Selasa, 28 September 2010

Review : Death at a Funeral (2010)


Black Comedy Movie is back
!! Mungkin itu yang bisa gw katakan ketika melihat film ini. Film ini sebenarnya remake dari Film yang berjudul sama Death at a Funeral di tahun 2007. Berharap meraih kesuksesan makanya film ini oleh para actor kulit hitam terbaik, seperti Martin Lawrence, Tracy Morgan dan Chris Rock. Tidak lupa Death at a Funeral juga menghadirkan si wanita Na'vi Zoe Saldana yang sebelumnya pernah membintangi Star Trek (2009) dan juga tentunya Avatar (2009) yang disutradarai James Cameron.

Film ini secara garis besar menceritakan tentang sebuah keluarga, dimana sang ayah meninggal dunia. Dan ketika semua anggota mulai berkumpul itulah, beberapa keanehan dan kekacauan mulai terjadi. Sang anak Aaron (Chris Rock) dan Ryan (Martin Lawrence) tidak mengetahui bahwa sang ayah memiliki seorang teman berukuran pendek, bernama Frank (Peter Dinklage). Frank ternyata bukan teman biasa untuk sang ayah, melainkan seseorang yang memiliki hubungan lebih dari hanya sekedar seorang teman. Frank mulai menunjukkan foto - fotonya bersama sang ayah Edward (Bob Minor). Frank meminta uang kepada Aaron dan Ryan sebesar $30,000 , dengan ancaman apabila Aaron dan Ryan tidak memberikan uang tersebut kepadanya maka Frank akan menunjukkan foto - foto tersebut kepada Ibu dari si Aaron dan Ryan. Akankah Aaron dan Ryan memberikan uang tersebut kepada Frank?? dan Apakah yang terjadi selanjutnya??

Menurut saya Death at a Funeral (2010) yang disutradarai Neil Labute, tidak begitu berhasil menghadirkan sebuah film komedi yang menarik. Hal ini terjadi karena menurut saya komedi yang dihadirkan, begitu garing dan tidak membuat saya tertawa terbahak - bahak. Kehadiran dari Peter Dinklage yang juga hadir di film sebelumnya, mungkin yang membuat saya tertawa.

Cast : Martin Lawrence, Chris Rock, Zoe Saldana, Luke Wilson
Director : Neil Labute

Rating : 2.5/5

Movie Still :

Kamis, 16 September 2010

Review : City Island (2009)


Cerita dari film ini mungkin baru pertama kali saya temukan dalam hidup saya. Cerita yang dihadirkan pun terasa fresh dan berbeda dari film drama keluarga yang pernah saya temukan sebelumnya. Film ini menceritakan tentang keluarga Rizzo's, yang mana di kehidupan mereka selalu dipenuhi dengan kebohongan. Dimana sang ayah Vince Rizzo (Andy Garcia), suatu hari ia bertemu dengan sang anak dari istri pertaamanya yang sudah lama sekali tidak pernah bertemu. Sang anak pun, Tony Nardella (Steven Strait) yang sedang itu menjadi tahanan di tempat Vince mengawas, juga tidak mengetahui jika Vince adalah ayahnya. Tony pun akhirnya dibawa kerumah Vince, dengan alasan / ijin kepada kepolisian untuk dipekerjakan sebagai pembangun toilet untuk rumahnya. Ketika dibawa kerumah sang istri (Joyce Rizzo - Julianna Margulies) mengetahui jika Tony, hanya seorang anak muda yang baik dan dibawa ke rumah itu karena Vince mengenal baik sang Ibu dan kasihan terhadap Tony. Kebohongan di keluarga ini pun berlanjut, Joyce sang istri mulai jatuh cinta terhadap Tony. Vivian Rizzo (Dominik García-Lorido) sang anak telah berbohong kepada Vince dan Joyce jika beasiswanya telah dihentikan, karena ia mengisap ganja dan untuk membayar kuliahnya ia bekerja sebagai seorang stripper (penari telanjang). Namun akhirnya hidup keluarga ini berubah, setelah akhirnya sang ayah Vince, Joyce dan Vivian serta Tony mau jujur atas apa yang telah terjadi sebelumnya pada mereka masing - masing.

Ceritanya yang unik, yang mungkin membawa film ini untuk memenangkan Audience Award's di Tribeca Film Festival. Banyak juga pembelajaran atau hal2 yang dapat kita ambil dan peroleh dari film ini. Jadi saya kategorikan film ini adalah film drama keluarga terbaik yang pernah saya saksikan.Memang tidak salah kalau ada pepatah jika, film yang masuk festival adalah film yang keren. So this movie highly recommended!!

Cast : Andy Garcia, Steven Straut, Juliana Margulies
Director : Raymond De Fellita

Rating :
4/5

Movie Still :

Rabu, 15 September 2010

Review : Bangkok Traffic Love Story (2009)


Film Thailand bergenre rom - com, yang baru pertama gw kali nonton. Padahal nih film udah jadi waiting list gw sejak lama untuk ditonton, tapi baru sempet sekarang untuk menontonnya. Untuk Thailand mungkin lebih terkenal untuk film - film bergenre horrornya seperti Shutter, Alone, 4BIA, Body #D, Still dan masih banyak lagi. Tapi ternyata film yang disutradarai oleh Adisorn Trisirikasem ini, menarik hati gw untuk menyukainya. Bercerita tentang seorang wanita bernama Mei Li (Sirin Horwang) , berumur 30 tahun yang berjuang untuk menemukan kekasih abadinya. Akhirnya di atas sebuah kereta di pagi hari, ia bertemu dengan seorang insinyur kereta (Lung - Theeradej Wongpuapan), yang ia anggap pantas untuk menjadi pendamping hidupnya. Banyak sekali halangan dan rintangan yang harus dilewati Mei Li, seperti Plern (Unsumalin Sirasakpatharamaetha) sang sahabat yang juga ternyata menyukai Lung. Hingga foto - foto Lung dengan sang mantan yang belum diketahui oleh Mei Li sebelumnya. Namun itu semua tidak memperhambat langkahnya untuk bersama dengan Lung.

Kisah komedi romantis, yang mudah untuk dimengerti dan adegan - adegan yang dihadirkan pun mudah ditebak oleh kita. Tapi alur yang naik - turun membuat kita, terbawa emosinya oleh film ini. Film yang pantas ditonton berkali - kali dan tidak mudah untuk terlupakan. Film ini sebenarnya sekaligus pemanasan sebagai saya sebelum menyaksikan Hello Stranger, yang juga diproduksi oleh rumah produksi yang sama (Gmm Tai Hub).

Cast : Sirin Horwang, Theeradej Wongpuapan, Unsumalin Sirasakpatharamaetha
Director : Adisorn Trisirikasem

Rating : 3.5 /5

Movie Still :

Kamis, 09 September 2010

Review : Just Wright (2010)


Bercerita tentang seorang terapis fisik bernama Leslie Wright (Queen Latifah), ia sebenarnya orang yang selau terbuka dengan keadaan dan selalu mengungkapkan apapun yang ada di dalam hatinya. Namun kini ia mengalami suatu masalah, dimana ia sebenarnya ingin mengungkapkan perasaannya namun ia juga tak mau menyakiti perasaan teman dekatnya, Morgan Alexander (Paula Patton). Morgan menjalani hubungan dengan Scott dalam waktu yang hampir cukup lama, sampai akhirnya Scott memutuskan untuk mempertunang Morgan.
Suatu ketika Leslie dipanggil Morgan untuk menjadi terapis Scott. Awalnya perasaan Leslie biasa saja terhadap Scott, namun kini ia jatuh cinta kepada Scott. Ketika di waktu Scott mengalami kesakitan dan Leslie sedang merawat Scott, Morgan meninggalkan Scott tanpa alasan yang jelas. Perasaan Leslie terhadap Scott, dibalas kembali oleh Scott. Scott juga ternyata jatuh cinta kepada Leslie. Karena menurutnya Leslie adalah wanita yang berbeda dan juga pemberi semangat diwaktu kala ia susah. Morgan sebagai teman yang telah menjalani hubungan cukup lama dengan Scott, akhirnya telah menerima jika Scott lebih memilih Leslie daripada dirinya.

Film ini gak jauh beda dengan drama comedy biasanya. Bisa dibilang bagi para fans Queen Latifah, Just Wright adalah film yang ditunggu - tunggu. Hal ini dikarenakan Queen Latifah, sudah lama sekali tidak menjadi main cast di film yang ia bintangi. Akting Queen Latifah di film ini terlihat memukau, ia bisa memerankan perannya dengan baik. Common yang lebih terkenal sebagai seorang penyanyi pun, mampu menyamakan kualitas aktingnya dengan Queen Latifah di film ini. Bagi Sanaa Hamri inilah film feauture keduanya setelah sebelumnya di tahun 2006, ia menyutradarai film Something New. Bagi pencinta genre drama comedy memang sayang untuk melewatkan film ini, karena film ini bisa dikategorikan sebagai film yang lumayan untuk disaksikan diwaktu liburan seperti sekarang ini. Oh iya, FYI di film ini juga ada penampilan John Legend sebagai cameo, jadi bagi para fans John Legend harus menyaksikan film ini. hehehehe..........

Rating :
3/5

Cast : Queen Latifah, Common, Paula Patton
Director : Sanaa Hamri

Movie Still :













Rabu, 08 September 2010

Box Office Chart : Sept 3rd - 6th













1.The American
2.Machete
3.Takers
4.The Last Exorcism
5.Going the Distance
6.The Expendables
7. The Other Guys
8.Eat, Pray, Love
9.Inception
10.Nanny Mcphee and The Big Bang

Review : Anything For Her / Pour Elle (2008)


Julien (Vincent Lindon) yang berprofesi sebagai seorang guru harus menghadapi kenyataan jika istrinya, Lisa (Diane Kruger) harus ditahan oleh polisi perancis selama 20 tahun atas kasus pembunuhan yang sebenarnya tidak dilakukan olehnya. Oscar (Lancelot Roch) sang anak yang masih kecil sangat merindukan kasih sayang sang ibu, hal ini terjadi ketika Lisa ditangkap Oscar masih berumur dibawah satu tahun. Tiga tahun kemudian terjadi pertemuan antara Lisa dan Oscar di rumah tahanan, namun Oscar menjauhi Lisa karena ia merasa mengapa pertemuan dirinya dengan sang ibu harus berlangsung di rumah tahanan. Seperti judulnya Anything For Her, Julien melakukan apapun untuk membebaskan istrinya mulai dari menjual perabotan apartemen untuk modal melarikan diri ke luar negeri dan Membuat dokumen - dokumen palsu untuk digunakan di kehidupan mereka selanjutnya. Dengan modal nekat, Julien berhasil menculik Lisa dari kawanan polisi yang membawa Lisa ke sebuah rumah sakit. Akankah Julien berserta Lisa serta Oscar berhasil melewati interpol untuk pergi dari negaranya?

Film yang disutradrai Fred Cavaye ini, lumayan. Untuk dari segi cerita juga tidak terlalu bagus. Akting Diane Kruger disini keren dan menawan, walaupun kita tidak dapat melihat kecantikannya seperti di film Inglorious Basterds (2009). Saya baru tau jika Vincent Lindon adalah aktor yang begitu terrkenal di negaranya perancis, beberapa filmnya yang bisa terbilang sukses seperti : Je crois que je l’aime / Could this be love (2007) dan Madamoiselle Chambon (2009). Film ini juga menghadirkan adegan - adegan yang menegangkan dan mengharukan. Film ini sempat menjadi salah satu line up feature film di Festival Sinema Perancis 2010.

Rating :
3/5

Cast : Vincent Lindon, Diane Kruger, Lancelot Roch
Director : Fred Cavaye


Movie Still :












Selasa, 07 September 2010

Review : Trade (2007)


Secara garis besar film ini menceritakan tentang Adriana (Paulina Green) seorang gadis berusia 13 tahun yang diculik oleh sekawanan penyeludup manusia yang berasal dari Rusia untuk dijadikan pekerja seks komersial. Dalam ketakutannya Adriana bertemu dengan Veronika (Alicja Bachleda) seorang wanita polandia . Jorge (Cesar Ramos) sebagai kakak berusaha dengan keras untuk mendapatkan kembali adiknya. Untuk mendapatkan kembali adiknya, Jorge dibantu oleh seorang polisi Texas, Ray Sheridan. Akankah rintangan dan halangan, tidak mempertemukan Jorge dan Adriana?

Film yang diproduseri oleh Roland Emmerich ini, bisa dikategorikan film terbaik yang saya pernah nonton. Cerita tentang human trafficking memang jarang sekali dijadikan sebagai film, itu mengapa saya katakan film ini berbeda dengan yang lain. Akting para aktor dan aktris dari Mexiconya pun tidak begitu jelek, mereka begitu menjiwai peran mereka masing - masing. Gak rugi deh pokoknya nonton film ini, karena semua genre begitu komplit dalam film ini. Selain itu twist scenenya, oke juga kok.

Cast : Kevin Kline, Cesar Ramos, Paulina Gaitan
Director : Marco Kreuzpaintner
Producer : Roland Emmerich

Rating :
4/5

Movie Still :














Review : I Love You Phillip Morris (2009)

Steven Rusell (Jim Carrey) bisa dikatakan sebagai seorang penipu /pembohong . Ketika ia bekerja sebagai seorang polisi, ia menikah dengan seorang wanita bernama Debbie (Leslie Mann) dan memiliki seorang putri. Suatu ketika ia mengalami kecelakaan waktu mengendarai mobil dan ia hampir tewas karena kecelakaan tersebut, untuk itu ia ingin membuat pengakuan kepada istrinya bahwa orientasi sex-nya yang sebenarnya adalah gay. Debbie sebagai istri yang baik membiarkan Steve menjalani kehidupannya menjadi seorang gay. Steve bukan ingin menjadi sekedar gay biasa, tapi ia menginginkan untuk menjadi gay yang kaya raya dan memiliki apapun yang ia inginkan. Untuk hal ini ia lakukan dengan cara berbohong / menipu. Karena sebuah kasus kebohongan yang dilakukannya , Steve pun akhirnya harus masuk ke dalam penjara. Dan ketika ia berada dalam penjara, Steve bertemu dengan Phillip Morris (Ewan Mcgregor) di dalam penjara. Akhirnya tumbuh cinta diantara Steve dan Phillip. Tapi berhubungan dengan orang yang memiliki kebiasaan untuk berbohong, tidak mudah untuk dijalani diantara mereka berdua.

Film ini tidak begitu bagus, cerita / skenario dari film ini pun begitu standar. Tapi yang harus diacungi jempol adalah akting dari Jim Carrey dan Ewan Mcgreggor, dimana mereka dapat memerankan pasangan gay yang luwes dan apa adanya. Chemistry pun terlihat dari mereka berdua. Untuk yang mengharapkan kelucuan Jim Carrey, masih terlihat di beberapa scene film ini.

Rating :
3/5

Movie Still:














Minggu, 05 September 2010

Review : Forgetting Sarah Marshall (2008)


Petter Bretter (Jason Segel) adalah seorang komposer musik untuk acara televisi. Peter menjalin hubungan dengan bintang tv terkenal, Sarah Marshall (Kristen Bell). Ditengah perjalanan cinta mereka, Sarah memutuskan hubungan percintaannya dengan Peter dengan alasan ketidakcocokan. Dikehidupan sehari - harinya Peter berusaha untuk melupakan Sarah tapi begitu susah. Akhirnya Peter memutuskan pergi berlibur ke Hawaii yang ia anggap sebagai bentuk perlariannya terhadap Sarah, tapi ternyata tidak. Ketenangan yang ia harapkan di Hawaii berubah menjadi kekesalan dan sakit hati, karena ternyata Sarah menginap di hotel yang sama bersama pacar barunya Aldous Snow (Rusell Brand). Kekesalan dan sakit hatinya hilang, setelah ia bertemu dengan seorang wanita bernama Rachel Jansen (Mila Kunis) yang merupakan seorang resepsionis di tempat Petter menginap. Akhirnya kisah cinta Petter dan Rachel menjadi kisah cinta yang begitu indah.

Film bergenre Rom-Com yang berbeda menurut gw, mungkin karena gw belum nonton karya dari Judd Apatow sebelumnya. But seriously, i like this movie very - very much, ceritanya unik dan akting Kristen Bell dan Jason Segel begitu keren. Kehadiran Russell Brand membawa pengaruh yang berbeda untuk film ini. Intinya film ini keren dan harus ditonton. Apalagi rating dari Rotten Tomatoes 84% untuk film ini.

Rating :
4.5/5

Movie Still :














Jumat, 03 September 2010

Box Office Chart : 27 - 29 August











1.Takers
2.The Last Exorcism
3.The Expendables
4.Eat, Pray, Love
5.The Other Guys
6.Vampires Sucks
7.Inception
8.Nanny Mcphee : Returns
9. The Switch
10. Piranha (3D)

Review : Letters To Juliet (2010)


Sophie (Amanda Seyfried) adalah seorang penulis untuk New Yorker, ia berencana mengadakan perjalanan bersama sang tunangan Victor (Gael Garcia Bernal) untuk merayakan pre-bulan madu mereka disana. Karena Victor ingin membuka rumah makan italia miliknya di New York maka rencana bulan madu berubah menjadi berantakan. Victor lebih sibuk mencari resep - resep terbaik dan ingredients - ingredients terbaik. Akhirnya Sophie memilih untuk mengitari kota Verona, kemudian ia menuju ke suatu tempat dimana banyak para wanita di seluruh dunia datang untuk menulis surat kepada Juliet tentang masalah percintaan mereka. Ternyata bukan Juliet yang membalas surat mereka tetapi orang - orang yang mengatasnamakan mereka "Sekretaris Juliet". Bergabungnya Sophie ke Sekretaris Juliet, membawa dirinya ke suatu petualangan cinta yang takkan pernah terlupakan. Karena begitu penasarannya sophie akan surat - surat yang tertempel di dinding tersebut, ia menemukan surat yang telah tertulis selama 50 tahun lamanya. Surat itu ditulis oleh Claire (Vanessa Redgrave) yang menceritakan kisah cinta pertamanya bersama sang pangerannya Lorenzo Bartolini (Franco Nero). Claire yang sudah tua terbang dari Inggris ke Verona bersama cucunya Charlie (Christopher Egan), untuk mencari kisah cintanya yang telah lama hilang itu.

Menurut saya film ini keren banget secara cerita memang sedikit ringan, namun indahnya kota Verona yang tergambar di film ini. Dan menurut saya film ini harus ditonton untuk para single atau para wanita yang sedang menjadi pasangan cinta-nya. Satu quote yang paling sayang ingat adalah " For love is never too late".

Rating :
3/5

Movie Still :