“Emangnya gue harus bilang apa? Lo suka sama gue, gitu?” – Andhika.
Cinta bisa dirasakan oleh siapa saja. Bagaimana kamu, normal atau memiliki
keterbatasan fisik. Mungkin itu yang ingin disampaikan oleh seorang Mouly
Surya, dalam film terbaru-nya “What They Don’t Talk When They Talk About Love”.
Film ini akhirnya tayang di Indonesia, setelah sebelumnya film ini masuk di
Sundance Film Festival dan Rotterdam Film Festival. Diceritakan tentang seorang
remaja wanita bernama Diana (Karina Salim),
yang bersekolah di sebuah sekolah luar biasa. Ia lahir dari keluarga yang
berkecukupan dan memiliki keterbatasan, dalam penglihatan. Diana mengidap low vision, dimana ia hanya dapat melihat dengan jarak dekat. Di sekolah, Diana memiliki seorang sahabat bernama Fitri (Ayushita). Berbeda dengan Diana, Fitri mengalami kebutaan secara total. Dan sejak kecil, Fitri percaya bahwa ada seorang sosok dokter yang bisa ia ajak curhat / menyampaikan keluh - kesahnya.
Sabtu, 11 Mei 2013
Sabtu, 04 Mei 2013
Review : 9 Summers 10 Autumns (2013)
“Iwan ndak takut
hantu, Buk. Iwan takut miskin” . Itulah kata – kata yang diucapkan oleh
seorang Iwan Setyawan, ketika masa kecilnya. Hingga pada akhirnya pada saat ia
sudah dewasa, Iwan menjadi orang yang sukses dan berhasil. Iwan Setyawan (Ihsan Tarore) lahir di Batu, Malang.
Iwan merupakan satu – satunya anak laki – laki, karena ke empat saudaranya
adalah perempuan. Keterbatasan ekonomi,
membuat Iwan Setyawan menjadi pribadi yang sedikit malu ketika masa kecilnya.
Penghasilan orang tua-nya yang berprofesi sebagai supir angkutan umum, harus
dapat mencukupi kebutuhan lima orang anak. Iwan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk
belajar dan terus belajar, hingga akhirnya ia bisa meneruskan kuliahnya di
Institut Pertanian Bogor. Lulus dari
IPB, ia mulai bekerja disebuah perusahaan bernama Nielsen. Kariernya pun
semakin naik, sampai akhirnya Iwan Setyawan dapat melanjutkan kariernya di
Nielsen Media Research, New York.
Minggu, 03 Februari 2013
Review : 3SUM (2013)
3SUM bukanlah sebuah film yang ‘iya – iya’, melainkan sebuah
film Indonesia terbaru yang memiliki 3 genre, 3 cerita dan 3 sutradara. Untuk
pembukaan kita akan disuguhkan sebuah cerita berjudul “Insomnights” kemudian
dilanjutkan dengan “Rawa Kucing” dan “Impromptu”. Inilah yang menjadi perbedaan
3SUM dengan film – film antologi lain, yang pernah diproduksi. Karena biasanya
sebuah film antologi, menghadirkan genre yang sama.
Rabu, 23 Januari 2013
Review : Silver Linings Playbook (2012)
“You're my silver
lining, you make the light come through..” Itulah penggalan dari lirik
Crazy Bout You yang dibawakan oleh Jessie J, untuk soundtrack Silver Linings
Playbook. Kita bukan mau bahas soundtracknya, tapi filmnya kok. Sebelumnya saya
belum tertarik menyaksikan film ini, karena melihat kayaknya film ini akan
biasa saja seperti film romantic comedy yang lain. Namun mengetahui, Silver
Linings Playbook menjadi salah satu nominator untuk Best Picture di Oscar tahun
ini, membuat saya penasaran dan ingin menyaksikan film ini. Tokoh utama dalam film ini, adalah seorang
pria bernama Pat (Bradley Cooper).
Pat adalah seorang guru yang harus masuk ke rumah sakit jiwa, karena Pat
menderita penyakit bipolar disorder yang dideritanya. Pat akhirnya dijemput oleh sang
ibu, untuk kembali ke rumah dia berasal. Sang ayah terkejut, karena tidak
mengetahui kalau Pat akan pulang. Namun karena kesabaran sang ibu dan penjelasannya,
akhirnya Pat bisa diterima kembali di lingkungan rumahnya. Pat bisa menderita
bipolar order, karena masa lalu hubungan rumah tangganya yang hancur. Dan
dengan kembalinya ke rumah itu, ia berusaha ingin memperbaiki hubungan dengan
sang istri; Nikki. Pertemuan Pat dengan seorang wanita bernama Tiffany (Jennifer Lawrence), membuat mereka
menjadi dekat dan merencanakan hal unik. Berbeda dengan Pat yang ditinggal
begitu saja oleh sang istri, Tiffany ditinggalkan oleh sang suami karena
kecelakaan tragis.
Jumat, 18 Januari 2013
Review : Argo (2012)
This is the best bad plan we have, sir. – Tony Mendez. Begitu
antusias ketika melihat trailer dari film ini di bioskop di tanah air.
Sayangnya, penayangan film ini harus terhambat dan malah tidak jadi tayang di
Indonesia. Film yang saya ingin memberikan applause terhadap Ben Affleck atas
penyutradaraannya, setelah sebelumnya berhasil menjadi dibelakang layar untuk
The Town. Argo sendiri menceritakan tentang Tony Mendez (Ben Affleck) yang diharuskan, untuk membebaskan 6 orang kedutaan
Amerika Serikat di Iran. Keenam orang ini kabur, dari penyerangan yang
dilakukan oleh rakyat – rakyat Iran terhadap kedutaan Amerika Serikat. Tidak
hanya menyerang orang – orang kedutaan, tapi semua orang yang diketahui
berkebangsaan Amerika Serikat disiksa dan ditawan oleh mereka.
Kamis, 03 Januari 2013
Review : The Woman In The Fifth (2011)
Can
we just talk like normal people? – Tom Ricks. Kadang ada seseorang
yang secara misterius muncul di hadapan kita, yang kemudian mengisi hati kita. Begitu
juga yang dialami oleh seorang penulis asal amerika; Tom Ricks (Ethan Hawke). Pertemuan Tom dengan
seorang wanita bernama Margit (Kristin
Scott Thomas), memang tidak disengaja. Pertemuan itu diawali sebenarnya,
dengan niat kedatangan Tom ke Perancis untuk menemui sang putri; Chloe (Julie Papillon). Namun kedatangan Tom
mengalami penolakan dari sang istri; Nathalie (Delphine Chuillot). Sang istri, tidak menginginkan Chloe bertemu
sang ayah. Namun akhirnya Chloe, bisa bertemu sang ayah walaupun hanya sebentar
saja. Sejak pertemuan itulah, banyak
masalah yang dihadapi oleh Tom. Sampai suatu ketika ia, bertemu dengan seorang
wanita bernama Margit. Pertemuan tersebut terjadi, ketika perkumpulan para
novelis / sastrawan. Mulai dari sejak itu, Margit dan Tom mulai sering bertemu
dan timbul benih cinta diantara keduanya. Tapi siapakah Margit? Ia muncul
dengan begitu misterius, disaat Tom sedang dirundung masalah.
Selasa, 01 Januari 2013
Langganan:
Entri (Atom)






