya sang ayah, yang membuat / membangun Ramona untuk memperbaiki dirinya namun sang kakak, Beezus Quimby (Selena Gomez) dan Dorothy Quimby (Bridget Moynahan) sang ibupun mendorongnya untuk lebih baik dan bersikap dewasa.

Ramona and Beezus adalah film yang komplit, tidak hanya drama keluarga namun juga dibalut kisah cinta sang bibi Aunt Bea dengan pasangannya sejak SMA, Hobart. Twist di film ini juga asik. Imajinasi Ramona di film ini pun, tergambar dengan asyik dan seru. Kisahnya bener - bener film keluarga sejati. Berharap bisa menemukan film keluarga seperti ini kembali. Oh iya, kehadiran Sandra Oh pun menjadi sesuatu yang ditunggu - tunggu.


Cast : Joey King, Selena Gomez, Sandra Oh, Josh Duhamel, Sandra Oh, Ginnifer Goodwin
Director : Elizabeth Allen

Rating :
4/5

Movie Still :













Senin, 01 November 2010

Review : Lottery Ticket (2010)


Show the ticket, get the money. Lottery Ticket adalah film yang dibintangi oleh Bow Wow atau dikenal dengan Lil Bow Wow. Beberapa orang mungkin mengenalnya hanya sebagai rapper, namun ada beberapa film yang berhasil mengangkat namanya seperti Like Mike (2002) dan part ke-3 The Fast and The Furious :Tokyo Drift (2006). Selain Bow Wow, film ini juga dibintangi oleh Brandon T. Jackson ( Tooth Fairy, Percy Jackson and The Lightning Thief), Loretta Devine (Dreamgirls, Crash) dan tentunya Ice Cube (Are We There Yet?, XXX2 : The Next Level) yang juga berperan sebagai executive producer di film ini. Film ini disutradarai oleh Erik White, yang baru pertama kali menyutradarai feauture film.

Bercerita dimana disuatu weekend semua orang sedang pergi ke grocery store dan beberapa tempat lainnya, untuk membeli tiket lotere. Kevin Carson (Bow Wow), yang tinggal bersama dengan sang nenek disuruh membelikan lotere sesuai dengan nomor yang telah dipilih dan dianggap si nenek sebagai nomor keberuntungan. Kevin berjanji kepada sang nenek, bahwa ia akan membelikan tiket tersebut setelah ia pulang bekerja. Kevin bekerja di sebuah toko sneakers terkenal, namun ada suatu kejadian yang membuat ia terpaksa harus dipecat dari pekerjaannya, dimana Lorenzo (Gbenga Akignabe) tetangganya yang baru keluar dari penjara bersama dua kawannya datang ke tempat sneakers Kevin bekerja, kemudian ia meminta beberapa sepatu namun tidak membayar dan beralih kepada manajer toko bahwa sepatu - sepatu tersebut adalah hadiah dari Kevin, namun ternyata Kevin mengatakan tidak dan akhirnya ia dipecat seketika. Setelah itu Kevin datang mengunjungi temannya, Stacie (Naturi Naughton) di tempat bekerjanya). Dari tempat kerja Stacie, Kevin memperoleh sebuah fortune cookies yang berisi nomor - nomor keberuntungan yang akhirnya kevin membawa uang $370 juta dollar.

Tadinya melihat trailer film ini saya tertarik sekali, karena hadirnya kembali Bow Wow sebagai lead actor dan berharap ini adalah film black comedy drama ala Beauty Shop (Queen Latifah), namun ternyata ini adalah film drama yang mau membangun emosi penonton namun tidak sampai puncaknya, comedynya pun terkesan standar di film ini. Selain itu menurut saya film ini tidak cocok disaksikan oleh remaja dibawah umur 18 tahun, karena film ini banyak mengandung adegan kekerasan dan seksual.. woohoo..

Cast: Bow Wow, Brandon T.Jackson, Loretta Devine, Ice Cube
Director : Erik White

Rating :
2.5 / 5

Movie Still: