Sabtu, 11 Mei 2013

Review : What They Don't Talk About When They Talk About Love (2013)




“Emangnya gue harus bilang apa? Lo suka sama gue, gitu?” – Andhika. Cinta bisa dirasakan oleh siapa saja. Bagaimana kamu, normal atau memiliki keterbatasan fisik. Mungkin itu yang ingin disampaikan oleh seorang Mouly Surya, dalam film terbaru-nya “What They Don’t Talk When They Talk About Love”. Film ini akhirnya tayang di Indonesia, setelah sebelumnya film ini masuk di Sundance Film Festival dan Rotterdam Film Festival. Diceritakan tentang seorang remaja wanita bernama Diana (Karina Salim), yang bersekolah di sebuah sekolah luar biasa. Ia lahir dari keluarga yang berkecukupan dan memiliki keterbatasan, dalam penglihatan. Diana mengidap low vision, dimana ia hanya dapat melihat dengan jarak dekat. Di sekolah, Diana memiliki seorang sahabat bernama Fitri (Ayushita). Berbeda dengan Diana, Fitri mengalami kebutaan secara total. Dan sejak kecil, Fitri percaya bahwa ada seorang sosok dokter yang bisa ia ajak curhat / menyampaikan keluh - kesahnya.

Sabtu, 04 Mei 2013

Review : 9 Summers 10 Autumns (2013)



Iwan ndak takut hantu, Buk. Iwan takut miskin” . Itulah kata – kata yang diucapkan oleh seorang Iwan Setyawan, ketika masa kecilnya. Hingga pada akhirnya pada saat ia sudah dewasa, Iwan menjadi orang yang sukses dan berhasil. Iwan Setyawan (Ihsan Tarore) lahir di Batu, Malang. Iwan merupakan satu – satunya anak laki – laki, karena ke empat saudaranya adalah perempuan.  Keterbatasan ekonomi, membuat Iwan Setyawan menjadi pribadi yang sedikit malu ketika masa kecilnya. Penghasilan orang tua-nya yang berprofesi sebagai supir angkutan umum, harus dapat mencukupi kebutuhan lima orang anak.  Iwan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dan terus belajar, hingga akhirnya ia bisa meneruskan kuliahnya di Institut Pertanian Bogor.  Lulus dari IPB, ia mulai bekerja disebuah perusahaan bernama Nielsen. Kariernya pun semakin naik, sampai akhirnya Iwan Setyawan dapat melanjutkan kariernya di Nielsen Media Research, New York.

Minggu, 03 Februari 2013

Review : 3SUM (2013)



3SUM bukanlah sebuah film yang ‘iya – iya’, melainkan sebuah film Indonesia terbaru yang memiliki 3 genre, 3 cerita dan 3 sutradara. Untuk pembukaan kita akan disuguhkan sebuah cerita berjudul “Insomnights” kemudian dilanjutkan dengan “Rawa Kucing” dan “Impromptu”. Inilah yang menjadi perbedaan 3SUM dengan film – film antologi lain, yang pernah diproduksi. Karena biasanya sebuah film antologi, menghadirkan genre yang sama.

Rabu, 23 Januari 2013

Review : Silver Linings Playbook (2012)



“You're my silver lining, you make the light come through..” Itulah penggalan dari lirik Crazy Bout You yang dibawakan oleh Jessie J, untuk soundtrack Silver Linings Playbook. Kita bukan mau bahas soundtracknya, tapi filmnya kok. Sebelumnya saya belum tertarik menyaksikan film ini, karena melihat kayaknya film ini akan biasa saja seperti film romantic comedy yang lain. Namun mengetahui, Silver Linings Playbook menjadi salah satu nominator untuk Best Picture di Oscar tahun ini, membuat saya penasaran dan ingin menyaksikan film ini.  Tokoh utama dalam film ini, adalah seorang pria bernama Pat (Bradley Cooper). Pat adalah seorang guru yang harus masuk ke rumah sakit jiwa, karena Pat menderita penyakit bipolar disorder yang dideritanya. Pat akhirnya dijemput oleh sang ibu, untuk kembali ke rumah dia berasal. Sang ayah terkejut, karena tidak mengetahui kalau Pat akan pulang. Namun karena kesabaran sang ibu dan penjelasannya, akhirnya Pat bisa diterima kembali di lingkungan rumahnya. Pat bisa menderita bipolar order, karena masa lalu hubungan rumah tangganya yang hancur. Dan dengan kembalinya ke rumah itu, ia berusaha ingin memperbaiki hubungan dengan sang istri; Nikki. Pertemuan Pat dengan seorang wanita bernama Tiffany (Jennifer Lawrence), membuat mereka menjadi dekat dan merencanakan hal unik. Berbeda dengan Pat yang ditinggal begitu saja oleh sang istri, Tiffany ditinggalkan oleh sang suami karena kecelakaan tragis.

Jumat, 18 Januari 2013

Review : Argo (2012)



This is the best bad plan we have, sir. – Tony Mendez. Begitu antusias ketika melihat trailer dari film ini di bioskop di tanah air. Sayangnya, penayangan film ini harus terhambat dan malah tidak jadi tayang di Indonesia. Film yang saya ingin memberikan applause terhadap Ben Affleck atas penyutradaraannya, setelah sebelumnya berhasil menjadi dibelakang layar untuk The Town. Argo sendiri menceritakan tentang Tony Mendez (Ben Affleck) yang diharuskan, untuk membebaskan 6 orang kedutaan Amerika Serikat di Iran. Keenam orang ini kabur, dari penyerangan yang dilakukan oleh rakyat – rakyat Iran terhadap kedutaan Amerika Serikat. Tidak hanya menyerang orang – orang kedutaan, tapi semua orang yang diketahui berkebangsaan Amerika Serikat disiksa dan ditawan oleh mereka.

Kamis, 03 Januari 2013

Review : The Woman In The Fifth (2011)



Can we just talk like normal people? – Tom Ricks. Kadang ada seseorang yang secara misterius muncul di hadapan kita, yang kemudian mengisi hati kita. Begitu juga yang dialami oleh seorang penulis asal amerika; Tom Ricks (Ethan Hawke). Pertemuan Tom dengan seorang wanita bernama Margit (Kristin Scott Thomas), memang tidak disengaja. Pertemuan itu diawali sebenarnya, dengan niat kedatangan Tom ke Perancis untuk menemui sang putri; Chloe (Julie Papillon). Namun kedatangan Tom mengalami penolakan dari sang istri; Nathalie (Delphine Chuillot). Sang istri, tidak menginginkan Chloe bertemu sang ayah. Namun akhirnya Chloe, bisa bertemu sang ayah walaupun hanya sebentar saja.  Sejak pertemuan itulah, banyak masalah yang dihadapi oleh Tom. Sampai suatu ketika ia, bertemu dengan seorang wanita bernama Margit. Pertemuan tersebut terjadi, ketika perkumpulan para novelis / sastrawan. Mulai dari sejak itu, Margit dan Tom mulai sering bertemu dan timbul benih cinta diantara keduanya. Tapi siapakah Margit? Ia muncul dengan begitu misterius, disaat Tom sedang dirundung masalah.